Cokelat Kebanjiran Job di Bulan Kemerdekaan

Asty TCAsty TC - Rabu, 16 Agustus 2017
Cokelat Kebanjiran Job di Bulan Kemerdekaan

Cokelat dengan formasi J (vokal), Edwin (gitar), dan Ronny (bas). (Foto: MP/Arie Prijono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JIKA Anda perhatikan, setiap Hari Kemerdekaan RI, lagu band ini pasti diputar di mana-mana. Ya, seolah tak bosan, lagu "Bendera" dari grup band Cokelat ini terus mengudara, menjadikannya sebagai theme song untuk perayaan dirgahayu Indonesia. Lagu tersebut masuk dalam album Untukmu Indonesiaku yang dirilis tahun 2006.

Sesuai judulnya, ada 10 lagu bertema nasionalisme dalam album tersebut, di antaranya "Satu Nusa Satu Bangsa" (L. Manik), "Bangun Pemudi Pemuda" (A. Simanjuntak), dan "Ikrar Kami" (Cokelat). Cokelat berhasil membawa lagu wajib nasional dan lagu-lagu nasionalisme ke tingkat yang berbeda. Alhasil, image 'grup band dengan lagu nasionalis' melekat pada Cokelat.

Setelah lama tak merilis lagu bertema kebangsaan, akhirnya tahun 2017 Cokelat kembali menjawab kerinduan para penikmat musik Tanah Air. Kali ini, sebagai judulnya, mereka memilih lambang kehebatan bangsa Indonesia, yakni "Garuda".

Melihat hal tersebut, tak heran jika grup band asal Bandung ini kebanjiran tawaran di bulan Agustus, terutama menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia. Hal itu juga diakui Edwin, gitaris Cokelat, saat ditemui MerahPutih.com di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (15/8).

"Kegiatan kami meningkat, namun dalam arti kata bukan hanya soal panggung. Banyak media yang minta promo dengan pendapat Cokelat tentang nasionalisme. Berbicara soal manggung, salah satunya dalam waktu dekat kita akan ke Atambua, lalu Timor Leste," ucap Edwin.

Seperti kata Edwin, 'kebanjiran job' tak selalu harus manggung. Banyak undangan kepada band yang kini beranggotakan Jackline "J" Rossy (vokal), Edwin Marshal Syarif (gitar), dan Ronny Febry Nugroho (bas) untuk mengampanyekan kecintaan terhadap bangsa Indonesia.

"Jadi, orang-orang pengin banget menggunakan Cokelat untuk kampanye cinta bangsa, terutama di Agustus, lewat karya-karya Cokelat. Itu sih menariknya 17-an buat Cokelat," pungkas Edwin. (Ryn)

Baca juga artikel lainnya tentang Cokelat di sini: Bangkitkan Kebanggaan Jadi Bangsa Indonesia, COKELAT Rilis "Garuda".

#Cokelat #Grup Band #Musisi Indonesia
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

ShowBiz
Man Sinner Rilis 'Bumi Menangis (Unplugged)', Respons Banjir Bandang di Sumatra dan Aceh
Band skatepunk asal Jakarta, Man Sinner, merilis single 'Bumi Menangis (Unplugged)' sebagai respons atas bencana banjir bandang di Sumatra dan Aceh.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Januari 2026
Man Sinner Rilis 'Bumi Menangis (Unplugged)', Respons Banjir Bandang di Sumatra dan Aceh
ShowBiz
Peron dan Post-Punk Kaum Kerja: Membuka Realitas Lewat EP Perdana 'SINGKAP'
Peron, band post-punk asal Semarang, merilis EP perdana SINGKAP. Musik jujur dan sinis tentang realitas kerja generasi 25-an.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 11 Januari 2026
Peron dan Post-Punk Kaum Kerja: Membuka Realitas Lewat EP Perdana 'SINGKAP'
ShowBiz
Dul Jaelani Kembali dengan Lagu Emosional 'Sebenarnya, Selamanya…', Simak Lirik Lengkapnya
Dul Jaelani merilis single terbaru 'Sebenarnya, Selamanya…', lagu emosional yang mengangkat kisah cinta dengan jujur dan penuh perasaan.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 11 Januari 2026
Dul Jaelani Kembali dengan Lagu Emosional 'Sebenarnya, Selamanya…', Simak Lirik Lengkapnya
ShowBiz
Sundari Gasong Kembali dengan Single 'Sedih', Lagu Tentang Cinta Tak Terucap
Sundari Gasong merilis single kedua berjudul 'Sedih'. Lagu yang ditulis sejak 2009 ini mengangkat kisah cinta terpendam dengan aransemen minimalis.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
Sundari Gasong Kembali dengan Single 'Sedih', Lagu Tentang Cinta Tak Terucap
ShowBiz
Billkiss Tutup Album Perdana dengan Lagu Pop Ceria 'Maunya Kamu'
Billkiss resmi merilis video musik 'Maunya Kamu' di awal 2026. Lagu pop ceria ini menjadi penutup album perdana dengan kisah manis jatuh cinta pertama.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
Billkiss Tutup Album Perdana dengan Lagu Pop Ceria 'Maunya Kamu'
ShowBiz
Lewat Alter Ego Romo, Dimensi Hardi Tampilkan Sisi Gelap dan Eksperimental lewat 'Adiksi'
Romo, alter ego Dimensi Hardi dari Peraukertas, resmi debut lewat single 'Adiksi'. Album perdana dijadwalkan rilis April 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Januari 2026
Lewat Alter Ego Romo, Dimensi Hardi Tampilkan Sisi Gelap dan Eksperimental lewat 'Adiksi'
ShowBiz
Unit Sufi Rock Magelang Musuffer Gugat Ego dan Dogma lewat Single 'Last Trip'
Band indie asal Magelang, Musuffer, merilis single debut 'Last Trip'. Mengusung Sufi rock, lagu ini mengulas eksistensialisme manusia, ego, dan refleksi spiritual.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Januari 2026
Unit Sufi Rock Magelang Musuffer Gugat Ego dan Dogma lewat Single 'Last Trip'
ShowBiz
Soy Kongo Rilis EP 'Sekap', Kritik Pembangunan dan Lanskap Kesadaran Lewat Gelapnya Darkwave
Soy Kongo merilis mini album Sekap. Mengulas relasi pembangunan, lingkungan, dan kesadaran manusia lewat lanskap bunyi yang muram.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Januari 2026
Soy Kongo Rilis EP 'Sekap', Kritik Pembangunan dan Lanskap Kesadaran Lewat Gelapnya Darkwave
ShowBiz
Idgitaf Buka 2026 dengan 'Rutinitas', Lagu Jujur tentang Awal yang Tak Selalu Bahagia
Idgitaf merilis single terbaru berjudul 'Rutinitas'. Lagu ini merefleksikan realitas tahun baru yang tak selalu bahagia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Januari 2026
Idgitaf Buka 2026 dengan 'Rutinitas', Lagu Jujur tentang Awal yang Tak Selalu Bahagia
ShowBiz
Daniel Dyonisius dan Varnasvara Rilis 'Wanita', Lagu Kontemplatif tentang Kekerasan dan Trauma Perempuan
'Wanita' adalah single terbaru Daniel Dyonisius bersama Varnasvara. Lagu ini mengangkat kekerasan terhadap perempuan, trauma 1998, dan refleksi hidup-mati.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Januari 2026
Daniel Dyonisius dan Varnasvara Rilis 'Wanita', Lagu Kontemplatif tentang Kekerasan dan Trauma Perempuan
Bagikan