BADAI pemutusan hubungan kerja (PHK) masih terus membayangi Amerika Serikat. Tak sedikit perusahaan besar yang memutuskan merumahkan para pegawai mereka.
Badai PHK tahun ini dimulai dari Spotify di Januari 2023 yang mengurangi 6 persen total pekerja mereka di seluruh dunia. Microsoft merumahkan 10 ribu pegawai mereka, sedangkan Amazon menghapus lebih dari 18 ribu pekerja di perusahaan mereka. Raksasa media sosial Meta memberhentikan 10.000 pegawai mereka. Perusahaan raksasa baru yang ikut tren PHK ini ialah Disney. Korporasi di bidang hiburan itu disebut siap merumahkan ribuan pekerja mereka.
BACA JUGA:
Kabar mengenai badai PHK di grup perusahaan Walt Disney ini menyeruak pada 27 Maret. Reuters yang mewartakannya setelah melihat dokumen yang dikirimkan CEO Disney ke para pegawainya. Dalam surat itu dijelaskan dalam rangka mengendalikan biaya yang dikeluarkan perusahaan ikonik itu, terdapat kebijakan perampingan. Dengan kebijakan itu, akan ada sekitar 7.000 pegawai yang dirumahkan.
Sebagaimana dilansir Channel News Asia, Selasa (28/3), gelombang awal yang akan ditargetkan untuk perampingan dalam grup perusahaan tersebut ialah bagian korporat pusat, Disney Entertainment, Disney Parks, serta Disney Experience and Products.
Kebijakan penghematan dari Walt Disney sebenarnya digadang-gadang sudah diprediksi para pengamat di Barat dengan salah satu faktornya ialah tren merugi di industri streaming.
Melalui Disney+, perusahaan tersebut berusaha berupaya bersaing dengan Netflix. Namun, berdasarkan laporan di kuartal pertama 2023, total subscribers dari layanan streaming Disney mengalami penurunan dari total 164,2 juta menjadi 161,8 juta.
BACA JUGA:
Berdasarkan surat yang dikirim Bob Iger kepada pegawai Walt Disney, pihaknya akan mulai mengabarkan gelombang pertama PHK sekitar empat hari setelah surat tersebut dikeluarkan.
Gelombang kedua PHK yang lebih besar akan dilakukan pada April dengan ribuan orang yang akan dirumahkan dan gelombang terakhir akan dilakukan sebelum musim panas 2023. Kebijakan itu diklaim CEO Disney tersebut sebagai langkah tegas guna menghemat dana perusahaan senilai USD 5,5 miliar atau setara dengan Rp 82,9 miliar.
CEO Disney itu menambahkan dalam suratnya bahwa langkah itu bukanlah sesuatu yang dianggap enteng. PHK berarti banyak kolega serta teman di grup Walt Disney yang sebelumnya membawa passion terhadap apa yang mereka lakukan di Disney harus kehilangan pekerjaan mereka.(aru)
BACA JUGA:

