MerahPutih.com - Tingginya intensitas hujan yang melanda Kabupaten Sukabumi sejak awal pekan ini menyebabkan sejumlah wilayah mengalami bencana alam seperti banjir, tanah longsor, hingga kerusakan infrastruktur. Polisi pun melakukan evakuasi terhadap sejumlah warga agar tak terjebak banjir.
“Kami telah mengevakuasi 50 warga ke tempat aman, termasuk mendirikan posko siaga bencana di kantor kelurahan dengan dibantu dari Tim Samapta Polres Sukabumi,” ungkap Kapolsek Palabuhanratu Roni Haryanto di Sukabumi, Jawa Barat, dikutip Kamis (5/12).
Sementara itu, tingginya debit air membuat sejumlah warga terjebak, khususnya di Kecamatan Palabuhanratu dan Pabuaran Sagaranten. Ketinggian air mencapai 80 hingga 90 sentimeter, menyebabkan permukiman tergenang dan akses jalan terputus.
Proses evakuasi berlangsung dramatis, terutama di Kampung Rangcabungur, di mana gang-gang sempit terendam air setinggi pinggang orang dewasa.
Kepala Satuan Samapta Polres Sukabumi AKP Dadi menjelaskan tantangan berat yang dihadapi tim gabungan TNI, Polri, dan BPBD.
Baca juga:
Jalan Nasional Sukabumi-Palabuhanratu Longsor, Polisi Berlakukan Sistem Buka Tutup
“Air bah masuk ke gang-gang sempit, membuat akses sangat sulit. Kami menggunakan perahu karet untuk menyelamatkan ibu dan bayi yang terjebak di rumah mereka. Alhamdulillah, semuanya selamat,” ujar AKP Dadi.
Tim gabungan dengan peralatan seadanya harus melawan derasnya arus banjir untuk mengevakuasi beberapa bayi bersama ibu mereka.
“Kami harus berjalan di tengah arus deras. Ada dua hingga tiga bayi yang berhasil kami evakuasi dari lokasi. Prosesnya sangat menegangkan, tetapi syukur semuanya berhasil diselamatkan,” tambah AKP Dadi.
Sementara itu anggota Humas Polres Sukabumi, Bripda Delfano, menyampaikan bahwa Polri bergerak cepat bersama tim rescue dari berbagai instansi dan masyarakat untuk membantu warga terdampak.
Baca juga:
“Kondisi di lapangan sangat berat. Air mencapai setinggi pinggang, sehingga tim evakuasi harus ekstra hati-hati. Kami terus berupaya agar semua korban bisa dievakuasi secepat mungkin,” kata Delfano.
Petugas gabungan kini fokus pada proses evakuasi dan penanganan dampak bencana. Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat intensitas hujan masih tinggi di wilayah tersebut.
Kapolsek Ciemas, AKP Deni Miharja, mengatakan bahwa banjir terjadi di beberapa titik seperti Desa Mekarsakti, Desa Mandrajaya, Desa Tamanjaya, Desa Ciwaru, dan Desa Ciemas.
“Hujan deras sejak beberapa hari lalu menyebabkan luapan sungai dan tanggul jebol di beberapa wilayah. Ketinggian air di beberapa lokasi mencapai hingga dua meter, sehingga sebagian warga harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman,” ungkap AKP Deni.
Beberapa lokasi lain yang terdampak bencana, termasuk jalan amblas di Desa Buniwangi dan Desa Cijurey, serta longsor yang menimpa lahan pertanian warga di Desa Ciengang.
“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD, Forkopimcam, dan pemerintah desa untuk menangani situasi ini. Prioritas utama kami adalah keselamatan warga dan pencegahan dampak lebih lanjut,” tambahnya. (Knu)