Control Freak, Ketika Seseorang Suka Mengatur Sekitarnya

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 17 Desember 2021
Control Freak, Ketika Seseorang Suka Mengatur Sekitarnya

Sikap ini juga dikaitkan dengan masalah psikologis yang membuat penderitanya tidak mampu mengontrol diri. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SIAPA yang risih jika ada seseorang mengatur hidupmu secara berlebihan? Control freak, begitu sebutan untuk orang yang mengontrol banyak hal sesuai dengan keinginannya. Mereka juga dapat mengatur segala hal kecil yang bahkan bukan tanggung jawabnya dan bisa merasa resah hingga marah jika hal tersebut tidak sesuai dengan kemauannya.

Mengutip laman Alodokter, Rabu (15/12), control freak adalah istilah untuk menggambarkan seseorang yang selalu ingin mengontrol banyak hal di sekitarnya agar sesuai dengan kemauannya. Mereka biasanya tidak sadar dengan perilaku suka mengaturnya, sebab ini menjadi caranya untuk melampiaskan rasa cemas. Sikap ini juga dikaitkan dengan masalah psikologis yang membuat penderitanya tidak mampu mengontrol diri.

Kamu harus mengenali ciri-ciri perilaku control freak, seperti menuntut hal yang tidak masuk akal. Orang yang control freak akan berusaha mengatur banyak hal, tidak hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, mereka juga suka mengatur kehidupan orang lain yang tidak ada kaitan dengan dirinya. Aturannya juga kadang tidak masuk akal dan membuat korbannya kewalahan.

Baca juga:

Bukan Tindakan Egois, Bunuh Diri Bukanlah Sebuah Pilihan

Control Freak, Ketika Seseorang Suka Mengatur Sekitarnya
Tahan egomu. (Foto: Pexels/Vera Arsic)

Yang kedua, mereka merasa dirinya paling benar. Bukannya mengakui kelebihan orang lain, mereka justru melebih-lebihkan kekurangan orang lain agar dirinya dipandang hebat. Mereka juga merasa paling tahu apa yang terbaik untuk semua orang. Jadi, pribadi ini akan memengaruhi korbannya agar berubah sesuai keinginan mereka.

Tidak hanya mengatur sana-sini, pribadi control freak juga bisa berperilaku kasar terhadap korbannya. Umumnya dengan berbicara nada tinggi, membentak, dan marah.

Baca juga:

3 Tips Ampuh untuk Menghadapi Teman yang Egois

Control Freak, Ketika Seseorang Suka Mengatur Sekitarnya
Pribadi control freak tidak baik untuk pertemanan. (Foto: Pexels/Tim Gouw)

Jika kamu mendapati orang di sekitarmu melakukan control freak, jangan diam saja. Tetapkan batasan diri dan sebisa mungkin tidak terlibat dalam pertemanan dengannya. Jadi, jika ia adalah rekan kerjamu, urusanmu dengannya hanya sebatas pekerjaan saja.

Katakan dengan sopan namun tegas jika perlakukan suka mengaturnya sudah melebih batas. Yang tidak kalah penting adalah evaluasi diri. Jika ciri-ciri control freak ada di dalam dirimu, coba deh mulai kelola emosi lebih baik lagi. Belajarlah untuk menghargai orang lain karena hubungan yang sehat tercipta ketika tiap pihak bisa saling menghormati. (and)

Baca juga:

Anda Egois? Cek Jawabannya di Sini

#Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Tercatat, ada sekitar 20 juta rakyat Indonesia didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental dari data pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang dilakukan.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Bagikan