Dibimbing Bekraf, Urbanhire Raih Pendanaan Pra Seri-A
Dari kiri ke kanan: CEO Urbanhire Benson Kawengian, Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo, Kepala Bekraf Triawan Munaf, dan Partner & Convergence Ventures Donald Wihardja di Jakarta, Kamis (10/
MerahPutih.Com - Salah satu perusahaan rintisan (startup) bimbingan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Urbanhire, telah mendapatkan pendanaan dari modal ventura, yang dipimpin oleh Convergence Ventures dengan partisipasi dari Social Capital, 500Startups, Tortola Capital, Denali Capital, dan Intrafood Group.
Baik Bekraf maupun Urbanhire enggan merinci berapa besar jumlah dana yang disuntikkan. Namun, biasanya skala pendanaan seri-A berkisar antara USD 1-2 juta atau setara Rp 13 miliar sampai dengan Rp 26 miliar.
Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf mengaku bangga dengan pendanaan yang diperoleh Urbanhire. Triawan mengatakan hal itu menunjukkan perusahaan rintisan teknologi lokal sudah mulai dilirik perusahaan modal ventura sekelas Silicon Valley.
"Ini bukti startup kita tidak kalah dengan startup lain dari di luar negeri sana. Saat ini sudah mulai banyak dilirik oleh perusahaan modal ventura besar sekelas Silicon Valley," kata Triawan saat konferensi pers di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (10/8).
Seperti dikutip dari Tech in Asia, Urbanhire menjadi perusahaan startup pertama di Asia Tenggara yang menerima suntikan dana dari Social Capital.
Social Capital merupakan perusahaan modal ventura yang berbasis di Amerika. Perusahaan yang didirikan mantan karyawan Facebook Chamath Palihapitiya ini menjadi perusahaan Amerika terakhir yang melebarkan sayap ke Asia Tenggara baru-baru ini. Selain Urbanhire, Social Capital juga menjadi pemodal untuk Slack.
Bekraf meningkatkan kapasitas Urbanhire melalui bimbingan mentoring dan pitching pada pembekalan menuju Kompetisi Startup Instabul tahun lalu.
Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo menambahkan Urbnhire terpilih sebagai salah startup yang difasilitasi Bekraf untuk berkompetisi pada Startup Istanbul 2016 bersama lima startup Indonesia lainnya. Urbanhire juga masuk 15 besar dari 100 startup yang berasal dari 15 negara pada kompetisi tersebut.
"Bekraf meningkatkan peluang startup Indonesia untuk dikenal oleh startup, investor, maupun eksekutif-eksekutif perusahaan global dengan memfasilitasi startup lokal di ajang Global, salah satunya kompetisi Startup Istanbul 2016," kata Fadjar.
Fadjar menjelaskan pihaknya berkomitmen mempertemukan startup dengan investor. Harapannya, terjadi interaksi dan mampu memacu pertumbuhan industri kreatif melalui pendanaan investor kepada startup Indonesia secara masihf dan berkelanjutan.
"Sehingga ekosistem startup terus berkembang," jelasnya.
Sementara CEO Urbanhire Benson Kawengin mengaku keikutsertaan mereka pada kompetisi Startup Istanbul berbuah manis. Mereka bukan hanya mendapatkan bimbingan dan training menghadapi investor melalui pitching, tapi juga mampu meningkatkan profil Urbanhire.
"Bekraf memberikan Urbanhire pengalaman yang luar biasa saat Urbanhire terpilih menjadi salah satu startup yang diikutsertakan dalam kompetisi Startup Istanbul 2016," jelasnya.
Urbanhire merupakan perusahaan teknologi di bidang rekrutmen. Platform ini membantu perusahaan skala menengah dan besar dalam mengelola proses rekrutmen agar lebih efektif dengan menghemat waktu dan biaya. (Abi)
Baca juga berita Bekraf lainnya di: Bekraf Gandeng Kadin Pacu Ekonomi Kreatif Berbasis Digital
Bagikan
Berita Terkait
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
Startup AI DeepSeek Dituding Bantu Militer China dan Gunakan Perusahaan Cangkang Asia Tenggara
Indonesia Jadi Negara Paling Dinamis Buat Perkembangan Startup
Kemenkop UKM Fasilitasi 180 Startup Perkuat Model Bisnis
Indonesia Raih 5 Penghargaan ASEAN Digital Awards 2024
Startup Ambil Langkah Futuristik Hadapi Revolusi Kendaraan Listrik
HUB.ID Accelerator 2023 Dukung Peluang Kerja Sama Bisnis Startup
Kolaborasi Dukung Transformasi Digital Berkelanjutan di Sektor Peternakan
Disnakertrans Jabar Ajak Gravel Indonesia Berkolaborasi Serap Pekerja Konstruksi
Strategi Hadapi Disrupsi Digital dari Shinta 'Bubu'