Daniel Dyonisius dan Varnasvara Rilis 'Wanita', Lagu Kontemplatif tentang Kekerasan dan Trauma Perempuan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Januari 2026
Daniel Dyonisius dan Varnasvara Rilis 'Wanita', Lagu Kontemplatif tentang Kekerasan dan Trauma Perempuan

Daniel Dyonisius lepas single baru. (foto: dok/daniel dyonisius)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wanita menjadi single terbaru dari Daniel Dyonisius bersama Varnasvara. Lagu ini sepenuhnya ditulis oleh Daniel Dyonisius dan melanjutkan benang merah karya-karya sebelumnya, yakni Relung dan Kinasih.

Masih konsisten dengan identitas musikal Varnasvara, “Wanita” menghadirkan perenungan mendalam tentang hidup dan mati, sekaligus relasi antara ranah jasmani dan spiritual—tema yang relatif jarang dieksplorasi secara serius dalam lanskap musik populer Indonesia.

Inspirasi lagu ini berangkat dari maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan yang terus terjadi di masyarakat. Namun, berbeda dari rilisan sebelumnya, Wanita hadir dengan sudut pandang historis yang kuat dan sarat makna.

Lirik lagu bertutur melalui pergantian sudut pandang orang ketiga dan orang kedua untuk mengisahkan kematian Ita Martadinata, seorang aktivis yang mendampingi perempuan penyintas kekerasan pada peristiwa Mei 1998. Tragedi tersebut direfleksikan bukan hanya sebagai luka sejarah, tetapi juga sebagai momentum kelahiran demokrasi di Indonesia.

Baca juga:

Makna Lirik Lagu 'Republik Fufufafa' Slank, Satir Tajam soal Kondisi Bangsa

Portura Debut di Bandung, Kolaborasi Spesial di Lintas Resonan

Nosstress Angkat Realitas Sosial lewat Lirik dalam Lagu 'Semakin Jauh'

Kerusuhan 1998 dalam lagu ini dimaknai sebagai metafora tentang maskulinitas, naluri kebinatangan manusia, serta pergulatan sisi gelap dalam diri, di mana kekerasan kerap menjadi pemicu perubahan—meski dengan harga kemanusiaan yang mahal—menuju pembebasan dari penindasan.

Secara tematik, Wanita juga menyoroti trauma lintas generasi dan proses penyembuhannya, terutama bagi perempuan Tionghoa Indonesia yang menjadi korban berbagai bentuk kekerasan massal dan konflik sipil pada 1998.

Dari sisi musikal, efek tremolo yang terdengar konsisten sepanjang lagu menciptakan respons emosional yang kuat. Elemen ini menjadi simbol kekerasan yang mengguncang dan merusak tubuh serta jiwa perempuan, sekaligus menegaskan suasana kelam yang menyelimuti narasi lagu.

Meski sarat kegelapan, Wanita tetap menawarkan ruang katarsis. Pada bagian outro, lagu ini menggambarkan jiwa Ita yang telah melepaskan diri dari raga, sementara keberanian dan perjuangannya menjelma menjadi gagasan yang melampaui kefanaan tubuh manusia. Secara paradoks, kisah ini justru menggerakkan semangat menuju kebebasan yang lebih menyeluruh. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
'Feather Lungs' Laura Gibson menghadirkan nuansa folk yang lembut dan puitis, mengeksplorasi kerentanan, kerinduan, hubungan, serta perubahan hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 Agustus 2026
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
ShowBiz
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
Lirik 'BISA GAK SIH?' mengajak pendengarnya untuk sesekali berhenti, mengambil napas, dan memberikan kesempatan beristirahat.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
ShowBiz
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
'Head Over Heels' menjadi salah satu lagu JD McPherson dalam album Let The Good Times Roll yang memadukan rock and roll, rhythm and blues, dan nuansa retro.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
ShowBiz
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
Lagu ini lahir dari pengalaman personal Tomiyang setelah kehilangan sang ibu.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
ShowBiz
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
Barry Can't Swim merilis single terbaru 'Dance Dance Dance!' yang terpengaruh French touch, dengan synth berkilau, keytar, dan vokal berbahasa Prancis.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
ShowBiz
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
Petra Sihombing kembali dengan single 'Bangga', lagu yang bercerita tentang rasa kagum dan bangga melihat seseorang yang dikenal lama akhirnya meraih impian.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
ShowBiz
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
Budi Doremi mengangkat kisah seseorang yang mulai menyadari bahwa perasaan yang ia berikan tidak mendapatkan balasan yang setara.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
ShowBiz
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
510 kembali dengan 'Heavy Lies The Crown'. Single ini mengangkat tema spiritual dan pergulatan batin.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
ShowBiz
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
NiMBY melanjutkan kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' bersama Ombags NTRL. Lagu ini mengajak pendengar berani bangkit dan mengejar mimpi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
ShowBiz
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Icona Pop kembali dengan album 'Ritual' dan single 'Hurt'. Album electro-pop ini mengangkat persahabatan, motherhood, patah hati, penyembuhan, dan transformasi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Bagikan