MerahPutih Nasional - Analis politik Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo angkat bicara terkait kesalahan teknis yang dilakukan oleh Kementerian Sekretaris Negara. Karyono menyarankan Presiden Joko Widodo harus segera memanggil Mensesneg Pratikno.
"Mensesneg harus dapat teguran keras," kata Karyono kepada Merahputih.com menanggapi kesalaham teknis Kemensesneg dalam menulis singkatan BIN, Jakarta, Rabu (8/7).
Karyono yang juga bekas aktivis GMNI menambahkan sebagai Mensesneg Menteri Pratikno dituntut harus teliti sebab ia adalah pembantu dekat Presiden.
"Intinya tidak boleh teledor," sambung Karyono.
Masih kata Karyono, ia menilai kesalahan yang dilakukan Menteri Pratikno bukan kali ini saja terjadi.
Beberapa waktu silam publik dihebohkan dengan isi pidato Presiden Joko widodo yang mengatakan Presiden Sukarno lahir di Blitar. Belakangan salah satu tim komunikasi publik Presiden Jokowi, Sukardi Rinakit pasang badan dan dia mengaku sebagai orang yang paling bertanggung jawab ataas kesalahan tersebut.
Kemudian kesalahan lain yang dibuat Pratikno adalah soal lolosnya Peraturan Presiden No.39 Tahun 2015 Tentang Kenaikan Tunjangan Uang Muka Pembelian Mobil Pejabat Negara. Dalam Perpres terbaru ini disebutkan adanya penambahan fasilitas uang muka yang diberikan kepada pejabat negara, dari Rp 116,65 juta menjadi Rp 210,89 juta.
Perpres tersebut mendapat kritik tajam dari rakyat Indonesia. Usai dihujani kritik keras dari banyak pihak, akhirnya Presiden Jokowi mencabut Perpres uang muka mobil pejabat.
"Saya rasa kesalahan semacam itu tidak akan terjadi jika Menteri Pratikno teliti dengan semua berkas dan dokumen yang akan ditandatangi Presiden," demikian Karyono.
Untuk diketahui Kementerian Sekretaris Negara salah menulis singkatan BIN. BIN yang seharusnya kepanjangan dari Badan Intelijen Negara (BIN) ditulis menjadi Badan Intelijen Nasional (BIN). Terkait dengan hal tersebut Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretaris Presiden Djarot Sri Dulistiyo mengakui kesalahan teknis penulisan singkatan BIN.
Atas kesalahan tersebut, Djarot menyampaikan permohonan maaf. Kedepannya, ia berjanji akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan administrasi di lingkungan Lembaga Kepresidenan. (bhd)
BACA JUGA:
Salah Tulis Singkatan BIN, Setneg Coreng Citra Presiden Jokowi
Kemen Setneg Akui Salah Tulis Singkatan BIN
Kemen Setneg Sebar Undangan Revisi Salah Tulis Singkatan