MerahPutih.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan menyatakan keunggulan yang dimiliki Joko Widodo (Jokowi) saat menang melawan Prabowo Subianto di Pilpres 2014 lalu sudah tidak lagi berpengaruh dalam pilpres tahun depan.
Menurut Syarif, pada Pilpres sebelumnya Jokowi menjadi capres dalam kondisi bersih, ibaratnya maju membawa kertas putih yang polos. Sedangkan Prabowo Subinato menjadi capres, ibarat membawa kertas yang sudah ada coretan-coretan.
Pada 2014 silam, kata dia, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla, tampil sebagai pemenang. Meskipun tahun depan capresnya tetap sama, Syarif, melihat Jokowi kini menjadi capres dengan membawa kertas yang tidak putih lagi tapi sudah ada coretan-coretan, selama menjadi presiden.
"Coretan-coretan tersebut, tergantung siapa yang memandang, sehingga ada yang memandang positif tapi juga ada yang memandang negatif," kata petinggi Demokrat itu, dilansir Antara, Kamis (13/9).
Syarif menambahkan kondisi nilai tukar rupiah yang saat ini melemah akan menurunkan elektabilitas Jokowi pada Pilpres 2019. "Nilai tukar rupiah masih akan terus melemah hingga akhir tahun, sehingga elektabilitas Jokowi akan menurun," katanya.
Sebaliknya, kata dia, Prabowo coretan-coretannya sudah lama dan masyarakat saat ini sudah melupakannya. "Karena itu, saya optimistis pada pemilu 2019 dapat terjadi perubahan kepemimpinan nasional," tandas dia. (*)