Selebritas

Didiagnosa Mengidap Bipolar, Selena Gomez: Aku Merasa Lega

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 24 Agustus 2021
Didiagnosa Mengidap Bipolar, Selena Gomez: Aku Merasa Lega

Selena Gomez mengaku lega saat didiagnosa menderita gangguan bipolar. (Foto: Instagram/@selenagomez)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Selena Gomez merasa lega setelah mengetahui bahwa ia didiagnosa mengidap gangguan bipolar. Pelantun lagu Lose You to Love Me itu mengungkapkan perasaannya secara terus terang mengenai kondisi kesehatan mentalnya. Termasuk gangguan bipolar dalam wawancaranya dengan majalah ELLE.

“Saat aku mengetahui hal itu, aku merasa ada beban berat yang terangkat. Hal ini menjelaskan banyak hal,” ucapnya.

Baca juga:

Perilaku Tak Terduga ini Indikasi Gangguan Bipolar


Gomez juga membicarakan mengenai gangguan bipolarnya bersama dengan Miley Cyrus di akun Instagram pribadi Cyrus pada 3 April 2020. Keduanya membahas mengenai cara mereka dalam mengatur kecemasan di tengah masa pandemi. Selena memilih untuk lebih banyak menulis untuk mencari penyebab awal dari rasa cemasnya.

“Aku lebih banyak menulis. Hal Itu dapat membantuku memproses apa yang sedang terjadi dan menjadikanku lebih baik,” jelas Gomez.

Didiagnosa Mengidap Bipolar, Selena Gomez: Aku Merasa Lega
Selena Gomez pernah melakukan transplantasi ginjal. (Foto: Instagram/@selenagomez)

Gomez menghadapi bermacam tantangan beberapa tahun belakangan. Pada 2014 ia didiagnosis mengidap lupus, melakukan transplantasi ginjal, kemoterapi, dan patah hati. Hal yang membuatnya tetap kuat adalah karena keinginannya untuk dapat membantu orang lain.

“Untuk tetap kuat, aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan membantu orang lain, dan hal ini berhasil untuk terus membuatku terus maju,” lanjutnya.

Namun Gomez juga tidak menampik bahwa saat ia merasa tidak cukup kuat untuk menghadapi beberapa hal yang dipengaruhi oleh gangguan bipolar ini. Ia akan melakukan sesuatu untuk melukai dirinya sendiri.

Baca juga:

Transplantasi Ginjal Jadi Lelucon, Selena Gomez Kembali Buka Suara

Gangguan bipolar merupakan gangguan mental yang menyebabkan adanya perubahan yang tidak wajar dalam suasana hati, energi, konsentrasi, dan kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari, menurut National Institute of Mental Health.

Sebelumnya, Gomez juga mengatakan bahwa ia tidak lagi menggunakan media sosial dan berusaha untuk menjauhkan diri dari hal-hal negatif. Hal ini membantunya meredakan kecemasan.

“Ponsel kecil ini mungkin bisa menghubungkanku dengan 150 juta orang lain, tapi aku memilih meletakkannya karena dengan itu aku bisa lebih merasa tenang dan lega,” jelasnya.

Didiagnosa Mengidap Bipolar, Selena Gomez: Aku Merasa Lega
Selena Gimez meluncurkan Rare Impact Fund untuk membantu orang dengan masalah kesehatan mental. (Foto: Flair Magazine)

Gomez telah melakukan berbagai hal untuk membantu banyak orang. Salah satunya adalah dengan meluncurkan produk kecantikan bersama Rare Beauty yang diberi nama Rare Impact Fund.

Penjualan dari produk ini akan dikumpulkan hingga mencapai USD 100 juta atau setara dengan Rp 1.440 triliun selama 10 tahun kedepan. Uang yang terkumpul akan digunakan untuk membantu orang-orang yang tidak dapat atau kurang dapat menjangkau layanan kesehatan mental. (cit)

Baca juga:

Olivia Rodrigo Dapat Pelajaran Berharga dari Selena Gomez dan Taylor Swift

#Selena Gomez #Selebritas #Kesehatan #Bipolar
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
ShowBiz
Im Siwan Buka-Bukaan Ngaku Tidur 12 Jam Sehari, Ngalahin Bayi Nih
Pola tidurnya sama dengan bayi yang baru lahir.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
 Im Siwan Buka-Bukaan Ngaku Tidur 12 Jam Sehari, Ngalahin Bayi Nih
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
ShowBiz
Artwork yang Abadi: Peti Mati Mani sebagai Tribute bagi The Stone Roses
Pemain bass legendaris asal Manchester itu memilih desain yang terinspirasi langsung dari artwork ikonis album debut The Stone Roses (1989) sebagai penutup perjalanan hidupnya.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
Artwork yang Abadi: Peti Mati Mani sebagai Tribute bagi The Stone Roses
ShowBiz
Aktor 'It: Chapter Two' James Ransone Meninggal Dunia, Bunuh Diri di Usia 46 Tahun
Menurut berita yang tersebar, sosok Ransone meninggal pada 19 Desember.
Dwi Astarini - Senin, 22 Desember 2025
Aktor 'It: Chapter Two' James Ransone Meninggal Dunia, Bunuh Diri di Usia 46 Tahun
Bagikan