Dosen ITB Bikin Gitar Terinspirasi Trisula Majapahit

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 11 Mei 2023
Dosen ITB Bikin Gitar Terinspirasi Trisula Majapahit

Trisula dikenal sebagai tombak bermata tiga. (Pixabay/Joyjit_as_JC)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SENJATA tradisional trisula atau yang lebih dikenal sebagai tombak bermata tiga secara filosofis merepresentasikan tiga entitas atau unsur. Representasi dari masa lalu, sekarang, dan masa depan. Bentuk dari trisula yang unik kemudian menarik perhatian Dosen Seni Rupa ITB Harry Nuriman untuk dibuat versi gitar.

Menurut beberapa sumber, di Indonesia trisula kerap ditemukan pada arca dan relief di dinding Candi Prambanan, Candi Sukuh, dan Candi Penataran. Selain itu, di daerah lain seperti Sumatera Selatan, beberapa jenis trisula juga ditemukan terpasang sebagai ujung tombak.

Baca Juga:

Mengenal Seni Calung Kang Epot, Tetap Eksis di Milenial

trisula
Trisula Majapahit dimodifikasi menjadi gitar. (Humas ITB)

Harry Nuriman bersama dosen di KK Ilmu-Ilmu Kemanusiaan FSRD ITB mencoba mentransformasikan bentuk unik dari trisula menjadi instrumen musik gitar. Alasan dipilih trisula karena memiliki banyak makna simbolis dan berbobot kearifan lokal untuk dapat dikomunikasikan dengan bahasa visual dan pertunjukkan.

“Penelitian diawali dengan melakukan wawancara kepada informan terpilih yang mewakili lima kelompok profil yang berbeda. Yaitu pembuat alat musik berdawai, pemain gitar profesional, penikmat musik, akademisi, dan orang awam untuk memenuhi kriteria sampel berdasarkan tujuan yang dimiliki. Hal ini dilakukan untuk dapat memilih bahan, memperkuat desain, dan menerjemahkan gagasan filosofis dari trisula ke dalam bentuk gitar listrik,” ujarnya, dikutip Rabu (10/5).

Harry mengatakan bahwa,berdasarkan hasil wawancara dengan informan, body gitar yang dijadikan acuan adalah bentuk trisula Majapahit. Karena bentuknya lebar sehingga memungkinkan untuk dapat disematkan peralatan elektronik di dalamnya. Lalu berdasarkan masukan dari informan lain, gitar didesain berbentuk lurus menyerupai gagang atau tombak dan headless atau tanpa kepala. Gunanya untuk menghindari terjadinya neck dive yaitu suatu kondisi ketika headstock gitar terasa lebih berat dari body.

Setelah tahap pembuatan gitar selesai, dilakukan pengujian kepada informan terpilih untuk mendapat saran yang dikelompokkan menjadi tiga bagian. Yakni aspek teknis yang berkaitan dengan keluaran suara dan kenyamanan pengguna, aspek afektif yang berkaitan dengan komunikasi sentik atau emosional, dan aspek kognitif yang berkaitan dengan pemahaman informan mengenai makna dari trisula setelah menggunakan gitar.

Baca Juga:

Terompet Pencak Khas Pasundan

trisula
Trisula kerap ditemukan pada arca dan relief di dinding candi. (Pixabay/neptunestrident)

Dari proses pengujian dan wawancara kembali dengan para informan, gitar listrik yang dibuat disimpulkan dapat berfungsi dengan baik dengan visual yang menarik. Gitar trisula ini juga memenuhi aspek afektif dan kognitif yang membuat para informan merasakan perasaan gembira, cinta, dan hormat serta juga dapat menjadi pengingat terhadap bentuk-bentuk dari trisula yang ada. Meskipun demikian, gitar ini dinilai masih terdapat kekurangan pada aspek audial yang kurang maksimal saat tidak digunakan efek apapun.

Selanjutnya, masih perlu dilakukan perhitungan biaya produksi agar TKT gitar listrik ini bisa mencapai 100% dan juga dilakukan perbaikan dari sisi audio. Selain itu, perlu juga dilakukan pengujian pada sampel yang lebih luas serta dilakukan kajian terkait fluktuasi popularitas performer saat membawakan artefak budaya tradisional yang tidak populer ke dalam pementasan budaya populer.

Dengan memperkenalkan konsep gitar trisula yang dapat berfungsi sebagai alat pendidikan pelestarian budaya pada alat musik modern, tim peneliti percaya bahwa jika terus dilakukan perkembangan untuk mengaplikasikan kearifan lokal dan budaya nusantara ke dalam produk budaya pop dan modern baik dalam skala rumahan maupun dalam skala industri kreatif, kearifan dan budaya lokal dapat berjaya di kancah internasional. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Kentrung, Seni Sastra Lisan Tuban dari Zaman Walisongo

#Tradisi #Wisata #Musik
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

ShowBiz
Guernica Club Rilis 'Curtains', Lagu Intim tentang Bertahan dan Harapan
Liriknya memanfaatkan simbol cahaya, bayang-bayang, dan tirai sebagai gambaran batin seseorang yang nyaris tenggelam, tetapi masih berupaya bertahan.
Dwi Astarini - 2 jam, 38 menit lalu
Guernica Club Rilis 'Curtains', Lagu Intim tentang Bertahan dan Harapan
ShowBiz
Ado Resmi Bawakan Lagu Opening Terbaru Anime Chibi Maruko-chan 'Odoru Ponpokorin'
Penyanyi Ado resmi membawakan 'Odoru Ponpokorin' sebagai lagu pembuka terbaru anime legendaris Chibi Maruko-chan yang ikonik sejak 1990.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Januari 2026
Ado Resmi Bawakan Lagu Opening Terbaru Anime Chibi Maruko-chan 'Odoru Ponpokorin'
ShowBiz
Sabrina Carpenter Hadirkan Single 'Such a Funny Way', Curahan Emosi soal Cinta Sepihak
Sabrina Carpenter merilis lagu 'Such a Funny Way' sebagai bonus track album Man’s Best Friend. Lagu ini mengungkap luka dan kebingungan dalam cinta sepihak.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Januari 2026
Sabrina Carpenter Hadirkan Single 'Such a Funny Way', Curahan Emosi soal Cinta Sepihak
Indonesia
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Perjalanan dengan kereta api kini dimaknai sebagai momen menikmati waktu, suasana, dan keindahan alam di sepanjang jalur rel.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
ShowBiz
Daniel Dyonisius dan Varnasvara Rilis 'Wanita', Lagu Kontemplatif tentang Kekerasan dan Trauma Perempuan
'Wanita' adalah single terbaru Daniel Dyonisius bersama Varnasvara. Lagu ini mengangkat kekerasan terhadap perempuan, trauma 1998, dan refleksi hidup-mati.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Januari 2026
Daniel Dyonisius dan Varnasvara Rilis 'Wanita', Lagu Kontemplatif tentang Kekerasan dan Trauma Perempuan
ShowBiz
Portura Debut di Bandung, Kolaborasi Spesial di Lintas Resonan
Lintas Resonan kembali digelar di Bandung pada 8 Januari 2026. Mengusung tema Meretas Batas, hadirkan kolaborasi musisi lintas generasi lewat proyek Portura.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Januari 2026
Portura Debut di Bandung, Kolaborasi Spesial di Lintas Resonan
ShowBiz
Makna Lirik Lagu 'Republik Fufufafa' Slank, Satir Tajam soal Kondisi Bangsa
Slank merilis single terbaru 'Republik Fufufafa'. Lagu ciptaan Bimbim ini sarat kritik sosial, menyentil moralitas, pendidikan, dan praktik kekuasaan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Januari 2026
Makna Lirik Lagu 'Republik Fufufafa' Slank, Satir Tajam soal Kondisi Bangsa
ShowBiz
Daniel Seavey Hadirkan Lagu Patah Hati Sarat Emosi 'Sleeping With The Lights On', Simak Liriknya
Daniel Seavey hadirkan lagu 'Sleeping With The Lights On' via album Second Wind. Lagu pop emosional ini menggambarkan patah hati, kehilangan, dan kerinduan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Januari 2026
Daniel Seavey Hadirkan Lagu Patah Hati Sarat Emosi 'Sleeping With The Lights On', Simak Liriknya
Berita Foto
Mengunjungi Pameran Simfoni Perjuangan: Mengubah Derap di Masa Perjuangan di Museum Sejarah Jakarta
Pengunjung mendengarkan musik dalam pameran bertajuk Simfoni Perjuangan: Mengubah Derap di Masa Perjuangan di Museum Sejarah Jakarta, Jum'at (2/1/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 02 Januari 2026
Mengunjungi Pameran Simfoni Perjuangan: Mengubah Derap di Masa Perjuangan di Museum Sejarah Jakarta
ShowBiz
T.O.P Comeback, Rilis Video Teaser untuk Album Baru ‘Top Spot – Another Dimension’
Pada 1 Januari, T.O.P mengunggah sebuah video pendek di Instagram miliknya dengan menuliskan kata-kata ‘Top Spot – Another Dimension’.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
 T.O.P Comeback, Rilis Video Teaser untuk Album Baru ‘Top Spot – Another Dimension’
Bagikan