Dua Penyandera Gereja di Prancis Tewas Ditembak Polisi
Polisi mengamankan jalan di depan gereja St Etienne du Rouvray, Prancis (foto screenshot Sky News)
MerahPutih Internasional - Dua pria bersenjata pisau yang menyandera sejumlah orang di dalam gereja di dekat Rouen meregang nyawa setelah ditembak polisi. Salah seorang sandera menjadi korban dalam peristiwa penyaderaan yang mencekam itu.
Peristiwa penyanderaan ini berlangsung pagi pukul 9:00 waktu setempat. Dilaporkan Reuters, Selasa (26/7) pihak kepolisian setempat telah melumpuhkan dua penyandera pandeta dan biarawati di dalam gereja St Etienne du Rouvray, Prancis. Di pihak sandera, seorang pendeta yang berusia 92 tahun tewas setelah digorok lehernya dengan pisau oleh penyandera.
Presiden Prancis Francois Hollande dan Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve dalam perjalanan ke kota tersebut untuk mendapatkan penjelasan polisi.
BACA JUGA:
- Aksi Gokil Michelle Obama 'Carpool Karaoke'
- Polisi Khusus Anti Teror Jerman Buru 3 Pelaku Penembakan
- Tiga Orang Bersenjata Menembaki Pengunjung Mall
- Aksi Penembakan di Munich 6 Orang Tewas
- 50 Tewas, 53 Luka-luka dalam Serangan di Klub Gay Orlando
Bagikan
Berita Terkait
Prancis Larang Anak di Bawah 15 Tahun Gunakan Media Sosial
Khidmat Umat Kristiani Ibadah Malam Natal 2025 di GPIB Immanuel Jakarta
Papan Nama Gereja Katolik Santo Joannes Baptista Parung Diresmikan, Romo Paroki: Komitmen Hidup Berdampingan dan Toleransi Beragama yang Baik
Kemenag Pasang Papan Nama Gereja Katolik Santo Joannes Baptista Parung, Bukti Negara Hadir untuk Umat Nasrani
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Perampokan Museum Louvre, Empat Tersangka lagi Ditahan atas Tuduhan Terlibat Kejahatan Terorganisasi
Prancis Lolos ke Piala Dunia Usai Cukur Ukrania, Kylian Mbappe dan Sentuhan Magis Olise Jadi Sorotan
2 Negara Eropa Desak Pembatasan Hak Veto di Dewan Keamanan PBB, Hambat Tindakan Kemanusian
Ibu Negara Prancis Brigitte Macron Disebut Kena Gangguan Kecemasan karena Dituduh sebagai Laki-Laki
Dua Tersangka Pencurian Museum Louvre Mengakui Keterlibatan Mereka, tapi hanya Sebagian