Dalam 10 Tahun Jumlah Nelayan Turun 50 Persen

Luhung SaptoLuhung Sapto - Minggu, 26 Februari 2017
Dalam 10 Tahun Jumlah Nelayan Turun 50 Persen

Nelayan di Indramayu, Jawa Barat sedang mencari udang rebon. (ANTARA/Dedhez Anggara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Dalam kurun waktu 10 tahun sejak 2003 hingga 2013, ratusan rumah tangga nelayan di Indonesia menghilang. Hal itu disebabkan sumber daya laut tidak mampu menopang kehidupan mereka.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengemukakan sekitar 50 persen rumah tangga nelayan menghilang, yakni dari 1,6 juta nelayan turun menjadi tinggal sekitar 800 rumah tangga nelayan.

"Menghilangnya ratusan rumah tangga nelayan itu karena hidup sebagai nelayan tidak lagi mampu menopang kebutuhan akibat sumber daya laut kita yang terus berkurang karena ribuan kapal asing setiap hari mengambil ikan di perairan kita," kata Menteri Susi saat memberikan orasi ilmiah di hadapan ratusan wisudawan/wisudawati Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Malang, Jawa Timur, Sabtu (25/2).

Ia mencontohkan, sepuluh tahun lalu di Tuban, Cirebon dan sejumlah daerah penghasil ikan, pasokan dan produktivitasnya cukup melimpah, namun sekarang tidak ada lagi. Kondisi ini karena alat tangkap nelayan asing lebih canggih dan ikan-ikan kecil pun disasar.

Dulu, lanjutnya, sumber daya perikanan laut di Indonesia cukup melimpah. Namun, pemerintah kemudian membuat kebijakan terkait lisensi kapal-kapal asing yang boleh menangkap ikan di perairan Indonesia dengan kompensasi pengolahan ikan bagi masyarakat sekitar.

Susi menilai dalam peraturan tahun 2004 terkait lisensi kapal asing itu, pemerintah telah membuat kesalahan dengan memperbolehkan kapal asing masuk dengan syarat harus membuat unit pengolahan ikan di Indonesia. Faktanya, syarat itu tidak pernah terpenuhi, malah nelayan asing ilegal mencapai ribuan.

Dengan diterbitkannya lisensi itu, lanjutnya, masyarakat (nelayan) diberikan kompensasi mengolah ikan melalui unit pelaksana teknis (UPT)-UPT di sejumlah daerah, namun kenyataan di lapangan, UPT-UPT ini tidak jalan, sementara kapal-kapal asing yang mengeruk kekayaan laut Indonesia tetap jalan, bahkan jutaan ton mereka ambil dari negeri ini.

Selain rumah tangga nelayan yang menghilang, katanya, akibat kebijakan lisensi kapal asing itu, sekitar 150 eksportir juga kehilangan usahanya. Usahanya ditutup dan mereka mengalami kerugian hingga miliaran dolar AS. "Oleh karena itu, sekarang sudah saatnya kita menghadap ke laut, jangan lagi 'memunggungi' laut karena masa depan kita ada di laut," urainya.

Saat ini, kata Susi, bagaimana negeri ini mengembangkan sumber daya kelautan, terutama dalam hal penangkapan ikan, sebab sebelumnya penangkapan ikan 100 persen dikuasai penanaman modal asing (PMA), justru industri pengolahannya hanya 50 persen.

Sekarang, ujarnya, harus dibalik, penangkapan ikan harus dikuasai nelayan lokal 100 persen dan industri pengolahan hasil lautnya ditangani PMA maksimal 60 persen. "Karena kebijakan menghilangkan izin kapal-kapal asing ini, nilai tukar nelayan menjadi lebih baik atau meningkat," tambahnya menguraikan.

Sumber: ANTARA

#Susi Pudjiastuti #Nelayan Tradisional #Kesejahteraan Nelayan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Susi Pudjiastuti 'Ratu Laut Kidul' Ditunjuk Gubernur Dedi Jadi Komisari BJB
Dedi mengungkapkan, Susi yang disebutnya merupakan Ratu Laut Kidul, asalnya menolak untuk bergabung ke BJB namun dirinya berhasil meyakinkan pengusaha itu untuk terlibat di BJB.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 April 2026
Susi Pudjiastuti 'Ratu Laut Kidul' Ditunjuk Gubernur Dedi Jadi Komisari BJB
Indonesia
Menteri Trenggono Janjikan 100 Kampung Nelayan Sudah Rampung di Mei 2026
Pemerintah mempercepat pembangunan KNMP sebagai bagian dari penguatan ekonomi pesisir nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 April 2026
Menteri Trenggono Janjikan 100 Kampung Nelayan Sudah Rampung di Mei 2026
Indonesia
Kampung Nelayan Ciptakan Banyak Lapangan Kerja: Dari 2 Menjadi 12 Jenis Pekerjaan
Program KNMP yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto terbukti mampu memperluas jenis pekerjaan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Kampung Nelayan Ciptakan Banyak Lapangan Kerja: Dari 2 Menjadi 12 Jenis Pekerjaan
Indonesia
Kampung Nelayan Diklaim Mampu Produksi Ikan hingga 2,15 Juta Ton Setahun
Program tersebut dinilai akan memperkuat sektor riil sekaligus meningkatkan ketahanan pangan berbasis kelautan.
Dwi Astarini - Rabu, 01 April 2026
Kampung Nelayan Diklaim Mampu Produksi Ikan hingga 2,15 Juta Ton Setahun
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Tunjuk Susi Pudjiastuti, Mahfud MD, dan Ahok Jadi Pimpinan KPK
Dari tiga nama tersebut, Susi Pudjiastuti disebut akan menjadi Ketua KPK.
Frengky Aruan - Senin, 30 Maret 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Tunjuk Susi Pudjiastuti, Mahfud MD, dan Ahok Jadi Pimpinan KPK
Indonesia
Pemerintah Sediakan Balok Es, Prabowo Klaim Pendapatan Nelayan Naik 100 Persen
Dengan balok es yang tersedia setiap hari, kata Presiden, ikan hasil tangkapan nelayan kembali dalam keadaan segar.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Oktober 2025
Pemerintah Sediakan Balok Es, Prabowo Klaim Pendapatan Nelayan Naik 100 Persen
Indonesia
3,9 Juta Nelayan Masuk Miskin Ekstrem, DPR Desak Program KNMP Jadi Solusi
Data BPS menyebut pada 2022 kemiskinan di daerah pesisir mencapai 17,74 jiwa sebanyak 3,9 juta jiwa masuk kategori miskin ekstrem.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Oktober 2025
3,9 Juta Nelayan Masuk Miskin Ekstrem, DPR Desak Program KNMP Jadi Solusi
Indonesia
Pemprov DKI Pastikan Nelayan Terdampak Pembangunan Pagar Beton Cilincing Terdata dan Mendapatkan Kompensasi Tepat Sasaran
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo juga memastikan nasib para nelayan akan tetap diperhatikan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 16 September 2025
Pemprov DKI Pastikan Nelayan Terdampak Pembangunan Pagar Beton Cilincing Terdata dan Mendapatkan Kompensasi Tepat Sasaran
Indonesia
Susi Pudjiastuti Jadi Tim Konsultan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tanpa Dibayar
Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti bergabung menjadi konsultan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di era Gubernur Dedi Mulyadi.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Februari 2025
Susi Pudjiastuti Jadi Tim Konsultan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tanpa Dibayar
Indonesia
Eks Menteri KKP Khawatir Kebijakan Pemutihan Utang Malah Bikin Petani-Nelayan Malas
Rokhmin mengungkapkan fakta di lapangan menunjukkan tidak mudah bagi para petani, nelayan dan UMKM untuk mendapatkan akses kredit perbankan.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 November 2024
Eks Menteri KKP Khawatir Kebijakan Pemutihan Utang Malah Bikin Petani-Nelayan Malas
Bagikan