Duta Besar Iran di PBB Sebut AS Gegabah Menyerang Iran saat Perundingan

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 04 Maret 2026
Duta Besar Iran di PBB Sebut AS Gegabah Menyerang Iran saat Perundingan

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Foto X

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — DUTA besar Iran untuk PBB menyebut langkah Amerika Serikat menyerang Iran sangatlah bodoh. Terlebih serangan tersebut dilakukan saat negosiasi masih berlangsung. Ia menyebut serangan itu mengkhianati negara-negara Teluk dengan merusak upaya diplomatik mereka.

Ali Bahreini, duta besar Iran di Jenewa, pada Selasa (3/3), menegaskan Teheran tidak memiliki masalah dengan negara-negara tetangganya. Meski begitu, mereka tidak bisa membiarkan pangkalan militer AS di kawasan Teluk digunakan sebagai landasan peluncuran serangan terhadap Iran.

“Perang bukanlah pilihan kami. Perang dipaksakan kepada Iran,” kata Bahreini, dikutip The Korea Times.

“Tidak seorang pun seharusnya berharap Iran menahan diri di hadapan agresi.
Kami akan melanjutkan pembelaan kami sampai agresi ini dihentikan,” imbuhnya.

Pada 26 Februari, Washington dan Teheran menggelar negosiasi tidak langsung di Jenewa mengenai program nuklir Iran. Mediator dari Oman melaporkan adanya kemajuan signifikan.

Bahreini hadir dalam sebagian pembicaraan tersebut dan mengatakan semua orang optimistis serta tim AS sepakat untuk melanjutkan negosiasi di Wina, pekan ini. Namun, Bahreini mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah meyakinkan Presiden AS Donald Trump untuk menghancurkan jalur diplomasi dan menyerang Iran, dengan serangan dimulai pada Sabtu.

“Itu merupakan keputusan yang sangat bodoh. Mereka akan mengetahui di masa depan betapa bodohnya keputusan ini. Keduanya akan memahaminya karena Iran akan secara tegas menentukan situasi dan nasib perang ini. Semua tetangga kami kini kecewa atas pengkhianatan Amerika Serikat karena semua pihak sedang mengupayakan diplomasi, khususnya Oman. AS mengkhianati semua pihak,” tegasnya.

Baca juga:

Militer AS Klaim Telah Serang Hampir 2.000 Target di Iran dalam Pengerahan Terbesar di Timur Tengah



Bukan Perang Regional



Teheran telah melancarkan serangan terhadap negara-negara di kawasan yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS. “Saya tidak bisa menerima pelabelan tindakan kami sebagai pembalasan. Apa yang kami lakukan merupakan bentuk pembelaan diri,” kata Bahreini.

Ia mengatakan masalah Iran bukan dengan negara-negara tetangganya, dan menyebut negara-negara Teluk sebagai sahabat. “Kami berdialog setiap hari dengan para tetangga kami untuk menyampaikan pesan bahwa perang ini bukan perang melawan mereka. Ini bukan perang regional. Namun, kami tidak bisa mengabaikan fakta bahwa pangkalan-pangkalan AS di wilayah mereka beroperasi melawan kami. Dalam keadaan apa pun kami tidak bisa membiarkan pangkalan-pangkalan itu digunakan untuk melakukan operasi militer terhadap Iran,” imbuhnya.

Ia mengatakan operasi Iran secara eksklusif menargetkan sasaran militer AS dan menegaskan telah ada perintah yang sangat tegas kepada pasukan militer kami untuk tidak menimbulkan kerugian bagi warga sipil.

Trump pada Selasa (3/3) mengklaim kepemimpinan Iran ingin berbicara”, tetapi Bahreini berkeras tidak ada pendekatan yang dilakukan kepada Washington.

“Tidak ada kontak dari pihak kami sejak perang pecah,” katanya.(dwi)

Baca juga:

Iran Resmi Blokade Selat Hormuz, Komandan IRGC: Amerika Serikat Serakah akan Minyak

#Iran #Perang Iran-Israel #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Bertemu Prabowo, Wamenhan AS Elbridge Colby Optimistis Hubungan Indonesia-AS Makin Kuat
Wakil Menteri Perang AS Elbridge A. Colby bertemu Prabowo di Istana Negara. AS optimistis mempererat hubungan dan kerja sama strategis dengan Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Bertemu Prabowo, Wamenhan AS Elbridge Colby Optimistis Hubungan Indonesia-AS Makin Kuat
Dunia
Trump Siapkan Hantaman Ekonomi Baru ke Iran
Iran selama beberapa dekade telah menunjukkan bahwa negara tersebut tidak dapat dilumpuhkan dengan langkah-langkah semacam itu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
Trump Siapkan Hantaman Ekonomi Baru ke Iran
Dunia
4 Kali Jadi Target Penembakan, Trump Sampai Dikawal 'Avengers' Saat Main Golf
Donald Trump sudah empat kali jadi target penembakan dalam dua tahun terakhir, termasuk insiden peluru mengenai telinganya pada Juni 2024.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
4 Kali Jadi Target Penembakan, Trump Sampai Dikawal 'Avengers' Saat Main Golf
Indonesia
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Dunia
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Bertemu Mojtaba Khamenei, Apa yang Dibahas?
Kemunculan video resmi tersebut mengakhiri spekulasi publik mengenai kondisi pimpinan tertinggi Iran sejak pecahnya ketegangan militer dengan Amerika Serikat
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Bertemu Mojtaba Khamenei, Apa yang Dibahas?
Indonesia
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Penggunaan kekuatan udara saja kemungkinan tidak akan mampu memaksa Teheran memenuhi tuntutan Amerika Serikat
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Dunia
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Laporan tersebut menambahkan bahwa pejabat AS mengaitkan lambatnya proses imigrasi tersebut disebabkan oleh prosedur peninjauan permohonan yang lebih ketat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Indonesia
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Asosiasi-asosiasi tersebut memperingatkan bahwa penerapan kebijakan semacam itu dapat menjadi preseden bagi langkah serupa di jalur pelayaran internasional lainnya
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Dunia
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Presiden AS Donald Trump menutup lima misi diplomatik, termasuk Konsulat AS di Medan, Indonesia.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Dunia
Perang di Timur Tengah Bikin Persedian Rudal AS Kian Menipis
Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan AS memiliki sekitar 2.200 rudal Patriot varian terbaru dan 452 rudal THAAD sebelum konflik dengan Iran dimulai.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Perang di Timur Tengah Bikin Persedian Rudal AS Kian Menipis
Bagikan