Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Bisnis

Crewdible Bantu UMKM Ubah Resesi Jadi Opportunity

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 15 Februari 2023
Crewdible Bantu UMKM Ubah Resesi Jadi Opportunity

Crewdible jalin kerja sama dengan Bukalapak bantu UMKM. (Foto: Merahputih.com/Disya)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

RABU (15/2) pagi, ruang pertemuan di lantai dua Menara Digitaraya dipenuhi puluhan orang. Musik instrumental nan membangkitkan semangat sayup-sayup terdengar. Di ruangan itulah, Crewdible melangsungkan acara yang memperkenalkan cara mereka membantu UMKM untuk mengubah resesi menjadi opportunity atau peluang baru di tengah kondisi perekonomian yang sulit untuk diprediksi dan semakin ketatnya persaingan di dunia bisnis.


"Crewdible itu adalah perusahaan yang menyediakan jasa instant warehouse fulfillment, bahasa gampangnya ialah gudang daring," ungkap CEO yang juga founder dari Crewdible Dhana Galindra.

BACA JUGA:

Crewdible - Bukalapak Siap Bantu UMKM


Crewdible menawarkan banyak layanan yang dapat membantu UMKM dalam berbisnis. Sebagai gudang mikro, Crewdible juga bisa membantu para pemilik bisnis untuk melakukan pengecekan barang, pengemasan, pengiriman bahkan hingga kontrol kualitas. "Layanannya banyak tapi tujuannya ialah bagaimana pengusaha tidak perlu memikirkan operasional untuk memenuhi sebuah pesanan," lanjut Dhana.

crewdible
Crewdible menawarkan banyak layanan yang dapat membantu UMKM dalam berbisnis.(foto: Merahputih.com/Disya)


Dengan mengangkat semangat #bikinLOKALmakinVOKAL, Crewdible mencoba untuk membantu UMKM di tengah kondisi perekonomian yang sulit diprediksi serta persaingan dunia usaha nan semakin ketat.


Untuk mencapai tujuan tersebut, Crewdible melakukan pergerakan dalam tiga tahap. Tahap pertama ialah penluncuran produk terbaru Crewdible, yakni disebut sebagai Operation Automation for SMEs. Setelah itu, diikuti peluncuran produk Sales Automation for SMES. Tahap terakhir ialah peresmian kerja sama antara Crewdible dan Bukalapak. "Targetnya ialah kami membantu tiga kali lipat dari apa yang telah kami lakukan sekarang," ungkap Dhana.

BACA JUGA:

Hesti Purwadinata Sebut Bisnis Parfum Seksi


Peresmian kerja sama yang dilakukan Crewdible dan Bukalapak sebenarnya didasari keselarasan visi dan misi. Hal itu menjadikan kerja sama tersebut semakin potensial. "Visi di bukalapak ialah fair economy for all, bagaimana kami menggunakan teknologi untuk bisa membantu para pelaku ekonomi dan UMKM," jelas CEO Bukafinancial & Commerce Bukalapak Victor Putra L.


Setelah penandatanganan kerja sama antara Crewdible dan Bukalapak, acara tersebut belanjut dengan bincang-bincang dengan pelaku UMKM yang telah bergabung bersama Crewdible. "Kendala UMKM ialah mengerjakan semuanya secara mandiri. Itu cukup menyita waktu, terlebih jika logistik berada di tempat yang berbeda-beda," ungkap Linda Lim, salah seorang pelaku UMKM yang sudah tergabung dengan Crewdible.


"Dengan Crewdible, toko tetap bisa buka dan memenuhi pesanan walaupun owner sedang tidak berada di toko," lanjutnya.

bisnis UMKM crewdible
Melakukan pergerakan dalam tiga tahap.(foto: Merahputih.com/Disya)


Pemberdayaan UMKM memang perlu dilakukan. Hal itu bukan tanpa sebab. UMKM memiliki kontribusi yang cukup besar dalam peningkatan roda ekonomi Indonesia. UMKM tercatat berkontribusi sebanyak 61 persen atau sekitar Rp8,5 triliun dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia.


Salah seorang pembicara dalam sesi bincang-bincang ialah Founder dan CEO KAYA.ID Nita Kartikasari. Ia mengharapkan akan semakin banyak bermunculan jenama seperti Crewdible dan KAYA.ID untuk mendorong pertumbuhan UMKM sehingga dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar multinasional nantinya.


Nita percaya bahwa produk lokal bukan tertinggal secara kualitas, melainkan kurang berani untuk menjadi lebih vokal agar semakin dikenal dan dibanggakan masyarakat.(dsh)

BACA JUGA:

Mahasiswi UMN Menangi 'Essay Competition Golkar Institute'

#Bisnis #UMKM
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
DPR Harap Final Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Panen Rezeki bagi UMKM Tanah Air
Pemda dan pelaku UMKM terus bersinergi untuk memanfaatkan animo masyarakat yang tinggi menjelang final Piala Dunia 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
DPR Harap Final Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Panen Rezeki bagi UMKM Tanah Air
Indonesia
Bunga Pinjaman Bagi Pelaku Usaha Mikro Turun Dari 22,5 Persen Jadi 8 Persen
APBN 2026 diarahkan untuk mendukung delapan agenda prioritas nasional termasuk pemberdayaan UMKM.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Juli 2026
Bunga Pinjaman Bagi Pelaku Usaha Mikro  Turun Dari 22,5 Persen Jadi 8 Persen
Indonesia
Alogaritma Platform E-Commerce Harus Utamakan Produk UMKM Dalam Negeri
Selain mengutamakan produk lokal, Permendag Nomor 19 Tahun 2026 juga ditujukan untuk memperkuat perlindungan konsumen dalam perdagangan digital.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Alogaritma Platform E-Commerce Harus Utamakan Produk UMKM Dalam Negeri
Indonesia
UMKM Indonesia Butuh Suntikan Kredit Rp 540 Triliun
Data Sistem Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SSKI) Bank Indonesia pada 2025, total kredit perbankan mencapai Rp 8.149 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
UMKM Indonesia Butuh Suntikan Kredit Rp 540 Triliun
Indonesia
Transformasi PNM di Bawah Danantara, Perluas Pemberdayaan UMKM hingga Wilayah 3T
PNM memperluas layanan keuangan ke wilayah 3T melalui 516 unit dari total 4.035 jaringan pelayanan. Fokus pada pembiayaan dan pemberdayaan perempuan pengusaha ultra mikro.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 Juli 2026
Transformasi PNM di Bawah Danantara, Perluas Pemberdayaan UMKM hingga Wilayah 3T
Indonesia
Ojol Bakal Masuk Sebagai UMKM
Penyusunan regulasi tersebut ditargetkan dapat diselesaikan secepatnya agar status pelaku usaha bagi pengemudi ojol segera memiliki dasar hukum
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
Ojol Bakal Masuk Sebagai UMKM
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit TikTok Shop usai Dugaan Penahanan Dana UMKM
Komisi VII DPR meminta Kemendag dan Komdigi membentuk tim audit independen untuk mengusut dugaan penahanan dana pelaku UMKM di TikTok Shop.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 Juli 2026
DPR Desak Pemerintah Audit TikTok Shop usai Dugaan Penahanan Dana UMKM
Indonesia
SPAI Tolak Pengemudi Ojol Masuk Kategori UMKM, Minta Pemerintah Akui sebagai Pekerja
SPAI menolak pengemudi ojol, taksol, dan kurir kargo dikategorikan sebagai UMKM. Desak pemerintah mengakui mereka sebagai pekerja dan menjamin hak ketenagakerjaan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 Juli 2026
SPAI Tolak Pengemudi Ojol Masuk Kategori UMKM, Minta Pemerintah Akui sebagai Pekerja
Indonesia
OJK Apresiasi Dukungan Bank Jakarta Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Program PED
OJK mengapresiasi dukungan Bank Jakarta dalam Program Pengembangan Ekonomi Daerah yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan inklusi keuangan di DKI Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
OJK Apresiasi Dukungan Bank Jakarta Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Program PED
Indonesia
Pajak Pedagang Online Harus Lihat Kondisi Riil
Implementasinya harus dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi riil pelaku UMKM.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Pajak Pedagang Online Harus Lihat Kondisi Riil
Bagikan