Fashion

Dari Gaun Pengantin ke Rompi Tentara, Jenama Bridal Ukraina Ikut Bela Negara

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 21 Maret 2022
Dari Gaun Pengantin ke Rompi Tentara, Jenama Bridal Ukraina Ikut Bela Negara

Jenama bridal Mila Nova memproduksi gaun pengantin dan rompi tentara. (Khaleej Times)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JENAMA fesyen Ukraina Milla Nova, yang dikenal dengan gaun pengantin, kini memproduksi pakaian untuk tentara dan pekerja medis setelah invasi militer Rusia.

Gaun karya jenama tersebut sudah tersebar di butik pengantin di 50 negara termasuk AS, Inggris, Prancis, dan Tiongkok. Karyawan Milla Nova telah bekerja tanpa lelah selama dua minggu terakhir untuk memenuhi pesanan gaun pengantin untuk pasar internasional sambil membuat pakaian masa perang.

BACA JUGA:

Menjaga Perut Pengungsi di Perbatasan Ukraina Tetap Terisi

"Seiring dengan membuat pengantin di seluruh dunia bahagia, kami fokus menyelamatkan negara kami," kata CEO perusahaan Ulyana Kyrychuk, yang sangat bertekad untuk terus mempertahankan bisnis meskipun banyak tantangan serius dari perang.

mila nova. ukraina
Bridal Milla Nova dapat dengan cepat mendapatkan bahan yang diperlukan untuk produksi. (TMV News)

Foto-foto dari Milla Nova yang dibagikan kepada CNN menunjukkan perempuan merajut jaring militer dan penjahit membuat hoodie bulu dan rompi tentara dengan corak kamuflase. Bekerja dengan jaringan pemasoknya, jenama tersebut dapat dengan cepat mendapatkan bahan yang diperlukan untuk produksi. Kyrychuk mengatakan kepada CNN bahwa mereka telah membuat 1.500 item perlengkapan perang itu.

Kyrychuk mengatakan ia mulai menyusun serangkaian rencana sebelum invasi Rusia ke Ukraina dan fokus untuk mendukung stafnya. Setiap keputusan yang dia buat ialah dengan mempertimbangkan kepentingan mereka.

mila nova bridal
Gaun Milla Nova sudah tersebar di butik pengantin di 50 negara termasuk AS, Inggris, Perancis, dan Tiongkok. (CNN)

Banyak staf melakukan perjalanan panjang melalui Lviv, tempat perusahaan bermarkas, untuk mencapai pabrik, bekerja lembur untuk membantu membuat pakaian guna mendukung upaya pertahanan Ukraina, selain melakukan tugas rutin mereka. Kyrychuk mengonfirmasi semua karyawan dibayar pada Februari dan tim manajemennya bekerja sepanjang waktu untuk mengatur proses bisnis dan membayar orang-orang mereka.

"Tujuan utama saya sebagai CEO ialah untuk melindungi orang dan memastikan masa depan mereka," katanya, seraya menambahkan bahwa pihaknya juga siap menerima karyawan baru dari Ukraina timur yang baru-baru ini menjadi pengungsi.

Bekerja untuk meningkatkan semangat

mila nova bridal
Para penjahit Milla Nova juga menjahit gaun edisi khusus bertema Ukraina dengan warna kuning dan biru. (Khaleej Times)

Milla Nova saat ini mempekerjakan 600 pekerja. Mereka yang berbasis di Lviv diberi pilihan untuk pergi ke negara tetangga Polandia, tempay sebuah rumah produksi darurat didirikan di Warsawa setelah invasi.

Sejauh ini, 70 karyawan telah dievakuasi ke ibu kota Polandia. Sekitar 450 staf tetap di Lviv, sedangkan lainnya telah membuat rencana sendiri untuk melarikan diri ke perdesaan atau keluar dari Ukraina. Sebanyak 98 persen pekerja mereka ialah perempuan, banyak di antaranya ialah ibu-ibu sehingga relokasi oleh perusahaan banyak melibatkan anak-anak kecil.

Para penjahit di Polandia telah membuat gaun edisi khusus bertema Ukraina dengan warna kuning dan biru. Beberapa anak mereka terlibat dalam pembuatan gaun ini sebagai cara untuk meningkatkan semangat. Kyrychuk mengatakan rencananya ialah menjualnya sebagai NFT (non-fungible token) untuk mengumpulkan dana amal bagi Ukraina. Dia berharap mereka pada akhirnya dapat mengalihkan produksi dari kebutuhan perang untuk kembali membangun kota-kota yang hancur.

Kyrychuk mengatakan dia sangat bangga dengan timnya, atas dedikasi dan kesetiaan yang luar biasa, terutama menunjuk pada peran penting perempuan dalam perang yang peduli dan melindungi, berdoa, dan percaya.(aru)

#Rusia #Ukraina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
AI menjadi bagian dari agenda transformasi digital yang dibahas dalam pertemuan, termasuk pemanfaatannya untuk pendidikan dan penguatan literasi digital masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
Dunia
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Pesawat Zelenskyy nyaris terkena drone saat lepas landas dari Moldova dalam perjalanan menuju Oslo untuk menghadiri pemakaman Raja Harald V.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Indonesia
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dalam proses verifikasi itu, perlu mendengarkan keterangan dari pihak Rusia, pihak terkait, dan WNI yang bersangkutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Indonesia
Kemenlu Dalami Klaim Ukraina soal 8 WNI Direkrut Jadi Militer Rusia
Kemenlu memiliki tugas memberikan pelindungan kepada WNI di luar negeri.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Kemenlu Dalami Klaim Ukraina soal 8 WNI Direkrut Jadi Militer Rusia
Indonesia
Indonesia Rayu Rusia Garap 138 Blok Eksplorasi Migas di Indonesia
Indonesia sedang membahas kerja sama dengan kelompok-kelompok perusahaan Rusia untuk mengembangkan sejumlah proyek bersama di bidang energi, termasuk kilang dan terminal penyimpanan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Rayu Rusia Garap 138 Blok Eksplorasi Migas di Indonesia
Indonesia
Indonesia Berencana Bangun Pabrik Pupuk di Vladivostok Rusia
Posisi Vladivostok yang menghadap kawasan Pasifik dinilai strategis karena kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Berencana Bangun Pabrik Pupuk di Vladivostok Rusia
Indonesia
Filosofi Rusia-Indonesia Bertemu di Pidato Prabowo: Gotong Royong = Odin v Pole ne Voin
Presiden Prabowo Subianto di EEF 2026 mengaitkan pepatah Rusia Odin v pole ne voin dengan filosofi gotong royong Indonesia.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Filosofi Rusia-Indonesia Bertemu di Pidato Prabowo: Gotong Royong = Odin v Pole ne Voin
Indonesia
Putin Memandang Indonesia sebagai Mitra Kunci Rusia di Kawasan Asia Pasifik
Menurut Putin, kerja sama bilateral Indonesia dan Rusia terus dikembangkan melalui Komisi Bersama Rusia–Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Putin Memandang Indonesia sebagai Mitra Kunci Rusia di Kawasan Asia Pasifik
Dunia
Di Hadapan Prabowo dan Undangan EEF 2026, Putin: Ukraina Kehilangan 8.000-12.000 Tentara Setiap Bulan
Presiden Putin menyebut Ukraina telah kehilangan 8.000 hingga 12.000 tentara setiap bulan dalam konflik yang berlangsung sejak tahun 2022 silam.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Di Hadapan Prabowo dan Undangan EEF 2026, Putin: Ukraina Kehilangan 8.000-12.000 Tentara Setiap Bulan
Indonesia
Bertemu Putin, Presiden Prabowo Bangga Indonesia Bisa Tingkatkan Kemitraan Strategis dengan Rusia
Prabowo mengatakan hubungan kedua negara terus mengalami peningkatan, termasuk di bidang ekonomi dan perdagangan.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Bertemu Putin, Presiden Prabowo Bangga Indonesia Bisa Tingkatkan Kemitraan Strategis dengan Rusia
Bagikan