Seni

Dari Puing Bom Menjadi Karya Seni

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 10 Mei 2021
Dari Puing Bom Menjadi Karya Seni

Hayat Nazer membuat patung dari puing ledakan. (Foto: instagram/@hayat_nazer_v)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEREMPUAN seniman asal Lebanon, Hayat Nazer, menggunakan seni untuk menyuarakan isi hatinya tentang isu sosial. Ini bukan pertama kalinya perempuan yang juga merupakan aktivis sosial itu membuat karya seni dengan harapan bisa menyampaikan pesan yang kuat kepada rekan-rekannya. Sejumlah karya yang pernah dia buat termasuk grafiti, lukisan, dan The Phoenix, patung yang ia buat pada 2019, ketika gelombang protes politik melanda negara asalnya.

Kini perempuan berusia 33 tahun itu meluncurkan karya terbarunya berupa patung cantik seorang perempuan memegang bendera Lebanon dengan rambut tergerai tertiup angin. Tidak sekadar patung biasa, patung yang ia ciptakan terbuat dari logam bengkok, pecahan kaca, dan puing-puing yang dia kumpulkan dari ledakan dahsyat yang melanda Pelabuhan Beirut pada 4 Agustus 2020. Patung tanpa nama itu juga menampilkan jam rusak yang menandai waktu ledakan, yakni pukul 18.00.

BACA JUGA:

Sains Menjawab Kapan Lebaran Tiba

Dalam sebuah wawancara dengan CNN, artis tersebut mengatakan bahwa karya tersebut adalah cara katarsis untuk menyalurkan kesedihan dan emosinya menjadi sesuatu yang indah, menginspirasi orang lain untuk tetap bersatu dan membangun kembali negara yang hancur akibat krisis politik dan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. "Ledakan itu menghancurkan hatiku. Aku benar-benar hancur," ujar Nazer.

patung lebanon

Patung berjudul Alexandra yang terbuat dari puing-puing ledakan di Beirut, Lebanon (Foto: instagram/@hayat_nazer_v)

"Aku trauma, tapi sejujurnya, kita semua di Lebanon mengalami trauma. Ketika saya merasa seperti itu, saya hanya mencoba membantu, memperbaiki, dan menyembuhkan melalui seni. Jadi inilah cara saya menerima kenyataan dan mencoba membangun kembali orang-orang saya,” urainya.

Nazer mengatakan bahwa dia menghabiskan berminggu-minggu menjelajahi kota untuk mengumpulkan puing-puing dan barang-barang pribadi dari penduduk. "Saya melakukan perjalanan ke rumah orang-orang setelah mereka dihancurkan oleh ledakan dan mengatakan kepada mereka, 'Saya hanya ingin Anda memberi saya apa pun yang dapat saya sertakan untuk menjadikan Anda bagian dari patung saya,'" kata Nazer.

patung lebanon

Patung dibuat sebagai bentuk protes. (Foto: instagram/@hayat_nazer_v)

"Saya terkejut. Orang-orang memberi saya hal-hal yang sangat berharga bagi saya. Hal-hal dari masa kecil mereka, kakek-nenek mereka yang meninggal dalam perang saudara, hal-hal yang ingin mereka selamatkan untuk anak-anak mereka. Begitu banyak emosi yang terjadi dalam hal ini,” ujarnya.(Avia)

#Gaya Hidup #Seniman #Karya Seni
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Lifestyle
Art Jakarta Papers 2026 Digelar Perdana, Fadli Zon Soroti Nilai Historis Kertas
Art Jakarta Papers 2026 digelar pada 5-8 Februari. Pameran ini juga dihadiri oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Art Jakarta Papers 2026 Digelar Perdana, Fadli Zon Soroti Nilai Historis Kertas
Lifestyle
Ladies, Kenali Tubuh, Siklus, dan Ritme Alami Diri untuk Bekal Menyusun Resolusi Tahun Baru
Pengujung tahun menjadi momen bagi perempuan untuk terkoneksi kembali ke dalam diri kamu.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Ladies, Kenali Tubuh, Siklus, dan Ritme Alami Diri untuk Bekal Menyusun Resolusi Tahun Baru
Lifestyle
Tumbler Tahan Banting Pilihan Terbaik untuk Dukung Gaya Hidup Hijau Ramah Lingkungan
Desain TYESO yang menekankan daya tahan dan penggunaan ulang membantu kamu mengurangi penggunaan barang sekali pakai.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Desember 2025
Tumbler Tahan Banting Pilihan Terbaik untuk Dukung Gaya Hidup Hijau Ramah Lingkungan
Lifestyle
TYESO Resmi Hadir di Indonesia lewat Kerja Sama Eksklusif dengan PT USS
Merek peralatan minum inovatif dan premium asal China tersebut resmi menunjuk (USS) sebagai distributor tunggal TYESO di Indonesia.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Desember 2025
TYESO Resmi Hadir di Indonesia lewat Kerja Sama Eksklusif dengan PT USS
Lifestyle
Resmi Ditutup, ini 5 Galeri di Art Jakarta 2025 yang Menarik Perhatian Pengunjung
Galeri di Art Jakarta 2025 ini menarik perhatian pengunjung. Pameran seni itu sudah resmi ditutup pada Minggu (5/10) kemarin.
Soffi Amira - Senin, 06 Oktober 2025
Resmi Ditutup, ini 5 Galeri di Art Jakarta 2025 yang Menarik Perhatian Pengunjung
Fun
Buka Art Jakarta 2025, Menbud Fadli Zon Janji Kirim Perupa Indonesia Ikut Pameran Internasional
Seni rupa dapat menjadi jembatan para seniman lokal dengan panggung seni internasional.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Oktober 2025
Buka Art Jakarta 2025, Menbud Fadli Zon Janji Kirim Perupa Indonesia Ikut Pameran Internasional
Lifestyle
Dari Paris ke Bali, Pameran ‘Light and Shadow Inside Me’ Eugene Kangawa Siap Jadi Koleksi Permanen di Eugene Museum 2026
Seri fotogram ini akan dipamerkan dalam sebuah pameran khusus di Art Basel Paris pada Oktober 2025.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 September 2025
Dari Paris ke Bali, Pameran ‘Light and Shadow Inside Me’ Eugene Kangawa Siap Jadi Koleksi Permanen di Eugene Museum 2026
Fun
Ahhh-fterwork Hadirkan Perjalanan Multisensori nan Penuh Petualangan, Ditutup Sesi Omakase Memanjakan Lidah
Dihadirkan untuk menciptakan momen afterwork yang unik bersama Heineken
Dwi Astarini - Kamis, 25 September 2025
Ahhh-fterwork Hadirkan Perjalanan Multisensori nan Penuh Petualangan, Ditutup Sesi Omakase Memanjakan Lidah
Lifestyle
Art Jakarta 2025 Tampilkan 75 Galeri dari 16 Negara, Kembali Bawa Segmen Unggulan
Art Jakarta 2025 menampilkan 75 galeri dari 16 negara. Nantinya, ada segmen unggulan di Art Jakarta 2025 yang tak boleh dilewatkan.
Soffi Amira - Rabu, 24 September 2025
Art Jakarta 2025 Tampilkan 75 Galeri dari 16 Negara, Kembali Bawa Segmen Unggulan
Lifestyle
Mengubah Lelah Jadi Perayaan: Instalasi Seni Heineken Hadirkan Pengalaman Afterwork
Heineken menghadirkan pengalaman seru lewat Ahhhterwork. Pengalaman ini mengubah rasa lelah menjadi momen santai.
Soffi Amira - Jumat, 19 September 2025
Mengubah Lelah Jadi Perayaan: Instalasi Seni Heineken Hadirkan Pengalaman Afterwork
Bagikan