Cokelat Kebanjiran Job di Bulan Kemerdekaan
Cokelat dengan formasi J (vokal), Edwin (gitar), dan Ronny (bas). (Foto: MP/Arie Prijono)
JIKA Anda perhatikan, setiap Hari Kemerdekaan RI, lagu band ini pasti diputar di mana-mana. Ya, seolah tak bosan, lagu "Bendera" dari grup band Cokelat ini terus mengudara, menjadikannya sebagai theme song untuk perayaan dirgahayu Indonesia. Lagu tersebut masuk dalam album Untukmu Indonesiaku yang dirilis tahun 2006.
Sesuai judulnya, ada 10 lagu bertema nasionalisme dalam album tersebut, di antaranya "Satu Nusa Satu Bangsa" (L. Manik), "Bangun Pemudi Pemuda" (A. Simanjuntak), dan "Ikrar Kami" (Cokelat). Cokelat berhasil membawa lagu wajib nasional dan lagu-lagu nasionalisme ke tingkat yang berbeda. Alhasil, image 'grup band dengan lagu nasionalis' melekat pada Cokelat.
Setelah lama tak merilis lagu bertema kebangsaan, akhirnya tahun 2017 Cokelat kembali menjawab kerinduan para penikmat musik Tanah Air. Kali ini, sebagai judulnya, mereka memilih lambang kehebatan bangsa Indonesia, yakni "Garuda".
Melihat hal tersebut, tak heran jika grup band asal Bandung ini kebanjiran tawaran di bulan Agustus, terutama menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia. Hal itu juga diakui Edwin, gitaris Cokelat, saat ditemui MerahPutih.com di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (15/8).
"Kegiatan kami meningkat, namun dalam arti kata bukan hanya soal panggung. Banyak media yang minta promo dengan pendapat Cokelat tentang nasionalisme. Berbicara soal manggung, salah satunya dalam waktu dekat kita akan ke Atambua, lalu Timor Leste," ucap Edwin.
Seperti kata Edwin, 'kebanjiran job' tak selalu harus manggung. Banyak undangan kepada band yang kini beranggotakan Jackline "J" Rossy (vokal), Edwin Marshal Syarif (gitar), dan Ronny Febry Nugroho (bas) untuk mengampanyekan kecintaan terhadap bangsa Indonesia.
"Jadi, orang-orang pengin banget menggunakan Cokelat untuk kampanye cinta bangsa, terutama di Agustus, lewat karya-karya Cokelat. Itu sih menariknya 17-an buat Cokelat," pungkas Edwin. (Ryn)
Baca juga artikel lainnya tentang Cokelat di sini: Bangkitkan Kebanggaan Jadi Bangsa Indonesia, COKELAT Rilis "Garuda".
Bagikan
Berita Terkait
Man Sinner Rilis 'Bumi Menangis (Unplugged)', Respons Banjir Bandang di Sumatra dan Aceh
Peron dan Post-Punk Kaum Kerja: Membuka Realitas Lewat EP Perdana 'SINGKAP'
Dul Jaelani Kembali dengan Lagu Emosional 'Sebenarnya, Selamanya…', Simak Lirik Lengkapnya
Sundari Gasong Kembali dengan Single 'Sedih', Lagu Tentang Cinta Tak Terucap
Billkiss Tutup Album Perdana dengan Lagu Pop Ceria 'Maunya Kamu'
Lewat Alter Ego Romo, Dimensi Hardi Tampilkan Sisi Gelap dan Eksperimental lewat 'Adiksi'
Unit Sufi Rock Magelang Musuffer Gugat Ego dan Dogma lewat Single 'Last Trip'
Soy Kongo Rilis EP 'Sekap', Kritik Pembangunan dan Lanskap Kesadaran Lewat Gelapnya Darkwave
Idgitaf Buka 2026 dengan 'Rutinitas', Lagu Jujur tentang Awal yang Tak Selalu Bahagia
Daniel Dyonisius dan Varnasvara Rilis 'Wanita', Lagu Kontemplatif tentang Kekerasan dan Trauma Perempuan