Dibully Karena Hepatitis B, Mahasiswi Bunuh Diri
Shanghailist
MerahPutih Internasional – Seorang mahasiswi tingkat pertama di Tiongkok ditemukan tewas bunuh diri di kamar asramanya karena tak tahan dengan penyakit menular yang dideritanya.
Seperti yang dilansir Shanghailist, Wu Xinyi, mahasiswi Tianjin Normal University menghabisi nyawanya sendiri dengan membakar arang di kamarnya dan menutup semua pintu dan jendela.
Hal ini dilakukannya karena ia tak tahan selalu dijauhi teman-temannya karena Hepatitis B yang dideritanya.
"She Tiesheng pernah berkata kalau kita tak perlu buru-buru menyongsong kematian. Saya sangat setuju dengan hal itu, tapi saya sudah merasa terlalu lelah menunggu akhir kematian saya. Saat ini, saya lebih memilih untuk keluar saja dari hiruk pikuknya dunia. Saya sudah tak tahan. Tolong maafkan saya," tulis gadis itu dalam sebuah pesan kematiannya.
Wu divonis mengidap Hepatitis B saat hendak melakukan donor darah pada Desember 2014 lalu. Sejak saat itulah teman-temannya menjauhinya.
“Kami tahu tentang penyakit itu, dan kami takut tertular,” ungkap Li yang membaca surat teman sekamar Wu.
Sebelumnya Wu sempat memberikan pengertian soal penyakit itu pada teman-temannya, tapi mereka tak juga mengerti hingga akhirnya Wu bunuh diri.
BACA JUGA:
Sepatu Hak Tinggi Teraneh Masa Kini
Shoefies, Sepatu Selfie Pesaing Tongsis
Bagikan
Berita Terkait
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Diduga tak Mampu Beli Buku, DPR Minta Kemendikdasmen Usut Tuntas
Kasus Santri Tewas di Wonogiri, Polisi Tetapkan 4 Anak Pondok Pesantren sebagai Pelaku