MerahPutih.com - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta akan menggelar ujian susulan bagi siswa yang terdampak kebakaran hebat di kawasan Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6) malam.
Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan mekanisme ujian susulan memang telah disiapkan bagi siswa yang berhalangan mengikuti ujian utama, termasuk mereka yang menjadi korban musibah kebakaran.
Kita akan mengadakan ujian susulan bagi anak-anak. Kalau tidak ada musibah pun, misalkan ada yang sakit, ada yang berhalangan, jadi dalam skema ujian itu ada ujian utama, ada ujian susulan,
Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana.
Jumlah Siswa Terdampak Masih Didata
Nahdiana menjelaskan pihaknya hingga kini masih melakukan pendataan untuk mengetahui berapa banyak siswa yang terdampak kebakaran dan membutuhkan ujian susulan.
Menurut dia, tidak semua anak yang terdampak kebakaran dipastikan harus mengikuti ujian susulan karena sebagian mungkin telah menyelesaikan ujian sebelumnya.
"Sedang didata. Kan tidak semua anak yang terdampak itu apakah dia masih dia belum mengikuti ujian atau belum, ini sedang didata. Sedang didata oleh tim kami," ucapnya.
Disdik DKI Jakarta juga belum dapat memastikan waktu pelaksanaan ujian susulan bagi para siswa terdampak.
Pasalnya, pelaksanaan ujian akhir semester di setiap sekolah tidak berlangsung secara serentak dan menyesuaikan kalender akademik masing-masing satuan pendidikan.
"Kalau kan ini kan kita enggak ada ujian yang sifatnya serempak ya. Itu sudah, sudah, kita bikin kalender akademis waktu ujian. Jadi sekolah silakan mengadakan di waktu-waktu itu, gitu. Makanya ini kan mau akhir semester," tuturnya.
Baca juga:
Warga Mengais Sisa Barang Pascakebakaran Pasar Jiung Kemayoran Jakarta
Kebakaran Jiung Hanguskan 304 Bangunan
Sebelumnya, kebakaran besar melanda kawasan Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat dan menghanguskan ratusan bangunan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut berdasarkan rekapitulasi sementara, kebakaran berdampak pada 304 bangunan dan ratusan warga.
"Kerdasarkan rekapitulasi sementara, kebakaran berdampak pada hampir 304 bangunan, 354 kepala keluarga dengan total 679 jiwa terdampak," kata Rano Karno saat meninjau lokasi kebakaran Jiung, Kemayoran, Jakarta, Selasa (2/6).
Baca juga:
Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran, 674 Warga Mengungsi ke Tenda Darurat di Kebon Kosong
Dari total 679 warga terdampak, terdapat kelompok rentan yang ikut menjadi korban, mulai dari balita hingga lansia.
"Terdiri dari 326 laki-laki, 353 perempuan. Dari jumlah tersebut terdapat 35 lansia, 90 balita, 53 anak usia SD, 6 anak usia SMP, 22 remaja SMK, serta 414 warga dewasa termasuk ibu hamil," lanjutnya. (Asp)

