Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

#DiRumahAja dapat Melemahkan Otak?

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 07 April 2020
#DiRumahAja dapat Melemahkan Otak?

Meskipun #DiRumahaja sebaiknya tetap mempekerjakan otak. (Foto Pixabay/Tumisu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI COVID-19 belum berakhir. Ini membuat orang harus menerima #DiRumahAja. Semua aktivitas dilakukan di rumah baik sekolah, kuliah dan bekerja.

Hal ini tidak menutup kemungkinan orang banyak bermalas-malasan dirumah, karena tidak adanya kegiatan yang bisa dilakukan. Nampak tidak ada masalah, namun ketika otak dibiasakan untuk tertidur, lama- kelamaan kebiasaan ini membuat kinerja otak akan menurun.

Baca Juga:

Berapa Lama Virus Corona Bertahan Hidup di Pakaian?

1. Olahraga

olahraga
Olahraga adalah pengasah otak terbaik. (Foto: Unsplash/Clem Onojeghuo)

Melansir dari The Healthy, Donald Stuss, PhD dari Rotman Research Institute di Baycrest Center for Geriatric Care di Toronto, mengatakan bahwa jaga otak tetap sehat dengan olahraga aerobik. Olahraga aerobik mampu menjadi pengasah otak terbaik, dan studi menunjukkan hasil yang terbaik dalam jenis latihan ini.

Seiring bertambahnya usia, sel-sel otak kita, atau neuron, kehilangan koneksi seperti cabang-pohon di antara mereka. Koneksi ini, atau sinapsis, sangat penting untuk dipikirkan. Secara harfiah, seiring waktu, otak kita kehilangan bobot mereka.Penelitian otak yang paling mengejutkan saat ini adalah bukti kuat sekarang bahwa Olahraga dapat mencegah beberapa jenis penurunan mental seperti yang dikatakan oleh McDaniel, PhD, Profesor Psikologi di Universitas Washington di St.Louis.

2. Makanan otak

sayur
Buah memberikan zat antioksidan. (Foto: Pexels/PhotoMIX Ltd)

Cara lain untuk merawat otakmu adalah melalui perut. Bukan rahasia lagi, antioksidan menjadi juara pada penyintas kanker. Makan yang mengandung antioksidan menetralkan radikal bebas berbahaya yang baik untuk otak kamu. Radikal bebas dapat memecah neuron di otak kita. Antioksidan dapat diperoleh dari buah dan sayur, juga kacang-kacangan, biji-bijian dan rempah-rempah.

Baca Juga:

5 Mitos Populer tentang Otak Kita, Ternyata Selama ini Salah

3. Otak harus tetap bekerja

otak
Usahakan otak terus bekerja meskipun #DiRumahAja. (Foto: Unsplash/kellysikkema)

Kinerja otak mulai melambat di usia 30 tahun keatas. Banyak orang melatih otak mereka untuk menjadi lebih cepat, untuk mendapatkan otak layaknya di usia muda. "Otak kamu adalah mesin pembelajaran," kata Michael Merzenich, PhD, seorang ilmuwan saraf dari University of California, San Francisco. Dengan alat yang tepat, kamu dapat melatih otak untuk bertindak seperti ketika muda. Semua hal yang dibutuhkan adalah latihan yang khusus dan komitmen.


4. Tertawa

tawa
Tawa sangat baik untuk otak. (Foto: (Foto Pexels/Elle Hughes))

Humor merangsang bagian-bagian otak kita yang menggunakan dopamin pembawa pesan kimia "merasa enak". Sebenarnya, tawa itu menyenangkan, bahkan mungkin "membuat ketagihan,"bagi otak. Satu studi di menemukan bahwa humor dapat meningkatkan daya ingat jangka pendek. Studi tersebut membandingkan orang-orang yang menonton video lucu dengan mereka yang duduk tanpa gangguan dan menguji ingatan mereka. Hasilnya, orang-orang yang menonton video lucu tidak hanya mendapat skor lebih baik pada tes memori, tetapi sebagai bonus, mereka memiliki lebih sedikit hormon stres kortisol (anti penuaan). (nic)

Baca Juga:

#DiRumahAja Bikin Harmonis Keluarga

#Otak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Hati Hati Sakit Kepala Terus Terusan Saat Bangun Pagi, Bisa Jadi Gejala Tumor Otak
Pertumbuhan sel abnormal di dalam atau di sekitar otak yang dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga kepala, serta menimbulkan berbagai keluhan dan masalah kesehatan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Hati Hati Sakit Kepala Terus Terusan Saat Bangun Pagi, Bisa Jadi Gejala Tumor Otak
Indonesia
Rumah Sakit Pusat Otak Nasional di Jakarta Telah Rampung, Jadi Pusat Layanan Medis dan Pendidikan
Gedung ini selain akan menjadi pusat layanan dan pendidikan neurosains bertaraf internasional, Institut Neurosains Nasional (INN).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 Juli 2025
Rumah Sakit Pusat Otak Nasional di Jakarta Telah Rampung, Jadi Pusat Layanan Medis dan Pendidikan
Lifestyle
Kecerdasan Buatan Bisa Lampaui Kemampuan Otak Manusia
Kecerdasan buatan bisa melampaui kemampuan otak manusia. Namun, kemajuan ini harus dibayar mahal.
Soffi Amira - Jumat, 13 September 2024
Kecerdasan Buatan Bisa Lampaui Kemampuan Otak Manusia
Lifestyle
Universitas di Swiss Ingin Buat Chip Otak yang Lebih Kecil dari Neuralink
Universitas di Swiss ingin buat chip yang lebih kecil dibanding Neuralink. Nantinya, chip ini mampu berkomunikasi antara otak dan teks di komputer.
Soffi Amira - Jumat, 30 Agustus 2024
Universitas di Swiss Ingin Buat Chip Otak yang Lebih Kecil dari Neuralink
Lifestyle
Peneliti Austria Ciptakan Otak Mini Tiruan, Bakal Jadi Alternatif Otak Sungguhan
Organoid otak ini menawarkan potensi besar dalam penggantian fungsi organ sungguhan, serta dalam penelitian penyakit dan pengembangan obat.
Hendaru Tri Hanggoro - Selasa, 26 Maret 2024
Peneliti Austria Ciptakan Otak Mini Tiruan, Bakal Jadi Alternatif Otak Sungguhan
Indonesia
David Ozora Alami Luka Permanen di Saraf Otak
Dokter Yeremia Tatang yang menangani David Ozora (17), korban penganiayaan oleh Mario Dandy Satriyo (20) menjelaskan korban mengalami luka di saraf otak yang bersifat permanen.
Mula Akmal - Kamis, 20 Juli 2023
David Ozora Alami Luka Permanen di Saraf Otak
Bagikan