Kesehatan

Cuci Hidung dengan Air Laut Steril Untuk Cegah Sinusitis

P Suryo RP Suryo R - Jumat, 27 April 2018
Cuci Hidung dengan Air Laut Steril Untuk Cegah Sinusitis

Perhatikanlah kebersihan hidung. (Foto: radiofoxnews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA kita berbicara mengenai perawatan kesehatan tubuh maka yang terbayang yakni mencuci wajah dan mencuci tangan. Hidung menjadi organ terakhir yang terlintas di pikiran kita. Mencuci hidung tak lazim dilakukan oleh masyarakat di Indonesia.

Padahal hidung merupakan organ vital bagi manusia. Hidung merupakan proteksi utama yang berfungsi sebagai indera penciuman dan sistem pernafasan. Dalam sistem pernafasan, hidung pertama kali yang menyaring dan menyiapkan udara yang masuk paru-paru.

Hidung merupakan jalur pertahanan utama dalam melawan bakteri dan racun pada udara yang kita hirup. Pada hidung manusia juga terdapat saluran hidung bernama Tuba Eustachius. Tuba Eustachius serupa dengan pipa yang menghubungkan hidung dengan telinga dan tenggorokan. Jika kesehatan hidung bermasalah, maka akan berpengaruh pada kesehatan telinga dan tenggorokan.

hidung
Hdiung adalah jalur pertahanan utama. (Foto: MavCure)

Dokter spesialis THT, dr. S Hendradewi SpTHT(K), Msi Med menjelaskan bahwa masalah pada telinga seperti telinga yang berdengung atau keluarnya cairan dari telinga bukan hanya disebabkan oleh orang yang malas membersihkan telinga. Permasalahan tersebut bisa saja disebabkan oleh masalah pada indera penciuman kita.

Penyakit telinga yang timbul karena permasalahan pada hidung biasanya adalah otitis media. Otitis media adalah infeksi pada telinga bagian tengah. Kondisi ini biasa disebabkan karena adanya infeksi akibat virus dan bakteri di bagian Tuba Eustachius.

“Otitis media paling banyak terjadi pada anak-anak karena tuba eustachius mereka sangat datar sehingga proses perpindahan cairan lebih cepat daripada yang terjadi di orang dewasa,” jelas dokter Hendradewi yang kerap disapa dokter Dewi.

hidung tenggorokan
Jika hidung terganggu dapat membuat tenggorokan terganggu. (Foto: Health Xchange)

Mulanya, seseorang mengalami otitis media akut pada hidungnya. Apabila tak segera mendapat penanganan akan menimbulkan otitis media kronik dan otitis media efusi. Gejala yang terjadi pada anak-anak biasanya demam, tidak mau makan, mudah rewel, dan sulit tidur. Sementara gejala yang terjadi pada orang dewasa yakni nyeri.

“Kejang-kejang yang biasa terjadi pada balita dan anak-anak biasanya terjadi karena otitis media kronik dan otitis media efusi,” tutur dokter Dewi.

Sementara sakit tenggorokan yang disebabkan karena masalah pada hidung diantaranya adalah radang tenggorokan dan amandel.

"Orang yang sudah terkena radang tenggorokan ibarat kertas yang sudah dilecekkan. Tidak mungkin kembali mulus," ucap dokter Dewi.

Orang dengan riwayat radang akan kembali terkena radang jika kondisi kesehatannya menurun. Sama seperti sakit telinga, penyakit pada tenggorokan disebabkan karena munculnya bakteri atau cairan di tuba eustachius yang mengalir ke tenggorokan.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi otitis media adalah dengan rutin membersihkan hidung dengan cairan larutan garam isotonis yang sesuai komposisi cairan tubuh.

hidung
Hidung dapat dibersihkan dengan air laut steril. (Foto: RemedyGrove)

Air laut merupakan perpaduan lingkungan fisik dan kimia yang luar biasa. Keberadaannya mencakup 71 persen dari luas daratan. “Air laut merupakan larutan yang komplek, sangat kaya akan mineral dan bahan organik,” papar dokter Dewi.

Semprot hidung berbahan air laut steril dapat digunakan untuk mengurangi efek iritasi hidung. Tak hanya itu, air laut steril juga banyak digunakan para pasien dengan rhinosinusitis kronis sebagai tambahan terapi standar. Pemberian cuci hidung dengan air laut steril memperbaiki endoskopi dan storing, hal yang tak didapatkan oleh pasien yang tak menggunakan air laut steril sebagai terapi tambahan.

Tindakan sederhana membersihkan hidung dengan semprot hidung air laut steril juga dapat meringankan kondisi masalah hidung. Pencucian hidung atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan irigasi nasal juga dapat membersihkan kerak dan kotoran pada rongga hidung serta mengurangi alergi. Irigasi nasal juga dapat mencegah terjadinya sinusitis.

Air laut yang digunakan untuk mencuci hidung tentunya bukanlah air laut sembarangan. Air laut tersebut telah disterilisasi dan dijadikan semprot hidung. Kita bisa menemukannya di apotek-apotek terdekat. (avia)

#Tips Kesehatan #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan