PADA malam pembukaan teater Mykolaiv, penonton diantar ke tempat pengungsian bawah tanah untuk pertunjukan pertama sejak perang pecah di Ukraina. "Kami membutuhkan tempat ini untuk bertarung di bidang budaya juga," kata direktur artistik Artiom Svytsoun kepada AFP, Jumat (26/8).
Panggung bawah tanah kecil dan set minimalis menyediakan suatu bentuk 'terapi seni' bagi mereka yang telah tinggal di Mykolaiv dan membutuhkan sesuatu selain rasa takut akan perang.
BACA JUGA:
Svytsoun, yang berusia 41 tahun, menyambut para penonton dengan memberikan tur teater bawah tanah sambil mengurus berbagai detail teknis. Dia merupakan jantung dari operasi tersebut. Ia lah yang bekerja untuk membuka kembali teater di tempat yang relatif aman, di bunker bawah tanah.
Dengan bantuan dana bantuan Eropa, timnya membutuhkan waktu dua bulan untuk mengubah tempat perlindungan empat meter di bawah tanah menjadi arena pementasan dengan 35 kursi, dinding putihnya yang tidak beraturan ditutupi dengan lukisan dinding yang mengingatkan pada teater klasik.
Kota pelabuhan strategis Mykolaiv memiliki populasi setengah juta jiwa sebelum Rusia menyerbu pada 24 Februari. Sekarang, kota itu menanggung kerusakan dari banyak pemboman yang telah dialaminya hampir setiap hari selama enam bulan terakhir.
Menurut balai kota setempat, kota itu hanya menikmati 25 hari bebas serangan sejak 24 Februari.
BACA JUGA:
Aktris Rusia Lia Akhedzhakova Donasi Ratusan Juta Rupiah untuk Tentara Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengatakan, bersama dengan Kharkiv di wilayah utara dan timur Donbas, Mykolaiv adalah kota yang paling banyak dibom di Ukraina, meskipun faktanya garis depan berjarak sekitar 20 kilometer.
Penghancuran tidak terbatas pada sasaran militer. Tiga universitas baru-baru ini dibom dan, menurut otoritas regional, 123 institusi budaya telah dihancurkan di wilayah tersebut sejak pertempuran dimulai.
Efek lain dari invasi di teater Mykolaiv adalah perubahan nama. Bekas Teater Drama Rusia Mykolaiv sekarang menjadi Teater Seni Drama Mykolaiv.
Sejak dimulainya perang, tiga aktor teater telah bergabung dengan tentara dan 20 persen lainnya dari rombongan telah mengungsi ke tempat lain di Ukraina, atau di luar negeri. Menurut data di Balai Kota, Mykolaiv telah kehilangan lebih dari setengah penduduknya.
Padahal, kelompok teater tersebut terbiasa bermain di teater berkapasitas 450 kursi. Sekarang lakon-lakon itu diadaptasi dan dipadatkan untuk panggung di tempat penampungan.(aru)
BACA JUGA:
Berikan Dukungan untuk Ukraina, Google Buka Donasi di Play Store