Kesehatan

Dark Chocolate Bermanfaat bagi Kesehatan Ibu Hamil?

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 08 Juli 2022
Dark Chocolate Bermanfaat bagi Kesehatan Ibu Hamil?

Cokelat Hitam ternyata memiliki banyak manfaat untuk ibu hamil. (Foto: Pexels/Pixabay

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEREMPUAN hamil seringkali mendapat banyak sekali larangan dalam mengonsumsi makanan. Padahal, pada saat masa kehamilan, seringkali ibu hamil mengidam. Salah satu ngidam yang paling umum dialami oleh ibu hamil adalah cokelat.

Dikutip dari Dr Health Benefits, tidak semua cokelat memiliki manfaat dan akan menyebabkan beberapa masalah kesehatan apabila dikonsumsi terlalu banyak. Ada salah satu jenis cokelat yang direkomendasikan untuk kehamilan, yaitu cokelat hitam.

Baca Juga:

Bahaya Hipertensi Untuk Ibu Hamil dan Janin

Cokelat hitam bisa menjadi tameng terjadinya komplikasi. (Foto: pexels/Ivan Samkov)

Cokelat hitam lebih baik daripada jenis cokelat lainnya karena mengandung lebih sedikit gula. Mengonsumsi cokelat hitam pada saat hamil, diyakini bisa berdampak besar bagi kehamilan terutama untuk bayi kamu dalam perut.

1. Melindungi dari Komplikasi

Preeklampsia merupakan suatu kondisi yang menyebabkan tekanan darah meningkat dengan cepat. Hal ini bisa dicegah dengan mengonsumsi cokelat hitam selama mengandung. Hal ini juga dapat menyebabkan persalinan dini dan masalah kesehatan yang parah dan fatal.

2. Mengelola stres

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa ibu hamil mengalami stres pada saat mengandung. Hal tersebut bisa terjadi karena hormon kamu yang ada dimana-mana selama sembilan bulan. Cokelat hitam dipercaya dapat mengurangi dan mengelola stres.

3. Menambah Kebahagiaan

Cokelat diketahui bisa membuat siapa saja yang mengonsumsinya lebih merasa bahagia, begitu juga cokelat hitam. Hal tersebut dikarenakan adanya kandungan serotonin yang bertindak sebagai anti depresan. Hormon ini bisa membantu meningkatkan suasana hati, terutama pada saat sedang merasa down.

Baca Juga:

Kulit Mulus Bebas Stretch Mark di Masa Kehamilan

Tidak hanya untuk ibu saja, cokelat hitam juga bisa membuat bayi lebih bahagia. Seorang ibu yang sering mengonsumsi cokelat hitam memberikan nilai kebahagiaan yang lebih tinggi terhadap bayi yang dikandungnya. Tidak bisa diketahui pastinya, namun bisa jadi cokelat melewati plasenta ke dalam ASI.

Kebahagiaan ibu hamil bisa didapatikan hanya dari sepotong cokelat hitam. (Foto: Pexels/Ermias Tarekegn)

4. Mengurangi kemungkinan keguguran

Tidak ada hal yang bisa dilakukan untuk mencegah keguguran, tetapi perempuan yang mengonsumsi cokelat hitam setiap hari selama mengandung, memiliki peluang keguguran lebih kecil pada trimester pertama sekitar 20 persen.

5. Mengatur tingkat kolesterol

Cokelat hitam mengandung lebih sedikit gula dan lemak. Tidak heran, cokelat hitam sangat membantu untuk mengatur kadar kolesterol. Selain itu, cokelat hitam mengandung flavonoid yang meningkatkan kadar kolesterol baik, mengurangi oksidasi kolesterol jahat, dan mengatur kadar gula. (yos)

Baca Juga:

Tips Jitu Atasi Stres Selama Kehamilan

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan