Kesehatan

Dark Chocolate, Resep Waras Anticemas di Masa Pandemi

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2020
Dark Chocolate, Resep Waras Anticemas di Masa Pandemi

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI mengubah banyak orang. Mereka yang tadinya santuy, kini bisa jadi selalu didera rasa cemas. Kecemasan itu bisa dipicu situasi dan kondisi yang sebartak pasti saat ini. Belum lagi kecemasan akan tertular virus corona.

Selain itu, kegiatan yang terbatas di rumah saja malah menambah rasa cemas. Dalam level tertentu, kecemasan mungkin masih bisa ditoleransi. Namun, kondisi itu bisa amat membahayakan kesehatan mental kamu jika berlanjut dan tak ditangani. Lalu harus bagaimana?

BACA JUGA:

Tetap Sane dan Healthy, Rayakan Halloween Sesuai Panduan CDC

Banyak cara mengurangi kecemasan. Salah satunya memilih dan memilah asupan makanan yang baik untukmu. Salah satu asupan yang bisa kamu coba ialah dark chocolate. Manfaat cokelat tak terbilang jumlahnya. Terlebih sudah banyak penelitian mengenai hal itu. Sebagian besar memberi kesan positif terhadap cokelat.

Seperti temuan tim ilmuwan yang dipimpin Sunil Kochhar, PhD, Kepala Bioanalisis pada Departemen Sains di Pusat Riset Nestle, Swiss. Studi itu bertujuan menemukan apakah mengonsumsi dark chocolate setiap hari selama dua minggu dapat memengaruhi cara tubuh memetabolisme hormon stres.

cokelat
Konsumsi cokelat baik untuk mengurangi stres. (foto: pixabay/stux)

Para ilmuwan di studi itu merekrut 30 peserta yang sehat. Sebelas orang di antaranya ialah laki-laki, sisanya ialah perempuan. Para relawan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok bertingkat kecemasan tinggi dan kelompok bertingkat kecemasan rendah. Kedua kelompok itu diberi 40 gram dark chocolate, yang terdiri atas 74% kokoa, setiap hari selama dua minggu.

Hasil tes urine setelah konsumsi cokelat menunjukkan gurp bertingkat kecemasan tinggi mengalami penurunan hormon stres. Selain itu, konsumsi cokelat mengubah biologis mereka secara signifikan. Menurut Kochhar, orang cenderung merasakan kecemasan mereka berkurang setelah mengudap cokelat.

cokelat
Asupan dark chocolate selama dua minggu bisa membantu mengurangi kecemasan. (foto: pixabay/conger design)

Meskipun demikian, hal sebaliknya terjadi pada mereka yang punya level kecemasan rendah. "Kami mengamati bahwa kelompok ini malah mengalami peningkatan kecemasan segera setelah mereka mengonsumsi cokelat," ujarnya.

Kochhar menyatakan cokelat dengan kandungan kokoa di atas 60% akan memberikan manfaat yang sama, yakni mengurangi kecemasan. Selain itu, meskipun cokelat gelap memberi tambahan 220 kalori setiap hari, mereka tidak mengalami lonjakan gula darah.

Dengan begitu, konsumsi cokelat gelap amat baik untuk membantu kamu mengurangi kecemasan dan stres. Meskipun demikian, jika berencana mengunyah dark chocolate setiap hari selama dua minggu, kamu mungkin harus memangkas kalori dari menu lainnya. Itu jika kamu tidak mau bertambah 10 kg dalam setahun.(dwi)

BACA JUGA:

YG Entertaiment Produksi Ulang 'Lovesick Girls'

#Kuliner #Kesehatan #Oktober Satgas Waras
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan