MERAHPUTIH.COM — DUTA besar Iran untuk PBB menyebut langkah Amerika Serikat menyerang Iran sangatlah bodoh. Terlebih serangan tersebut dilakukan saat negosiasi masih berlangsung. Ia menyebut serangan itu mengkhianati negara-negara Teluk dengan merusak upaya diplomatik mereka.
Ali Bahreini, duta besar Iran di Jenewa, pada Selasa (3/3), menegaskan Teheran tidak memiliki masalah dengan negara-negara tetangganya. Meski begitu, mereka tidak bisa membiarkan pangkalan militer AS di kawasan Teluk digunakan sebagai landasan peluncuran serangan terhadap Iran.
“Perang bukanlah pilihan kami. Perang dipaksakan kepada Iran,” kata Bahreini, dikutip The Korea Times.
“Tidak seorang pun seharusnya berharap Iran menahan diri di hadapan agresi.
Kami akan melanjutkan pembelaan kami sampai agresi ini dihentikan,” imbuhnya.
Pada 26 Februari, Washington dan Teheran menggelar negosiasi tidak langsung di Jenewa mengenai program nuklir Iran. Mediator dari Oman melaporkan adanya kemajuan signifikan.
Bahreini hadir dalam sebagian pembicaraan tersebut dan mengatakan semua orang optimistis serta tim AS sepakat untuk melanjutkan negosiasi di Wina, pekan ini. Namun, Bahreini mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah meyakinkan Presiden AS Donald Trump untuk menghancurkan jalur diplomasi dan menyerang Iran, dengan serangan dimulai pada Sabtu.
“Itu merupakan keputusan yang sangat bodoh. Mereka akan mengetahui di masa depan betapa bodohnya keputusan ini. Keduanya akan memahaminya karena Iran akan secara tegas menentukan situasi dan nasib perang ini. Semua tetangga kami kini kecewa atas pengkhianatan Amerika Serikat karena semua pihak sedang mengupayakan diplomasi, khususnya Oman. AS mengkhianati semua pihak,” tegasnya.
Baca juga:
Militer AS Klaim Telah Serang Hampir 2.000 Target di Iran dalam Pengerahan Terbesar di Timur Tengah
Bukan Perang Regional
Teheran telah melancarkan serangan terhadap negara-negara di kawasan yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS. “Saya tidak bisa menerima pelabelan tindakan kami sebagai pembalasan. Apa yang kami lakukan merupakan bentuk pembelaan diri,” kata Bahreini.
Ia mengatakan masalah Iran bukan dengan negara-negara tetangganya, dan menyebut negara-negara Teluk sebagai sahabat. “Kami berdialog setiap hari dengan para tetangga kami untuk menyampaikan pesan bahwa perang ini bukan perang melawan mereka. Ini bukan perang regional. Namun, kami tidak bisa mengabaikan fakta bahwa pangkalan-pangkalan AS di wilayah mereka beroperasi melawan kami. Dalam keadaan apa pun kami tidak bisa membiarkan pangkalan-pangkalan itu digunakan untuk melakukan operasi militer terhadap Iran,” imbuhnya.
Ia mengatakan operasi Iran secara eksklusif menargetkan sasaran militer AS dan menegaskan telah ada perintah yang sangat tegas kepada pasukan militer kami untuk tidak menimbulkan kerugian bagi warga sipil.
Trump pada Selasa (3/3) mengklaim kepemimpinan Iran ingin berbicara”, tetapi Bahreini berkeras tidak ada pendekatan yang dilakukan kepada Washington.
“Tidak ada kontak dari pihak kami sejak perang pecah,” katanya.(dwi)
Baca juga:
Iran Resmi Blokade Selat Hormuz, Komandan IRGC: Amerika Serikat Serakah akan Minyak