Demo Buruh 28 Agustus di Patung Kuda dan Istana Batal, Massa Fokus Cuma di DPR
Arsip - Gedung Istana Merdeka Jakarta. (Foto: Antara)
MerahPutih.com - Aliansi buruh memastikan rencana aksi di kawasan patung kuda dan depan Istana Kepresidenan Jakarta hari ini batal. Mereka memilih fokus menggelar aksi besar-besaran hanya di satu titik yakni gedung Parlemen Senayan Jakarta.
Pembatalan rencana aksi unjuk rasa mereka di kawasan patung kuda dan depan Istana Kepresidenan itu karena keterbatasan waktu. Aksi buruh 28 Agustus 2025 di depan DPR sendiri akan mulai digelar pukul 10.00 WIB.
"Dari awal kita hanya aksi di DPR, dan Istana kalau ada waktu. DPR saja karena keterbatasan waktu buruh harus masuk shift dua," kata Presiden Partai Buruh Sa'id Iqbal, saat dikonfirmasi awak media, Jakarta, Kamis (28/8).
Baca juga:
4.531 Petugas Amankan Demo Buruh di DPR, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Sementara itu, KAI Commuter menyiapkan antisipasi jika terjadi kekisruhan saat demo buruh di Gedung MPR/DPR, Senayan, Kamis (28/8) ini.
Salah satunya menyiapkan adanya pembatasan jadwal perjalanan Commuter Line lintas Rangkasbitung–Tanah Abang untuk mengantisipasi potensi kepadatan penumpang akibat aksi demonstrasi buruh di Jakarta.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, mengatakan pengaturan perjalanan dilakukan secara situasional, khususnya pada jam sibuk.
Baca juga:
Hari Ini Demo Buruh 28 Agustus 2025, 19 Kereta Berhenti Cuma Sampai Jatinegara
“KAI Commuter akan menutup layanan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung mulai dari Stasiun Tanah Abang hingga Stasiun Palmerah jika kondisi jalur tersebut tidak kondusif,” ujar Joni kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/8).
Apabila penutupan jalur diterapkan, perjalanan KRL hanya berlangsung sampai Stasiun Kebayoran atau Stasiun Palmerah, sebelum kembali mengarah ke Serpong, Parungpanjang, dan Rangkasbitung. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
DPR Mulai Kejar Harta Haram Koruptor Lewat RUU Perampasan Aset
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
DPR Anggap Kritik KUHP Baru Sebagai Bagian Penting Demokrasi, Persilakan Publik Uji Materi ke MK
Pidato Ketua DPR Puan Maharani dalam Rapat Paripurna DPR Perdana Tahun 2026
Wacana Pilkada Tidak Langsung Masih 'Jauh Panggang dari Api', DPR Pilih Fokus UU Pemilu
Jangan Asal Angkut! Kayu Sisa Banjir Sumatra Ternyata Masuk Kategori Sampah Spesifik
Bawang Ilegal 'Haram' Hampir Masuk Pasar, Pemerintah Didesak Seret Dalang Penyelundupan ke Meja Hukum
DPR Tegaskan KUHAP Baru Persulit Penahanan Ngawur, Tinggalkan Asas Monistis Warisan Belanda