Dalang Kondang Ki Anom Suroto Gagal Manggung di Acara PDIP
Panitia sedang membongkar panggung yang sebelumnya akan digunakan untuk pagelaran seni budaya wayang kulit semalam suntuk, yang menghadirkan dalang Ki Anom Suroto. (MerahPutih/Widi Hatmoko)
MerahPutih Megapolitan - Dalang kondang Ki Anom Suroto dari Jawa Tengah gagal manggung di acara silaturahmi PDI Perjuangan Jawa Tengah dan DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, di Kompleks Green Lake City, Kosambi, Kembangan-Jakarta Barat, Sabtu (5/11) malam.
Tidak jadi manggungnya Ki Anom Suroto ini karena ada aksi penolakan dari salah satu ormas, terkait aksi demo Jumat (4/11) kemarin. Panitia pagelaran wayang kulit semalam suntuk di acara silaturahmi PDI Perjuangan, Gunawan alias Jepang mengaku, sebenarnya, pihaknya juga sudah merasa was-was dengan adanya aksi demo yang berujung rusuh Jumat (4/11) lalu, dan akan berdampak kepada kegiatan pagelaran seni budaya yang sudah dirancang sejak beberapa bulan yang lalu.
Namun demikian, karena memang acara tersebut sudah direncanakan, dan sudah menyebar undangan, akhirnya tetap dilaksanakan. “Keputusan dibatalkan tadi sore. Wayang sudah dijejer. Dan ini tidak menjadi kendala. Jadi, untuk masyarakat yang sudah terlanjur berkumpul, ya sudah, kita ajak makan bersama,” ujar Jepang kepada merahputih.com.
Ia bersama dengan para warga yang ingin menonton dalang idolanya tersebut juga memakluminya. Karena, kata Jepang, demi untuk menjaga kondusifitas keamanan, dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya akhirya memutuskan menghentikan gelar seni budaya wayang kulit semalam suntuk itu.
“Karena ini demi menjaga kondusifitas keamanan, ya sudah, acara tetap berjalan, tanpa wayang kulit, tetapi ajang silaturahmi tetap berjalan,” katanya.
Malam itu juga, kata Jepang, pihaknya bersama dengan rombongan wayang, serta pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah sebagai penyelenggara acara tersebut, dipulangkan ke Jawa Tengah mengendarai bus. “Acara ini kan acara silaturahmi antara DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah dengan DKI Jakarta, tapi karena berkenaan dengan aksi kemarin, ya kita harus legowo, demi menjaga kondusifitas,” tandasnya. (Widi)
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Hasil Rakernas, PDIP Dorong E-Voting Solusi Hemat Biaya Pilkada Langsung
Dapat Bintang Jasa Kehormatan PDIP, FX Rudyatmo Ngaku Tidak Dapat Penugasan Partai
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
PDIP Desak Pilkada Langsung Tetap Dipertahankan, Usul Gunakan E-Voting
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia
Kecup Prananda dan Puan ke Megawati di Peringatan HUT ke-53 PDIP