‘Destinasi Utara’ Menjual Wisata Sumut dalam Imaji Keindahan
Pameran 'Destinasi Utara' sajikan keindahan Sumatra Utara.(foto: Dok GFJA)
‘ADA apa di utara?’. Demikian Merahputih.com mengawali perbincangan dengan kurator Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) Ismar Patrizki. “Yang pasti di sini enggak ada kitab suci,” katanya berkelakar, menyitir kisah Sun Gokong yang mencari kitab suci ke barat bersama Biksu Tong di serial hit 90-an, Kera Sakti.
Tak ada kisah Kera Sakti memang di Sumatra Utara, tempat pameran foto Destinasi Utara digelar. Namun, ‘Tanah Batak’ menawarkan keelokan nan tak tertandingi. Pantas saja dijadikan salah satu destinasi wisata super prioritas. Keindahan Sumatra Utara itulah yang direkam dengan baik dalam setiap imaji yang terpajang dalam pameran foto Destinasi Utara yang digelar di taman Eks Medan Club, Medan, Sumatra Utara, 24-31 Agustus 2023. Pameran ini merupakan buah kolaborasi Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA melalui Galeri Foto Jurnalistik Antara, Redaksi Foto Kantor Berita ANTARA dan ANTARA Sumatra Utara dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan.
BACA JUGA:
“Promosi pariwisata tidak dapat terlepas dari visual. Karya fotografi merupakan salah satu medium yang sangat kuat untuk memberikan gambaran ideal sekaligus mempromosikan destinasi wisata di Tanah Air, termasuk di Sumatra Utara,” jelas Ismar.
Dalam sebuah foto, tergambar seorang pemuda dalam balutan pakaian tradisional Batak dan menggenggam tongkat Tunggal Panaluan berfoto dengan Air Terjun Efrata, Harian, Samosir, Sumatra Utara, sebagai latar. Foto nan dicetak di selembar kain ini terlihat begitu hidup ketika tertiup angin semilir. Air Terjun Efrata dalam gambar terlihat seperti bergerak, mencurahkan air. Ismar sengaja memilih media kain untuk mencetak foto tersebut demi menghadirkan ilusi bahwa air terjun itu benar-benar bergerak. “Seperti melihat keindahannya lewat video,” ungkapnya.
Foto keelokan Air Terjun Efrata itu hanyalah satu dari 70 foto yang dipamerkan di Destinasi Utara. Pameran Fotografi yang didukung Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatra Utara ini memang menjadi salah satu rangkaian acara dalam North Sumatra Community Carnival yang digagas Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatra Utara pada 24-26 Agustus di tempat yang sama.
BACA JUGA:
Pameran ini digelar dalam rangka menyemarakkan peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia serta sebagai dukungan dalam promosi pariwisata Tanah Air, khususnya Sumatra Utara.
“Beragam destinasi pariwisata dan budaya mulai dari alam, budaya, religi, olahraga, hingga edukasi di Sumatra Utara ditampilkan dalam pameran Destinasi Utara. Mulai dari keindahan gunung hingga wilayah pesisir, eksotisme budaya Batak dan Nias, warna-warni kemeriahan budaya Melayu, hingga tren fesyan tenun Ulos. Semua tersaji dalam pameran ini,” kata Ismar yang bertindak sebagai kurator pameran ini, Kamis (24/8).
Imaji keindahan nan menjual Sumatra Utara ini dimunculkan dengan mengadopsi konsep pesta taman. Foto-foto disajikan di luar ruang dengan gemerlap cahaya menawan di malam hari. Aksen kain aneka warna melengkapi keindahan gambar-gambar nan diipamerkan.
Tujuh puluh foto yang dipamerkan merupakan karya 14 pewarta foto dari Kantor Berita ANTARA dan PFI Medan. “Karya-karya ini berbicara lebih lantang daripada kata. Untaian kata bahkan tidak cukup untuk menggambarkan keindahan dan keistimewaan Indonesia dengan beragam destinasi wisatanya, khususnya di Sumatra Utara,” tutupnya.(dwi)
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Kisah Tatar Sunda dalam Pameran Foto ’Sakakala’, Imaji Budaya untuk Edukasi dan Promosi Pariwisata
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel