MerahPutih.com - Konglomerasi raksasa Grup Djarum resmi mengambil alih kendali penuh PT Narasi Citra Sahwahita, entitas perusahaan yang menaungi media digital populer, Narasi.
Lewat lengan investasinya, PT Global Digital International (GDI), Grup Djarum telah mengantongi persetujuan mutlak dari seluruh jajaran pemegang saham PT Narasi Citra Sahwahita untuk menuntaskan proses akuisisi.
Pergantian pengendali induk usaha Narasi ini juga telah mengantongi restu resmi dari Menteri Hukum Republik Indonesia per tanggal 2 September 2026.
Pengambilalihan perseroan oleh PT Global Digital International telah memperoleh persetujuan dari seluruh pemegang saham perseroan,
Direktur PT Narasi Media Sahwahita, Catharina Davy Sopamena, dikutip dari Bloombergtechnoz, Kamis (10/9).
Meski kepastian akuisisi sudah diketok palu, pihak manajemen hingga kini masih merahasiakan nilai transaksi pengambilalihan serta rincian detail struktur kepemilikan saham yang baru.
Baca juga:
Gurita Investasi Digital Djarum Dari Kumparan Hingga Narasi
Sebagai informasi, PT Global Digital International (GDI) merupakan entitas pendanaan strategis di bawah bendera GDP Venture, yakni perusahaan modal ventura milik Grup Djarum.
Gebrakan Djarum dalam mencaplok media digital lewat GDI sejatinya bukan hal baru. GDI sebelumnya telah lama menjadi kendaraan utama investasi Grup Djarum di jajaran startup digital dan perusahaan media ternama nasional, termasuk Kumparan.
PT Narasi Citra Sahwahita didirikan tiga trio Dahlia Citra, Najwa Shihab, dan Catharina Davy sejak 2018. Media berbasis kanal digital ini kemudian resmi terdaftar dan diverifikasi Dewan Pers pada 29 November 2019.
Najwa Shihab, satu dari tiga pendiri media Narasi. (Foto: Instagram/@najwashihab)
Jejak Rantai Investasi Djarum di Narasi Sejak 2018
Hubungan antara Grup Djarum dan Narasi sebenarnya sudah terjalin sejak awal perusahaan rintisan berdiri. Pada 2018, Grup Djarum bersama Go-Ventures (lengan investasi Gojek yang kini berganti nama menjadi Argor) masuk sebagai early investor untuk mengambil porsi saham minoritas.
Seiring berjalannya waktu, tepatnya pada 21 Oktober 2021, GDI menyalurkan pinjaman utang kepada Narasi demi menyokong tahap ekspansi bisnis mereka.
Baca juga:
Suami Najwa Shihab Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Stroke dan Pendarahan di Otak
Langkah penentu akuisisi ini akhirnya terjadi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tertanggal 29 Desember 2025. Para pemegang saham menyetujui konversi utang menjadi tambahan modal melalui kompensasi hak tagih.
Kewajiban penyetoran atas harga saham tersebut dialihkan menjadi 28 saham Seri D atau senilai Rp28 juta sebagai setoran saham baru di Narasi, yang secara bertahap memuluskan jalan Grup Djarum menjadi pemegang saham mayoritas hingga pengambilalihan penuh saat ini. (*)