DK PBB Segera Lakukan Pemungutan Suara Proposal Gencatan Senjata di Gaza Usulan AS
Arsip - Foto udara menunjukkan bangunan dan mobil yang hancur pasca serangan Israel yang berlanjut di Rafah, Gaza, Palestina. ANTARA/Anadolu Agency
MerahPutih.com - Serangan militer pada Sabtu (8/6) melalui udara, darat dan laut di Nuseirat dan Deir el-Balah di Gaza tengah adalah yang terburuk sejak bulan Oktober dan para dokter menggambarkan pemandangan di dalam Rumah Sakit Al-Aqsa sebagai pertumpahan darah total.
Kantor Media Pemerintah di Gaza melansir, jumlah korban tewas dalam serangan militer terbaru Israel di Jalur Gaza dilaporkan meningkat menjadi 226 orang dan lebih dari 400 orang terluka.
Jerman menegaskan kembali kebutuhan mendesak untuk gencatan senjata di Gaza yang dilanda perang menyusul serangan mematikan Israel yang tiada henti selama akhir pekan.
Wakil Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Christian Wagner menyatakan dukungannya terhadap proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan menyebutnya sangat positif.
Baca juga:
Rumah Sakit Martir Al-Aqsa Kewalahan Tangani Pasien Korban Serangan Israel
"Saya pikir kejadian akhir pekan ini sekali lagi menggarisbawahi betapa mendesaknya perjanjian ini, betapa mendesaknya gencatan senjata, betapa mendesaknya pembebasan sandera yang tersisa dan lebih banyak bantuan kemanusiaan di Gaza,” kata Wagner.
Juru Bicara Misi Amerika Serikat untuk PBB Nate Evans mengatakan pihaknya telah meminta pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB mengenai proposal gencatan senjata tiga tahap di Gaza.
"Israel telah menerima usulan ini dan Dewan Keamanan mempunyai kesempatan untuk berbicara dengan satu suara dan menyerukan Hamas untuk melakukan hal yang sama,” kata Evans sebagaimana dilaporkan Anadolu, Senin (10/6).
Evans menuturkan proposal yang telah diumumkan oleh Presiden Joe Biden tersebut akan memungkinkan pelaksanaan gencatan senjata segera, pembebasan sandera, penarikan pasukan Israel dari daerah berpenduduk pada tahap pertama, dan peningkatan segera bantuan kemanusiaan dan pemulihan layanan dasar.
Baca juga:
Menteri Kabinet Perang Israel Mengundurkan Diri, Tak Lagi Sejalan dengan Netanyahu
"Dan kembalinya warga sipil Palestina ke Gaza utara, bersama dengan peta jalan untuk mengakhiri krisis ini dan rencana rekonstruksi multi-tahun yang didukung internasional," katanya.
Sumber-sumber PBB mengindikasikan bahwa pemungutan suara tersebut dapat dimasukkan ke dalam agenda Dewan Keamanan pada awal pekan ini. (*)
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Indonesia Gabung Badan Internasional Trump, Prabowo Dinilai Sedang Cari Celah untuk Bela Palestina
Presiden Prabowo Teken BoP Charter di Davos, Sebut sebagai Peluang Nyata Perdamaian Gaza
Prabowo Tandatangani Piagam Board of Peace, Indonesia Kawal Perdamaian di Gaza
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Indonesia Setuju Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Donald Trump
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Nyatakan Indonesia siap Berperang Melawan Israel
SBY Cemas dan Khawatir Kondisi Geopolitik Picu Perang Dunia III
Israel Belum Siap Serangan Balasan, Trump Batalkan Serangan ke Iran
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
Kemenlu Tengah Berupaya Keluarkan WNI dari Yaman, Wilayah Udara Masih Ditutup