DPR Diminta Fokus Pada Tupoksi Kepolisian Saat Fit and Proper Test Listyo Sigit

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 18 Januari 2021
DPR Diminta Fokus Pada Tupoksi Kepolisian Saat Fit and Proper Test Listyo Sigit

Ilustrasi - Gedung DPR/MPR RI, Jakarta. (ANTARA FOTO/Fauzan/foc.)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Vice President Organization of Islamic Cooperation (OIC) Youth Indonesia Akmal Rusli, meminta DPR tak mempersoalkan hal-hal diluar konteks track record dan kepolisian Komjen Listyo Sigit Prabowo saat fit and proper test. Kepolisian adalah aparat penegak hukum dan tidak ada berhubungan dengan hal lain di luar itu.

"Jangan sampai kita terjebak oleh hal-hal yang diluar aturan kepolisian yang tidak ada hubungannya dengan tugas pokok maupun fungsi kepolisian," ujar Akmal, Senin (18/1).

Baca Juga:

Komjen Listyo Pegang Suara Partai Besutan Amien Rais, Tapi Ada Pesan Khusus

Jika pertanyaan terhadap Listyo diluar konteks Kepolisian, maka masyarakat gagal mendapatkan Kapolri yang memiliki jejak rekam bersih dan berdedikasi tinggi.

Menyangkut kepada persoalan lainnya, termasuk agama, Akmal tidak mempermasalahkan hal tersebut. Seharusnya persoalan agama ini sudah selesai, sebab negara ini dibangun atas kebhinnekaan alias berbeda-beda agama.

"Jadi, jangan lagi dipersoalkan perihal agama," tegas pemuda asli Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) ini.

Sejarah lahirnya bangsa dan negara ini, kata Akmal, adalah karena rasa kebersamaan dan persatuan antar umat beragama. Akmal yakin, mantan ajudan Presiden Joko Widodo itu merupakan orang yang tepat untuk menjadi kapolri.

"Sebab, beliau sudah terbukti memiliki track record yang bersih dan berintegritas sebagai seorang polisi," jelasnya.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, calon tunggal Kapolri yang telah diajukan Presiden Jokowi ke DPR RI. (ANTARA /Sigid Kurniawan/Nz/aa)
Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, calon tunggal Kapolri yang telah diajukan Presiden Jokowi ke DPR RI. (ANTARA /Sigid Kurniawan/Nz/aa)

Komisi III DPR mengundurkan jadwal tes makalah calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo yang awalnya direncanakan pada Senin (18/1) menjadi Selasa (19/1).

Menurut Ketua Komisi III DPR, Herman Hery, pada jadwal awal, proses fit and proper test akan dimulai dengan rapat dengar pendapat dengan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK).

Yakni pada Kamis (14/1). Namun nyatanya, pada hari itu, yang hadir hanya PPATK. "Sehingga untuk Kompolnas diundur Senin," kata Herman Herry kepada wartawan.

Baca Juga:

Komisi III Beberkan Track Record Keuangan Calon Kapolri Komjen Listyo

Akibatnya, jadwal yang seharusnya untuk tes makalah akan diundur menjadi Selasa keesokan harinya. Pada Rabu (20/1), akan digelar proses wawancara dan tanya jawab.

Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani, menyatakan pihaknya optimis jadwal proses fit and proper test itu bisa dipenuhi dengan baik. Dia memrediksi, persetujuan atau penolakan nama Sigit yang diajukan presiden bisa diselesaikan pada minggu depan. "Saya optimistis ini bisa diselesaikan," kata Arsul. (Knu)

#Kapolri #Calon Kapolri #Kapolri Listyo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
3 Perusahaan Asing Jadi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Bareskrim Polri telah meningkatkan 98 laporan polisi (LP) mengenai korporasi terkait karhutla ke tingkat penyidikan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
3 Perusahaan Asing Jadi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Indonesia
Propam Polri Turun Tangan Tangani Polisi Tembak Polisi
Tim penyidik telah selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menyita sejumlah barang bukti.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Propam Polri Turun Tangan Tangani Polisi Tembak Polisi
Indonesia
Kapolri Usut 98 Kasus Karhutla, Ungkap Dugaan Keterlibatan Pihak Asing
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyebut Polri mengusut 98 kasus karhutla dan mendalami dugaan keterlibatan pihak asing, termasuk dari negara tetangga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
Kapolri Usut 98 Kasus Karhutla, Ungkap Dugaan Keterlibatan Pihak Asing
Indonesia
Kapolri Sebut Ada Dugaan Pidana Pasar Modal, Siap Ambil Tindakan Tegas
Ia berjanji akan mengusut dugaan pelanggaran maupun tindak pidana di pasar modal.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Kapolri Sebut Ada Dugaan Pidana Pasar Modal, Siap Ambil Tindakan Tegas
Indonesia
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Dari 61 saham yang masuk daftar high shareholding concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi, sedikitnya 31 saham telah diperiksa
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Indonesia
Kapolri Kerahkan Motor Trail dan ATV Dukung Pemadaman Karhutla Lewat Jalur Darat
Operasi, tegas ia, tidak hanya mengandalkan pengerahan personel, tetapi juga pemanfaatan peralatan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Kapolri Kerahkan Motor Trail dan ATV Dukung Pemadaman Karhutla Lewat Jalur Darat
Indonesia
Mutasi Gelombang Tiga, Kapolri Sasar Bintang Satu dan Kombes
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, rotasi tersebut merupakan bagian dari pembinaan karier sekaligus penyesuaian kebutuhan organisasi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Mutasi Gelombang Tiga, Kapolri Sasar Bintang Satu dan Kombes
Indonesia
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Perintahkan Bawahan Memahami Masyarakat
Setiap anggota dituntut untuk menjalankan tugas secara bertanggung jawab dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Perintahkan Bawahan Memahami Masyarakat
Indonesia
Ratusan Kawasan Rawan Narkoba Tumbuh di Indonesia, IPW: PR Kapolri
Pemetaan kawasan rawan narkoba dapat menjadi acuan bagi kepolisian dalam menentukan prioritas operasi, terutama di wilayah yang selama ini dikenal sebagai pusat peredaran narkotika.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Ratusan Kawasan Rawan Narkoba Tumbuh di Indonesia, IPW: PR Kapolri
Indonesia
IPW Minta Kapolri Suyudi Jadikan Pemberantasan Narkoba Program 100 Hari Kerja
Kapolri perlu memerintahkan Kabareskrim dan seluruh kapolda agar meningkatkan operasi di wilayah yang selama ini dikenal sebagai pusat peredaran narkoba.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
IPW Minta Kapolri Suyudi Jadikan Pemberantasan Narkoba Program 100 Hari Kerja
Bagikan