Dihantam Perang Dagang, Prancis Puji Ketahanan Ekonomi Indonesia
Menteri Muda pada Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis Jean-Baptiste Lemoyne
MerahPutih.Com - Ketahanan ekonomi Indonesia meski ditengah berkecamuknya perang dagang antara Amerika Serikat dan China mendapat apresiasi dari Prancis. Hal itu disampaikan Jean-Baptiste Lemoyne saat berkunjung ke Jakarta.
Menteri Muda pada Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis Jean-Baptiste Lemoyne memuji ketahanan ekonomi Indonesia yang ditunjang dengan kebijakan yang tepat, serta iklim yang semakin menarik untuk investasi.
"Saya terkesan dengan ketahanan ekonomi Indonesia yang telah terbukti mampu menghadapi krisis, serta reformasi ekonomi yang dilakukan untuk menyambut investasi," kata Lemoyne dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/11) malam.
Perbaikan iklim investasi Indonesia disambut baik oleh Prancis, yang baru saja berinvestasi 435 juta dolar AS untuk pabrik karet sintetis PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI).
Pabrik yang berlokasi di Cilegon, Jawa Barat, merupakan perusahaan gabungan hasil kerja sama Michelin dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.
Dengan kapasitas 120 ribu ton per tahun, produk PT SRI akan melengkapi seluruh bahan pembuatan ban di Tanah Air. Produksi pertama pabrik ini akan diekspor dengan nilai sekitar 250 juta dolar AS.
"Berinvestasi di perusahaan yang beroperasi di Indonesia adalah bentuk upaya kami membantu Indonesia mengekspor produknya ke negara-negara tetangga, khususnya untuk pasar ASEAN," tutur Lemoyne sebagaimana dilansir Antara.
Indonesia diharapkan terus mempertahankan iklim investasi yang baik dengan menjaga kualitas SDM dan stabilitas demokrasi.
Prancis melalui Business France, akan bekerjasama lebih erat dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) untuk menarik lebih banyak investasi masuk ke Tanah Air.
"Kami berharap bisa meningkatkan jumlah perusahaan Prancis di Indonesia hingga dua kali lipat, untuk mengekspor produk ke seluruh penjuru dunia," kata Jean-Baptiste Lemoyne.(*)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Reuni 212 Diduga Jadi Ajang Kampanye, Hasto Tegaskan Belum Saatnya Kampanye Massa
Bagikan
Berita Terkait
Ekonomi Jakarta 2025 Tumbuh 5,21 Persen, Pramono: Insentif dan Kolaborasi Jaga Daya Beli
Menteri Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi Capai 6 Persen di 2026, Ini Yang Bakal Dilakukan
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,39 Persen di Kuartal IV 2025, Konsumsi Rumah Tangga Dominan
Sepanjang 2025 Ekonomi Tumbuh 5,11 Persen, Jawa Masih Mendominasi
Prancis Larang Anak di Bawah 15 Tahun Gunakan Media Sosial
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Target Purbaya Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Bakal Sulit Tercapai, Ini Alasanya
Defisit Anggaran Capai Rp 695 Triliun, Airlangga Yakin Ekonomi Kuartal 4 Tumbuh Tinggi
DCA Jadi Solusi Sederhana Tapi Efektif Tanpa Takut Terjebak Volatilitas Ekstrem
Semikonduktor Jadi Penguat Ekonomi Kawasan, Proyeksi Pertumbuhan Indonesia Naik Jadi 5 Persen