Demokrat Angkat Suara Pasca Kantornya Digeruduk Massa yang Mengaku Mahasiswa

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 16 Maret 2021
Demokrat Angkat Suara Pasca Kantornya Digeruduk Massa yang Mengaku Mahasiswa

'Mahasiswa' mendatangi markas DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/3) malam. Foto: MP/Kanu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengklarifikasi massa mengaku mahasiswa yang menggeruduk kantor DPP Partai Demokrat pada Senin (16/3) malam. Demokrat memperlakukan setiap orang yang datang dengan prasangka baik.

ketika ada beberapa mahasiswa datang dan meminta kesempatan untuk berorasi atas nama Persatuan Aktivis Lintas Kampus, Demokrat memberikan kesempatan yang sama kepada mereka laiknya pihak-pihak lain. Mereka kemudian memberikan identitasnya sebagai mahasiswa dan aktivis dari kampus tertentu dalam pendataannya.

Baca Juga

Ingin Temui AHY, 'Mahasiswa' Geruduk DPP Partai Demokrat

"Mohon maaf kalau kemudian ternyata ada di antara mereka, yang belakangan baru diketahui memang mahasiswa dan memegang jabatan tertentu, tapi bukan perwakilan dari lembaga mahasiswa di kampusnya," ujar Herzaky dalam keterangannya, Selasa (16/3).

Herzaky menjelaskan, Demokrat menerima banyak dukungan dari berbagai elemen masyarakat sejak isu kudeta mencuat pada 1 Februari.

'Mahasiswa' mendatangi markas DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/3) malam. Foto: MP/Kanu
'Mahasiswa' mendatangi markas DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/3) malam. Foto: MP/Kanu

Mereka mengekspresikan simpati mereka dalam berbagai cara, baik melalui media massa, media sosial, maupun unjuk dukungan.

Agar kegelisahan mereka bisa terekspresikan dengan baik dan tertib, Demokrat lalu membuka Mimbar Demokrasi di Taman Proklamasi. "Ini tentu saja dengan tetap menjaga protokol kesehatan," kata Herzaky.

Ke depannya, Herzaky menyatakan komitmen Demokrat untuk mencegah hal seperti ini berulang. Demokrat bakal memperketat orang yang akan menyampaikan aspirasi di Mimbar Demokrasi.

Baca Juga

Cerita Koordinator Tim Hukum KLB Demokrat Kembali Lawan BW di Meja Hukum

"Kami akan mengecek identitas elemen masyarakat yang datang ke kami lebih detail lagi, dengan tetap menjunjung prasangka baik dan kebebasan berekspresi," ucap Herzaky.

Sebelumnya, aksi puluhan orang yang mengatasnamakan mahasiswa di depan Kantor Pusat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Wisma Proklamasi, Jakarta, dibubarkan oleh pihak kepolisian pada Senin (15/3), malam. (Knu)

#Partai Demokrat #Mahasiswa #Demo Mahasiswa #Mahasiswa Baru
Bagikan

Berita Terkait

Merah Putih Kasih
Yayasan JHL Merah Putih Kasih Beri Bantuan Biaya Pendidikan ke Mahasiswa Lintas Fakultas Universitas Hasanuddin
Program ini memberikan dukungan finansial yang signifikan bagi keberlangsungan studi mahasiswa
Angga Yudha Pratama - Senin, 02 Februari 2026
Yayasan JHL Merah Putih Kasih Beri Bantuan Biaya Pendidikan ke Mahasiswa Lintas Fakultas Universitas Hasanuddin
Indonesia
Penerimaan Siswa Baru Sekolah Unggulan Garuda Segera Dibuka, Syaratnya Minat Pada Bidang STEM
Calon peserta didik SMA Unggul Garuda memiliki nilai paling rendah 85 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Januari 2026
Penerimaan Siswa Baru Sekolah Unggulan Garuda Segera Dibuka, Syaratnya Minat Pada Bidang STEM
Indonesia
10 Ribu Mahasiswa Dikerahkan Pulihkan Dampak Banjir Sumatera, Terbanyak ke Aceh Tamiang
Penyebaran mahasiswa terbanyak di Aceh yakni di Kabupaten Aceh Tamiang, sementara di Sumatera Utara ada di Kabupaten Tapanuli Selatan, dan di Sumatera Barat adalah di Kabupaten Agam
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Januari 2026
10 Ribu Mahasiswa Dikerahkan Pulihkan Dampak Banjir Sumatera, Terbanyak ke Aceh Tamiang
Indonesia
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Demokrat dan Golkar menegaskan reshuffle Kabinet Merah Putih merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo, usai Thomas Djiwandono mundur dari Wamenkeu.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Indonesia
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Susilo Bambayng Yudhoyono (SBY) dikaitkan dengan isu ijazah palsu Jokowi. Partai Demokrat pun menegaskan, bahwa hal itu merupakan fitnah.
Soffi Amira - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Indonesia
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Negara dan demokrasi harus diatur oleh rule of law, bukan rule of noise atau kebisingan rumor
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Energi politik semestinya dicurahkan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan efektif.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Indonesia
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing
Partai Demokrat mendesak pemerintah untuk membuka akses bantuan asing. Hal itu dilakukan demi mempercepat penanganan darurat bencana Sumatra.
Soffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing
Lifestyle
Pintu-Blockvest Bongkar Kunci Sukses Bagi Mahasiswa yang Ingin Jadi Jutawan Lewat AI dan Blockchain
Kombinasi AI dan blockchain membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkreasi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 02 Desember 2025
Pintu-Blockvest Bongkar Kunci Sukses Bagi Mahasiswa yang Ingin Jadi Jutawan Lewat AI dan Blockchain
Indonesia
Krisis Pembiayaan, Pemerintah Pusat Siap Selamatkan Mahasiswa Papua di Luar Negeri
Banyak mahasiswa asal Papua yang belajar di luar negeri belum menerima beasiswa dari pemerintah daerah. Pemerintah pusat akan mengambil alih pembiayaan melalui LPDP.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 November 2025
Krisis Pembiayaan, Pemerintah Pusat Siap Selamatkan Mahasiswa Papua di Luar Negeri
Bagikan