Duet Anies-Puan Tergantung Restu Megawati

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juni 2022
Duet Anies-Puan Tergantung Restu Megawati

Ketua DPR, Puan Maharani, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Presiden Joko Widodo, dan Ketua MPR, Bambang Soesatyo ,saat saksikan balapan Formula E di Jakarta , Sabtu (4/6/2022). ANTARA/Arif Ariadi

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kedekatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Ketua DPR Puan Maharani saat menyaksikan ajang balap Formula E 2022 di Jakarta, dipersepsikan sebagai jalan koalisi keduanya di Pilpres 2024.

Saat balapan berlangsung, Puan duduk diapit oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Anies Baswedan. Puan hadir menonton Formula E bersama Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Baca Juga:

Anggota Fraksi PDIP Sebut Kedatangan Jokowi-Puan ke Formula E Hal Normatif

Pakar komunikasi politik, Hendri Satrio menilai, terealisasinya duet Anies-Puan di Pilpres 2024 tergantung restu Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.

"Pendukung loyalis PDIP tegak lurus ke ibu Megawati. Kalau Ibu Mega setuju, maka loyalis PDIP setuju," kata Hendri kepada wartawan, Selasa (7/6).

Menurut Hendri, Anies akan mudah untuk meyakinkan para pendukungnya jika ingin maju bersama Puan Maharani di Pilpres 2024.

"Saya rasa Anies Baswedan punya karisma menjelaskan ke pendukungnya dan menyolidkan pendukung untuk mendukung pasangan ini, bila terealisasikan," ujarnya.

Hendri menambahkan, duet Anies-Puan akan lebih berwarna jika juga didukung oleh Partai Demokrat, Partai NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Presiden Jokowi, Puan Maharani, Anies Baswedan saat menyaksikan balapan Formula E di Jakarta E-Prix International Circuit (JIEC), Ancol, Sabtu (4/6/2022). HO/Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi, Puan Maharani, Anies Baswedan saat menyaksikan balapan Formula E di Jakarta E-Prix International Circuit (JIEC), Ancol, Sabtu (4/6/2022). HO/Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

"Akan seru nanti bila ternyata, pasangan ini bukan hanya didukung oleh PDIP," katanya.

Menurutnya, koalisi kebangsaan akan terbentuk jika duet Anies-Puan yang didukung oleh koalisi parpol PDIP-Demokrat-NasDem-PKS terealisasi.

"Jadi cita- cita NasDem juga untuk restorasi kebangsaan bisa terjadi," katanya.

Sebelumnya, DPR dan Komisi Pemilihan Umum (KPU)RI menyepakati durasi masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024 selama 75 hari. Tahapan Pemilu 2024 pun, akan dimulai pada pertengahan Juni 2022 ini.

Baca Juga:

Ini Komentar Sekjen PDIP Soal Foto Akrab Anies dan Puan

#Anies Baswedan #Puan Maharani #Pilpres #Pemilu 2024
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Kapolri Listyo Sigit Dicopot Bukan Pensiun, Puan Maharani: Memang Sudah Waktunya
Listyo Sigit sendiri dilantikan menjadi menjadi Kapolri di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 27 Januari 2021 silam, alias sudah lebih dari 5 tahun menjabat.
Wisnu Cipto - Kamis, 01 Oktober 2026
Kapolri Listyo Sigit Dicopot Bukan Pensiun, Puan Maharani: Memang Sudah Waktunya
Indonesia
Puan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia
Menurutnya, seluruh daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama saat curah hujan tinggi.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
Puan Soroti Kekuatan APBN soal Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Minta Dikaji Dulu
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti wacana pendidikan gratis hingga PTN. Ia meminta untuk dikaji terlebih dahulu.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Puan Soroti Kekuatan APBN soal Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Minta Dikaji Dulu
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Berita
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Puan Maharani meminta pemerintah memaksimalkan pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan sekitar Anak Krakatau, Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Indonesia
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
DPR akan memberikan dukungan selama tambahan anggaran tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
Indonesia
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Puan mengatakan DPR siap mendukung jika hasil kajian menyimpulkan integrasi kedua lembaga tersebut dapat membuat pemantauan dan mitigasi bencana lebih efektif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Bagikan