Injeksi atau Infus, Cara Efektif Berikan Multivitamin
Pemberian multivitamin lewat injeksi lebih efektif. (Foto: pexels-rfstudio)
ADANYA pandemi meningkatkan kesadaran manusia untuk menjaga daya tahan tubuh. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan imunitas ialah dengan rutin mengonsumsi vitamin.
Selain mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi, ada berbagai cara yang bisa ditempuh untuk bisa mendapatkan proteksi lengkap dari multivitamin. Ada yang rutin mengonsumsi suplemen, injeksi atau infus multivitamin. Namun, menurut dr. Ina Mayasari, owner dan head doctor di Klinik Kecantikan A-ONE Patal Senayan, pemberian multivitamin melalui injeksi dan infus lebih efektif jika dibandingkan dengan melalui oral.
"Pemberian suplemen oral akan melalui sistem pencernaan. Dari mulut ke lambung. Di lambung semua makanan di proses, semua enzim-enzim, asam lambung akan keluar. Demikian pula di usus.Semua enzim itu akan mengurangi absorpsi(penyerapan) dari vitamin," urainya saat ditemui di Restoran Robot&Co, Jakarta Selatan.
BACA JUGA:
Dokter Ina menyebut daya serap suplemen ditubuh tergantung jenis vitamin. Vitamin tertentu akan berkurang 30 hingga 40 persen. Sementara vitamin C yang banyak varian suplemennya, saat masuk ke tubuh bisa berkurang hingga 60 persen. Jadi, yang diserap oleh tubuh sekitar 40 persen saja. "Makanya kalau suplemen vitamin itu disarankannya dikonsumsi setiap hari. Itu karena yang terserap sedikit sekali," ujarnya.
Hal berbeda terjadi jika kita menggunakan sistem infus atau suntik multivitamin. "Kalau kita suntikkan lewat pembuluh darah, maka vitamin tidak akan melewati enzim-enzim di sistem pencernaan. Langsung ke darah. Dari darah diserap oleh tubuh. Almost 100 persen lah," jelasnya.
Dengan demikian, intensitas kita untuk mengonsumsi suplemen vitamin berkurang. "Kita tidak pernah dengar orang suntik vitamin C setiap hari, kecuali dalam keadaan sakit," ucapnya.
Jika ingin mengonsumsi vitamin dengan cara injeksi atau infus, dokter Ina mengatakan jenis vitamin tertentu perlu seminggu sekali. Sementara untuk multivitamin cukup dua minggu sekali karena dalam sekali treatment sudah komplit.
Pemberian multivitamin lewat infus atau injeksi bisa untuk semua kalangan. Tidak ada batas usia. Namun, pasien dengan komorbid ginjal dan liver harus lebih berhati-hati saat mendapatkan injeksi multivitamin. "Sistem kerja ginjal dan livernya akan lebih keras dibandingkan biasanya," terangnya. Ia menyarankan orang-orang dengan riwayat sakit ginjal dan liver harus minum air putih lebih banyak setelahnya.(Avia)
Bagikan
Berita Terkait
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah