DPRD DKI Minta Pemprov Jaga Ketahanan Pangan Jakarta di Tengah Konflik Timur Tengah

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 30 Maret 2026
DPRD DKI Minta Pemprov Jaga Ketahanan Pangan Jakarta di Tengah Konflik Timur Tengah

Stok beras yang terdapat di Gudang Bulog, Jakarta. (ANTARA/HO-Bulog)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, meminta Pemprov DKI untuk melakukan antisipasi terkait stabilisasi ketahanan pangan di tengah gejolak konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.

"Di tengah situasi Timur Tengah yang tidak sedang baik-baik saja, kita harus menjaga ketahanan pangan di Jakarta," kata Khoirudin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (30/3).

Khoirudin menyebutkan, Pemprov DKI bersama DPRD juga tengah mengawal implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang memberikan kewenangan khusus bagi Jakarta, termasuk dalam memastikan ketersediaan pangan bagi warganya.

Khoirudin mengingatkan, Jakarta berada dalam posisi rentan karena tidak memiliki sawah maupun lahan pertanian.

Baca juga:

Saat 11.000 Serang ke Iran Akhirnya Bikin Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Dampak Perang

Ketergantungan terhadap pasokan dari daerah lain membuat pengawasan stok menjadi krusial, terutama di tengah potensi gangguan rantai pasok global.

"Jakarta tidak memiliki sawah atau lahan pertanian, sehingga kita harus memastikan ketersediaan pangan untuk 11,6 juta penduduk tetap aman," ucapnya.

Jadi, DPRD DKI telah meminta Gubernur Pramono Anung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan guna memastikan stok tetap terkendali.

Meski mengakui adanya kekhawatiran, Khoirudin menyebut hingga kini belum ada dampak signifikan terhadap pasokan pangan di ibu kota. Ia menekankan pentingnya menjaga cadangan strategis.

Baca juga:

Anggaran Belanja Pegawai Dibatasi, Pramono Janji Tidak Pecat PPPK

"Biasanya saat Idulfitri, stok beras di gudang harus mencapai 12.500 ton. Peredaran minimal 30 ribu ton, dan itu harus aman untuk 2 hingga 3 bulan ke depan," ungkapnya.

Ia memastikan akan turun langsung melakukan sidak dalam waktu dekat untuk mengecek ketersediaan beras di lapangan. Langkah ini diharapkan dapat menjamin stabilitas pasokan dan mencegah gejolak harga di tengah ketidakpastian global. (Asp)

#Pemprov DKI Jakarta #Harga Pangan #DPRD DKI Jakarta #Konflik Timur Tengah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
JRF 2026 Digelar 24-25 Oktober, Peserta dengan Bib Resmi Bisa Naik Transportasi Publik Rp 0
Jakarta Running Festival 2026 digelar 24-25 Oktober. Peserta dengan bib resmi bisa menggunakan MRT, LRT, Transjakarta, dan Transjabodetabek dengan tarif Rp 0.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
JRF 2026 Digelar 24-25 Oktober, Peserta dengan Bib Resmi Bisa Naik Transportasi Publik Rp 0
Indonesia
DKI Rencanakan Obligasi Rp 5,6 Triliun, Pramono: Tunggu Izin Pemerintah Pusat
Pemprov DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027-2028. Pramono menyebut penerbitan masih menunggu persetujuan pusat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
DKI Rencanakan Obligasi Rp 5,6 Triliun, Pramono: Tunggu Izin Pemerintah Pusat
Indonesia
Penataan Lapangan Banteng Capai 63 Persen, Ditargetkan Selesai November 2026
Lapangan Banteng akan semakin nyaman dikunjungi. Proses penataan kini sudah mencapai 63 persen, kemudian rampung November 2026.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Penataan Lapangan Banteng Capai 63 Persen, Ditargetkan Selesai November 2026
Indonesia
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
DPRD DKI Jakarta meminta pengelolaan data desil dikembalikan kepada Pemprov DKI setelah perubahan pemeringkatan berdampak pada bansos dan KJP.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
Indonesia
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan disesuaikan mulai 1 Januari 2027. DPRD DKI masih mengkaji besaran tarif baru.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Indonesia
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Kasus influenza di Jakarta mengalami kenaikan. Pramono Anung menyebut peningkatan masih kecil, sementara Dinkes mencatat ISPA naik 15,7 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Indonesia
Transportasi Umum Jakarta Gratis untuk 21 Golongan, Ini 6 Kelompok Tambahannya
Pemprov DKI Jakarta akan menambah enam golongan penerima transportasi umum gratis. Total penerima subsidi naik transportasi menjadi 21 golongan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Transportasi Umum Jakarta Gratis untuk 21 Golongan, Ini 6 Kelompok Tambahannya
Indonesia
Mulai 2027 Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Naik, Ini Kata Pramono Anung
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek dipastikan naik mulai 1 Januari 2027. Besaran tarif baru belum diumumkan Pemprov DKI Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Mulai 2027 Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Naik, Ini Kata Pramono Anung
Indonesia
Bansos PKD September 2026 Cair, 219.252 Warga Jakarta Terima KAJ, KLJ, dan KPDJ
Pemprov DKI Jakarta mencairkan bansos PKD September 2026 kepada 219.252 penerima KAJ, KLJ, dan KPDJ. Ini rincian penerimanya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Bansos PKD September 2026 Cair, 219.252 Warga Jakarta Terima KAJ, KLJ, dan KPDJ
Indonesia
Pemprov DKI Keruk Anak Kali Krukut Setelah Hampir 60 Tahun, Penataan Ditargetkan Rampung 2028
Pemprov DKI mengeruk Anak Kali Krukut di Kebon Melati setelah hampir 60 tahun. Penataan sepanjang 2,3 km ditargetkan rampung 2028.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Pemprov DKI Keruk Anak Kali Krukut Setelah Hampir 60 Tahun, Penataan Ditargetkan Rampung 2028
Bagikan