Donald Trump Bisa Jadi Pemicu, BRICS Tak Akan Terlalu Menguntungkan Indonesia

Frengky AruanFrengky Aruan - Rabu, 08 Januari 2025
Donald Trump Bisa Jadi Pemicu, BRICS Tak Akan Terlalu Menguntungkan Indonesia

Menlu RI Sugiono bersama pemimpin BRICS. (Dok. Kemlu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Keputusan Indonesia gabung ke aliansi BRICS menuai tanda tanya. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, aliansi BRICS tidak begitu memberikan keuntungan bagi Indonesia.

Alasannya, ekonomi salah satu pentolan BRICS, China diproyeksikan akan melambat.

“Khususnya pascakembali terpilihnya (Presiden AS terpilih) Donald Trump yang memicu proteksionisme dagang. Ditambah, kekhawatiran ketergantungan yang semakin kuat pada China masih menghantui Indonesia,” kata Bhima kepada wartawan di Jakarta dikutip Rabu (8/1).

Tantangan ke depan bagi negara anggota BRICS, termasuk Indonesia di pasar global, adalah Donald Trump. Sebab, Trump diduga akan melakukan ancaman pada negara anggota BRICS apabila melakukan dedolarisasi.

Baca juga:

Indonesia Masuk BRICS, Gerindra Sebut Wujud Sejati Politik Bebas Aktif

Jika, AS memberlakukan tarif 100 persen pada negara anggota BRICS, tentu Indonesia akan terkena imbas dari kebijakan tersebut, tidak bisa dipungkiri ini juga akan menjadi tantangan bagi ekonomi Indonesia dalam jangka waktu pendek atau menengah.

Hal ini juga akan menyebabkan penurunan tajam pada volume ekspor, terutama untuk produk-produk yang sangat bergantung pada pasar AS.

Bhima menuturkan, Indonesia mesti mengambil peluang semaksimal mungkin.

“Indonesia berpeluang untuk berpartisipasi dalam solidaritas negara-negara Selatan atau global South dalam mengurangi hegemoni Barat,” kata Bhima

Dia mencontohkan, negara aliansi BRICS lain seperti Brasil, Afrika Selatan, India berpeluang menguasai ekonomi dunia.

"Jika terlalu pro-China, maka keanggotaan Indonesia di BRICS sebenarnya sia-sia, mereplikasi hubungan ekonomi dengan China yang sudah terlalu dominan," kata Bhima.

Baca juga:

BRICS Disebut Kubu Perlawanan Ekonomi Barat, Indonesia Harus Hati-Hati

Sebelumnya, Indonesia resmi menjadi anggota penuh blok ekonomi Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (BRICS). Posisi Indonesia yang sudah tak lagi sekadar mitra, melainkan menjadi anggota penuh.

Negara pemegang kepemimpinan blok tersebut menegaskan anggota lain sudah menyetujui masuknya Indonesia ke dalam BRICS. (Knu)

#BRICS #Donald Trump #Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Dunia
Pemimpin BRICS Kecam dan Serukan Isrel Tarik Pasukan dari Palestina dan Lebanon dan Suriah
Para pemimpin BRICS juga menyatakan “komitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan keutuhan wilayah Suriah”.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Pemimpin BRICS Kecam dan Serukan Isrel Tarik Pasukan dari Palestina dan Lebanon dan Suriah
Bagikan