Dari Yogyakarta ke Rio de Janeiro, Dubyouth dan Uncle T Satukan Dua Kultur dalam 'Favelanesia'

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
Dari Yogyakarta ke Rio de Janeiro, Dubyouth dan Uncle T Satukan Dua Kultur dalam 'Favelanesia'

Dubyouth lepas single baru. (Foto: dok/doggyhouse)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Duo dub, reggae, dan bass asal Yogyakarta, Dubyouth, kembali memperkaya skena musik melalui karya kolaborasi terbaru bersama Uncle T. Bertajuk Favelanesia, lagu ini menjadi ruang eksplorasi yang mempertemukan energi musik jalanan Rio de Janeiro dengan karakter vokal Raggamuffin yang dikenal melalui gaya rap khas Jamaika.

Favelanesia tidak sekadar menjadi judul lagu. Karya ini hadir sebagai konsep yang mempertemukan kultur favela Brasil dengan identitas dan keberagaman Nusantara.

Dubyouth dan Uncle T menggabungkan energi baile funk, terutama karakter beat tamborzão yang bouncy dan intens, dengan teknik toasting cepat ala Raggamuffin.

Perpaduan tersebut kemudian membawa pesan mengenai kehidupan jalanan, persatuan, serta semangat kebersamaan.

Baca juga:

Dubyouth Kolaborasi dengan Taiwan MC Siapkan Single Terbaru 'Rockin' Steady'

Dentuman Bass bertemu ritme samba

Dari sisi produksi, Favelanesia dibangun dengan ritme upbeat yang penuh tenaga. Dentuman bass yang berat bertemu dengan hentakan ritmis bernuansa samba serta penggunaan lirik dalam berbagai bahasa.

Hasilnya adalah lanskap musik yang padat dan dinamis, sekaligus menunjukkan pertemuan berbagai kultur dalam satu komposisi.

Karakter tersebut membuat Favelanesia tidak hanya mengandalkan kekuatan beat, tetapi juga menjadikan unsur budaya dan bahasa sebagai bagian penting dari identitas musiknya.

Uncle T bawa dialek Indonesia Timur

Karakter unik lagu ini semakin kuat melalui penampilan vokal Uncle T. Ia secara natural memasukkan dialek dan bahasa daerah dari Indonesia Timur ke dalam gaya Raggamuffin yang dibawakannya.

Teknik vokal tersebut kemudian berpadu dengan penggunaan bahasa Jawa, slang Patois, hingga bahasa Portugis.

Perpaduan berbagai bahasa tersebut memperkuat gagasan Favelanesia sebagai karya yang mempertemukan kultur Brasil dengan keberagaman Indonesia.

Baca juga:

Dubyouth Gandeng Lord K.I.M.O Luncurkan "Basstruck", Remix Brutal TerbujurKaku dengan Sentuhan Koplo Siap Goyang Skena Bass Music Indonesia

Raggamuffin jadi pengikat berbagai kultur

Raggamuffin dikenal sebagai gaya vokal dalam tradisi musik Jamaika yang mengandalkan permainan rima rapat, ritme staccato, serta karakter penyampaian yang kuat dan lekat dengan kultur jalanan.

Dalam Favelanesia, gaya tersebut bertemu dengan berbagai elemen bahasa dan dialek.

Pertemuan itu menciptakan karya yang terasa seperti perayaan keberagaman budaya dalam format musik dansa.

Pada bagian vokal, gaya Raggamuffin yang punchy dipertemukan dengan hook yang lebih mengayun dan bernuansa anthemik.

Perpaduan tersebut membuat Favelanesia terdengar energik sekaligus mudah mengajak pendengar untuk ikut bergerak.

Dengan karakter bass yang kuat dan ritme yang intens, lagu ini menjadi materi yang cocok untuk menghidupkan suasana soundsystem, festival, hingga lantai dansa klub. (Tka)

#Musik #Musisi Indonesia #Musik Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Synchronize Fest 2026 Siapkan Deretan Special Show, Bawa Cerita Lintas Generasi Musik Indonesia
Synchronize Fest 2026 menghadirkan special show Geisha, Project Pop, Warkop DKI, Emo Revival, Reggae Gang hingga Timur Basudara.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Oktober 2026
Synchronize Fest 2026 Siapkan Deretan Special Show, Bawa Cerita Lintas Generasi Musik Indonesia
ShowBiz
Dialog Dini Hari Buka Babak Baru Lewat Album 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi', tentang Kehilangan dan Menemukan Kembali
Dialog Dini Hari menghadirkan album terbaru 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi' berisi delapan lagu, lahir dari perubahan, kehilangan, dan pencarian rasa rumah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Dialog Dini Hari Buka Babak Baru Lewat Album 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi', tentang Kehilangan dan Menemukan Kembali
ShowBiz
D’MASIV Bicara soal Cinta yang Tak Berhenti di Perasaan lewat 'Till We’re Old'
D’MASIV kembali dengan single terbaru 'Till We’re Old', yang mengangkat kisah cinta, komitmen, dan keinginan untuk terus bersama hingga usia senja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
D’MASIV Bicara soal Cinta yang Tak Berhenti di Perasaan lewat 'Till We’re Old'
ShowBiz
Slowdive hingga Caribou Siap Ramaikan Joyland Sessions 2026, Intip Daftar Lenkap Penampilnya
Joyland Sessions 2026 digelar 28–29 November di GBK City Park, Jakarta. Ada 16 penampil dari 7 negara, termasuk Slowdive dan Caribou.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Slowdive hingga Caribou Siap Ramaikan Joyland Sessions 2026, Intip Daftar Lenkap Penampilnya
ShowBiz
8 Panggung, Banyak Genre, dan Generasi Berbeda Bertemu di Synchronize Fest 2026
Synchronize Fest 2026 memasuki tahun ke-11 dengan delapan panggung, kurasi musik beragam, serta penampil lintas genre dan generasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
8 Panggung, Banyak Genre, dan Generasi Berbeda Bertemu di Synchronize Fest 2026
ShowBiz
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Tove Lo merilis album studio keenam, ESTRUS. Berisi 13 lagu electro-pop, album ini mengeksplorasi hasrat, keraguan, kebebasan, dan emosi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Dunia
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
Rekaman tersebut dikumpulkan teknisi suara Oasis, Huw Richards, yang bekerja bersama band ini sejak perilisan album debut mereka 'Definitely, Maybe
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
ShowBiz
Lewat 'Maju Satu Satu', Tsaqib Ungkap Rasa Takut dan Keberanian Menyambut Babak Baru
Tsaqib memperkenalkan single 'Maju Satu Satu', lagu personal tentang rasa cemas, keberanian, ketidakpastian, dan persiapannya menjadi seorang ayah.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Lewat 'Maju Satu Satu', Tsaqib Ungkap Rasa Takut dan Keberanian Menyambut Babak Baru
ShowBiz
Masuki Tahun ke-11, Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Musik hingga Gerakan Lingkungan
Synchronize Fest 2026 memasuki tahun ke-11 dengan tema “It’s Not Just a Festival, It’s a Movement” pada 16-18 Oktober di Gambir Expo Kemayoran.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Masuki Tahun ke-11, Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Musik hingga Gerakan Lingkungan
ShowBiz
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
Koleksi tersebut ditempatkan berdampingan dengan memorabilia sejumlah musisi legendaris dunia, termasuk Michael Jackson.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
Bagikan