Headline

Dicecar Para Senator, Bos Facebook Janji Dukung Perlindungan Informasi Pribadi

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 11 April 2018
Dicecar Para Senator, Bos Facebook Janji Dukung Perlindungan Informasi Pribadi

CEO Facebook Mark Zuckerberg terlihat melalui kaca reflektif saat ia duduk di kantor Senator Bill Nelson (D-FL) di Washington (ANTARA FOTO/REUTERS/Leah Millis)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Bos Facebook Mark Zuckerberg hari ini Rabu (11/4) kembali memberikan keterangan kepada para anggota senator Amerika Serikat di Capitol Hill, Washington. Pemilik jejaring sosial terbesar di dunia itu ditanya terkait kasus pencurian data pribadi pengguna facebook.

Pada hari kedua, Mark Zuckerberg memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan keluhan secara langsung kepada anggota parlemen tentang perusahaannya.

Tokoh Internet tersebut dijadwalkan memberi kesaksian pada pukul 21.00 WIB sebelum pertemuan dengan Komite Energi dan Perdagangan DPR Amerika Serikat, sehari setelah dia muncul selama hampir lima jam di depan sidang Senat AS.

Zuckerberg sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, yang mengenakan setelan gelap, alih-alih dengan kaus abu-abu, yang biasa dikenakannya, dicecar dalam sidang pertama pada Selasa tanpa membuat perjanjian lebih lanjut untuk mendukung undang-undang baru atau mengubah cara jaringan gaul tersebut melakukan usahanya, menggagalkan upaya senator untuk menjeratnya.

Protes untuk Facebook

Chelsea Hornick-Becker memegang tanda protes di depan lusinan foto mirip CEO Facebook Mark Zuckerberg di luar gedung U.S. Capitol di Washington (ANTARA FOTO/REUTERS/Leah Millis)

Para pemodal terkesan dengan penampilan awal Mark Zuckerberg. Saham Facebook memperlihatkan kenaikan harian terbesar mereka dalam hampir dua tahun, ditutup dengan kenaikan 4,5 persen pada Selasa.

Facebook tenggelam dalam gejolak selama hampir satu bulan saat pihaknya menyoroti jutaan informasi pribadi pengguna diambil secara tidak benar dari lamannya oleh Cambridge Analytica, konsultan politik yang telah menyertakan kampanye pemilihan Presiden AS Donald Trump di antara kliennya. Perkiraan terbaru dari pengguna yang terkena dampak pelanggaran data mencapai 87 juta.

Kesabaran pada jejaring sosial tersebut telah menipis di antara pengguna, pengiklan, dan investor setelah perusahaan tersebut mengatakan tahun lalu bahwa Rusia menggunakan Facebook selama bertahun-tahun untuk mempengaruhi politik AS, sebuah tuduhan yang disangkal Moskow.

Anggota parlemen mendapatkan kepastian bahwa Facebook dapat secara efektif mengawasi dirinya sendiri, dan hanya sedikit yang datang dari persidangan Selasa menyatakan kepercayaannya pada jaringan sosial tersebut.

"Saya tidak ingin memilih untuk mengatur Facebook, tetapi demi Tuhan, saya akan melakukannya," kata Senator Republik John Kennedy kepada Zuckerberg pada Selasa, "Semua tergantung padamu," tambahnya.

Zuckerberg mengalihkan permintaan untuk mendukung undang-undang khusus tersebut. Setelah ditekan berulang kali oleh Senator Demokrat Ed Markey untuk mendukung undang-undang yang akan mengharuskan perusahaan mendapatkan izin orang sebelum berbagi informasi pribadi, Zuckerberg setuju untuk pembicaraan lebih lanjut.

"Pada dasarnya, saya pikir itu masuk akal, dan rinciannya penting, serta saya berharap tim kami dapat bekerja dengan Anda untuk menyempurnakannya," kata Zuckerberg.(*)

#Mark Zuckerberg #Facebook #Pembajakan Akun
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Tekno
Meta Luncurkan Paket Lengkap Langganan IG, FB, dan WhatsApp Rp 124 Ribu, Ini Fitur-Fitur Plusnya!
Paket baru langganan lengkap Instagram, Facebook, dan WhatsApp ini khusus menyasar kalangan pengguna untuk bisnis, konten kreator, dan Meta AI.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Meta Luncurkan Paket Lengkap Langganan IG, FB, dan WhatsApp Rp 124 Ribu, Ini Fitur-Fitur Plusnya!
Indonesia
Kemkomdigi Ultimatum Flatform Digital Pada Juni 2026 Laporkan Hapus Akun di Bawah 16 Tahun
Kemkomdig) menegaskan, 6 Juni 2026 menjadi batas akhir bagi penyelenggara sistem elektronik (PSE) untuk melaporkan evaluasi mandiri atau self-assesment risiko
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 April 2026
Kemkomdigi Ultimatum Flatform Digital Pada Juni 2026 Laporkan Hapus Akun di Bawah 16 Tahun
Indonesia
Meta Mulai Razia FB, IG, dan Thread Anak 16 Tahun ke Bawah, Ada Opsi Banding
Bagi pengguna berusia 16 tahun ke atas yang terdampak keliru, Meta menyediakan mekanisme verifikasi usia dan pengajuan banding.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Meta Mulai Razia FB, IG, dan Thread Anak 16 Tahun ke Bawah, Ada Opsi Banding
Indonesia
Meta Patuhi PP Tunas, Batas Usia Facebook-Instagram Diubah dari 13 Jadi 16 Tahun
Meta selaku pemilik Facebook, Threads, dan Instagram telah mengubah ketentuan dalam Panduan Komunitas pada platform media sosialnya, khususnya terkait batas usia pengguna.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
Meta Patuhi PP Tunas, Batas Usia Facebook-Instagram Diubah dari 13 Jadi 16 Tahun
Indonesia
Kepatuhan Berantas Kejahatan Siber Dinilai Buruk, DPR Desak Pemerintah Berikan Sanksi ke Instagram Cs
Tingkat kepatuhan Meta dalam menindaklanjuti temuan pelanggaran lainnya sangat buruk, yakni hanya mencapai 28,47 persen atau tidak sampai 30 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Maret 2026
Kepatuhan Berantas Kejahatan Siber Dinilai Buruk, DPR Desak Pemerintah Berikan Sanksi ke Instagram Cs
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Mark Zuckerberg Sebut, Jika Perang antara AS dan Iran Pecah, Dunia akan Kehilangan Media Sosial Instagram hingga Google
Tidak ditemukan pernyataan resmi atau pemberitaan kredibel tentang Mark Zuckerberg yang mengaitkan konflik Iran-AS dengan matinya Google atau internet secara global.
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
[HOAKS atau FAKTA] : Mark Zuckerberg Sebut, Jika Perang antara AS dan Iran Pecah, Dunia akan Kehilangan Media Sosial Instagram hingga Google
Fun
Misi Gila Zuckerberg! Rekrut Langsung Tim Superintelligence Demi AI Selevel Manusia
Mark Zuckerberg bentuk tim rahasia “Superintelligence” di Meta, rekrut langsung puluhan ahli AI demi wujudkan kecerdasan buatan selevel manusia (AGI). Siap bersaing dengan OpenAI dan Google.
Hendaru Tri Hanggoro - Selasa, 10 Juni 2025
Misi Gila Zuckerberg! Rekrut Langsung Tim Superintelligence Demi AI Selevel Manusia
Indonesia
Member Group 'Fantasi Sedarah' Ditangkap, DPR Sebut Pemerintah tak Tinggal Diam Hadapi Kejahatan Ruang Digital
Penangkapan ini jadi bukti Polri melindungi masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Mei 2025
Member Group 'Fantasi Sedarah' Ditangkap, DPR Sebut Pemerintah tak Tinggal Diam Hadapi Kejahatan Ruang Digital
Berita Foto
Bareskrim Ungkap Kasus Asusila dan Pornografi Grup Facebook Fantasi Sedarah dan Suka Duka
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji (keempat kanan) bersama Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko (keempat kiri), Direktur Tindak Pidana Perempuan dan Anak - Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Brigjen Pol. Nurul Azizah (ketiga kiri) sejumlah pejabat Bareskrim Polri menunjukkan barang bukti saat konferensi pers ungkap kasus asusila dan pornografi di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/5/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 21 Mei 2025
Bareskrim Ungkap Kasus Asusila dan Pornografi Grup Facebook Fantasi Sedarah dan Suka Duka
Indonesia
Polisi Bakal Cek 32.000 Anggota Grup Fantasi Sedarah
Dittipidsiber Bareskrim Polri menetapkan enam tersangka dalam dugaan asusila, pornografi, serta eksploitasi anak terkait konten inses di grup Facebook bernama Fantasi Sedarah dan Suka Duka
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Mei 2025
Polisi Bakal Cek 32.000 Anggota Grup Fantasi Sedarah
Bagikan