Wisata

Dilarang Liburan, Survive dengan Merencanakan Traveling Selanjutnya

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 22 Desember 2020
Dilarang Liburan, Survive dengan Merencanakan Traveling Selanjutnya

Merencanakan liburan terbukti bisa mengurangi stres. (foto: 123RF/imtmphoto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SUDAH merasakan stres akhir tahun karena dilarang bepergian akibat pandemi COVID-19? Jika iya, lakukan strategi survive. Caranya, rencanakan liburan selanjutnya. Sebuah penelitian psikologi positif menunjukkan strategi itu bagus untuk untuk merasa lebih bahagia.

Salah satu temuan kunci dari penelitian tentang ilmu kebahagiaan tersebut ialah orang lebih memilih pengalaman daripada harta benda. Jadi, jika kamu batal berlibur akhir tahun ini, mana yang akan dipilih? Kamu akan mengalokasikan dana wisata itu untuk membeli barang atau menyimpan uang untuk liburan selanjutnya? Pilihan pertama ialah jawaban yang tidak begitu bagus.

BACA JUGA:

Kebiasaan New Normal Akankah Bertahan?

Pada 2020, kita semakin sulit menghabiskan uang untuk pengalaman; tidak bisa ke bioskop, menghadiri konser, pertandingan sepak bola, apalagi berwisata ke luar negeri. Itulah salah satu alasan mengapa banyak dari kita merasa sangat stres selama musim liburan ini.

Apa gunanya menghabiskan uang untuk pengalaman? Menurut Manwell Family Professor of Life Sciences (Psychology) di Amherst College, AS, Catherine A Sanderson, PhD, dalam tulisannya di Psychologytoday.com (22/12), ada beberapa manfaat dalam 'membeli' pengalaman.

liburan
Pandemi membuat liburan akhir tahun tidak mungkin dilakukan. (foto: 123RF/Olga Yastremska)

Pertama, mengantisipasi pengalaman terasa menyenangkan. Faktanya, penelitian empiris menunjukkan bahwa orang yang mengantisipasi sesuatu mengalami kenikmatan yang lebih besar daripada mereka yang tidak.

Peneliti dalam satu studi meminta mahasiswa untuk berpartisipasi dalam studi chocolate rating. Separuh siswa diminta untuk segera memakan Hershey's Kisses or Hugs, dan menilai kenikmatan mereka dengan cokelat ini. Siswa lain juga diminta makan dan menilai cokelatnya, tapi setelah menunggu 30 menit. Hasilnya, siswa yang harus menunggu 30 menit dilaporkan lebih menyukai coklat itu daripada mereka yang bisa langsung memakannya.

libnura
Antisipasi pengalaman terasa menyenangkan.(foto: 123RF/Yuttana Jaowattana)

Penjelasan lain tentang manfaat membeli pengalaman adalah bahwa kita lebih mungkin berbagi pengalaman dengan orang lain. Sementara, kita cenderung memperoleh harta benda: dompet, laptop, jam tangan, untuk digunakan sendiri. Dan mungkin kecenderungan untuk berbagi pengalaman dengan orang yang kita sayangi ini menyebabkan dampak yang lebih besar pada kebahagiaan. Seperti yang ditulis oleh pendaki dan traveler terkenal Chris McCandless, "Kebahagiaan hanya nyata jika dibagikan."

Soliter Versus Sosial

liburan
Rencanakan saja dulu liburan mendatang. (foto: 123RF/Dinis Tolipov)


Para peneliti dalam satu penelitian secara langsung menguji pertanyaan ini dengan membandingkan manfaat relatif pada kebahagiaan menghabiskan uang untuk pengalaman versus harta benda, serta membelanjakan uang untuk tujuan soliter versus sosial. Apa yang mereka temukan?

Pertama, pengeluaran sosial menghasilkan kebahagiaan yang lebih besar daripada pengeluaran personal. Artinya, lebih banyak kebahagiaan dengan membeli televisi layar lebar baru yang dapat dinikmati seluruh keluarga daripada membeli dompet atau jam tangan baru yang akan kita gunakan sendiri.

Penemuan ini berlaku untuk membeli baik harta benda maupun pengalaman; orang yang menghabiskan uang untuk berbagi pengalaman secara sosial, seperti pergi ke konser dengan teman atau berlibur dengan pasangan, melaporkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi daripada mereka yang menghabiskan uang untuk mendapatkan pengalaman sendiri, seperti menghadiri acara olahraga sendiri atau mengikuti solo trip.

Jadi, jika kamu merasa sulit untuk merasa bahagia selama musim liburan kala pandemi ini, berikut beberapa saran untuk memperbaiki suasana hati:
1. Rencanakan perjalanan untuk masa depan, saat aman untuk melakukan perjalanan lagi.
2. Beli buku panduan perjalanan, lihat situs web perjalanan.
3. Mulailah mempraktikkan beberapa keterampilan bahasa dasar yang kamu perlukan di destinasi wisata tersebut.

Ketika merencanakan perjalanan, kamu bisa menghabiskan waktu berminggu-minggu (bahkan berbulan-bulan) memikirkan ke mana akan pergi, apa yang akan dikunjungi, dan sebagainya. Jenis antisipasi ini akan membuat kamu merasa baik. Itulah salah satu alasan mengapa orang yang merencanakan liburan lebih bahagia daripada mereka yang tidak. Orang Jerman bahkan memiliki ungkapan khusus untuk itu, "Antisipasi merupakan kegembiraan terbesar." (Aru)

#Desember Survive #Wisata
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Indonesia
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Ancol kini menggelar promo tiket masuk seharga Rp 35 ribu. Nantinya, pengunjung mendapatkan voucher makan senilai Rp 20 ribu.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Indonesia
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Larangan pergerakan kapal pada malam hari di wilayah perairan Taman Nasional (TN) Komodo.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Indonesia
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Menjadi representasi transformasi layanan kereta api dari sekadar moda transportasi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Indonesia
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Indonesia
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Perjalanan dengan kereta api kini dimaknai sebagai momen menikmati waktu, suasana, dan keindahan alam di sepanjang jalur rel.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Foto Essay
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Suasana warga piknik bersama keluarga menikmati matahari terbenam di Pantai Pattaya, Chonburi, Thailand, Sabtu (20/12/2025).
Didik Setiawan - Sabtu, 27 Desember 2025
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Indonesia
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Untuk itu, ia mendesak Pemprov DKI agar lebih masif dalam menyebarkan informasi pembukaan ini melalui berbagai kanal resmi pemerintah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Desember 2025
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Indonesia
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Kebocoran tersebut merupakan masalah besar ketiga yang dihadapi museum yang paling banyak dikunjungi di dunia tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Desember 2025
  Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Indonesia
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Ketiadaan standar harga yang jelas sering kali dimanfaatkan untuk mematok tarif semaunya sehingga wisatawan kapok liburan di Banten
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Fun
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
Survei SiteMinder 2026 mencatat 59% wisatawan RI menginginkan layanan hotel berbasis AI untuk pengalaman menginap lebih efisien.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 November 2025
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
Bagikan