MerahPutih.Com - Situasi pasca pertandingan antara Indonesia vs Kamboja di laga terakhir penyisihan Group B SEA Games 2017 benar-benar di luar kelaziman.
Setidaknya ada dua kejadian yang menyebabkan laga kontra Kamboja layak diberi catatan khusus. Baik bagi Timnas Indonesia dan Kamboja.
Pertama: insiden keributan antarpemain setelah wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Para pemain dan official Kamboja langsung menyerbu skuat Timnas U-22 melakukan provokasi. Tak ayal, ulah kurang sportif itu diladeni Hansamu Yama dan teman-temannya.
Beruntung provokasi keributan para pemain Kamboja dilerai oleh pihak keamanan dan offficial SEA Games 2017.
Kedua: setelah dikalahkan Indonesia dalam laga di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, Kamis (24/8) Kamboja membawa seluruh pemainnya menemui media.
Selama ini pada jumpa media setelah pertandingan, jajaran pelatih biasanya hanya membawa satu pemain. Namun, kondisi saat ini berbeda. Ada 16 pemain dan lima orang official timnas Kamboja yang mengIkuti berdiri didepan.
Media yang menunggu bahkan banyak beranggapan akan ada protes dari pihak Kamboja mengingat setelah pertandingan berakhir ada sedikit keributan yang melibatkan pemain maupun official kedua tim yang baru saja bertanding. Namun, anggapan itu salah.
"Kami semua berkumpul disini untuk meminta maaf secara langsung kepada masyarakat Kamboja. Pemain sudah berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya. Namun hasilnya belum maksimal," kata pelatih Kamboja, Vasconcellos Andrade Vitorino sebagaimana dilansir Antara.
Setelah mengucapkan minta maaf ke negaranya, pemain dan official langsung meninggalkan lokasi jumpa media dan tinggal pelatih kepala saja yang memberikan keterangan seputar pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Indonesia itu.
Pelatih Kamboja mengaku jika hasil di SEA Games 2017 tidak begitu bagus. Namun, pihaknya sangat memuji perkembangan Brak Thiva dan kawan-kawan sehingga mampu memberikan perlawanan kepada Indonesia.
"Saya tahun hasilnya tidak bagus. Tapi kami punya kemajuan terbaik. Pemain akan lebih berpengalaman untuk pertandingan-pertandingkan berikutnya," tandas Vitorino.(*)