Di Hadapan Kader Demokrat, Anies Sebut Politik itu Tidak Ada Musuh yang Ada Lawan

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 15 Maret 2022
Di Hadapan Kader Demokrat, Anies Sebut Politik itu Tidak Ada Musuh yang Ada Lawan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri pelantikan pengurus DPD Demokrat DKI Jakarta periode 2022-2027 di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (15/3). Foto: MP/Asropih

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri pelantikan pengurus DPD Demokrat DKI Jakarta periode 2022-2027 di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (15/3).

Dalam pidatonya di hadapan kader Demokrat, Anies menyebut jika dalam pertarungan kontestasi politik itu prinsipnya tidak ada musuh, tapi yang ada hanya lawan.

Baca Juga

AHY Mengaku Anies Jadi Teman Diskusi Sebelum Terjun ke Dunia Politik

"Ini saya sering sampaikan bahwa dalam proses politik itu tidak ada musuh yang ada lawan dan semua adalah teman, tidak ada yang bukan teman," ucap Anies, Selasa.

Menurut Anies, ketika menerima kritik dari masyarakat ataupun partai sebrang, maka sesungguhnya sedang bertukar pikiran. Hal ini kata dia, bisa menjadi bahan evaluasi agar lebih bik lagi.

"Lawan debat adalah teman berpikir lawan badminton adalah teman olahraga dalam proses politik semua adalah teman," urainya.

Baca Juga

Anies dan AHY Kompak Datang Masuk Beriringan

Menurut dia lagi, sangat disyukuri Partai Demokrat mempunyai Ketua Umum AHY yang sangat terbuka pikirannya, sangat luas wawasannya. Sehingga ketika ada diskusi selalu ada pendapat.

Dengan begitu, ucap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, semoga di bawah kepemimpinan AHY itu partai berlambang mercy semakin maju lagi dan semakin berkembang lagi.

"Dan kita tadi sudah lihat angkanya sudah lihat tanda-tandanya Insya Allah trajectory ke depannya makin baik," pungkasnya. (Asp)

Baca Juga

Teriakan Anies-AHY Duet Maut 2024 Menggema di Pelantikan Pengurus Demokrat DKI

#Partai Demokrat #Anies Baswedan #Partai Politik #Pemilu #Pilpres
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
Dipuji Prabowo Sebagai Gubernur Terbaik Walau Beda Partai, Pramono: Biar Publik Menilai
Pengakuan itu harus menjadi motivasi bagi partai politik lainnya untuk melahirkan kader yang bisa bekerja untuk rakyatnya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Dipuji Prabowo Sebagai Gubernur Terbaik Walau Beda Partai, Pramono: Biar Publik Menilai
Indonesia
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Komisi II DPR juga tetap memperhatikan sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pemilu hingga masukan-masukan dari akademisi dan masyarakat sipil.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Bagikan