MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap koordinasi dan integrasi pusat kendali perjalanan kereta api setelah tragedi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
“Integrasikan komunikasi pusat kendali jalur kereta. Khususnya yang layanannya berbeda atau tidak sejenis, karena sepertinya koordinasi berbeda,” kata Andi, dalam keterangannya kepada media, Kamis (30/4).
Baca juga:
Korban Tewas Tabrakan Kereta Bekasi Bertambah 1 Lagi Jadi 16 Orang, Ini Identitasnya!
Evaluasi Sistem Proteksi
Menurut Andi, satu gangguan kecil dapat berkembang menjadi kecelakaan besar apabila mekanisme proteksi berlapis tidak bekerja optimal.
Evaluasi, lanjut dia, tidak boleh berhenti pada pencarian kesalahan teknis individual, tetapi harus menyentuh aspek mendasar.
"Apakah sistem persinyalan, komunikasi lapangan, prosedur penghentian darurat, dan koordinasi antaroperator telah benar-benar dirancang untuk menghadapi kondisi gangguan berlapis dalam koridor lalu lintas sepadat ini,” tuturnya.
Baca juga:
Komisi V DPR Soroti Pintu Perlintasan Manual dan Masalah Sinyal di Tabrakan Kereta Bekasi
Jalur Bersama Butuh Kendali Presisi
Andi menilai jalur rel yang digunakan bersamaan oleh berbagai jenis layanan kereta membutuhkan sistem pengendalian lebih presisi.
“PT KAI harus mampu menyiapkan sistem komunikasi dan pengendalian terintegrasi sehingga dapat mengontrol setiap pergerakan kereta, meski berbeda layanan,” tandasnya. (Knu)