Cerita Megawati dan 3 Pidato Bung Karno yang Diajukan Masuk Warisan Dunia UNESCO

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 17 April 2018
Cerita Megawati dan 3 Pidato Bung Karno yang Diajukan Masuk Warisan Dunia UNESCO

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat peluncuran dan peringatan 63 Konferensi Asia Afrika (KAA), pameran arsip KAA dan dokumenter pidato 'tiga tinta emas abad 20' yang disampaikan Soekarno dalam

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bung Karno terkenal sebagai Singa Podium di Indonesia maupun dalam kancah internasional. Pidato Presiden RI ke-1 itu kerap mengguncang dunia. Namun, ada tiga pidatonya yang dianggap berpengaruh besar terhadap peradaban manusia dan tengah dipertimbangkan masuk dalam daftar Arsip Warisan Dunia UNESCO.

Ketiga pidato itu berjudul "Unity in Diversity Asia Africa" yang disampaikan Bung Karno saat konferensi Asia-Afrika tahun 1955 di Bandung, "To Build The World a New" atau "Membangun Dunia Kembali" dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1960 dan pidato "New Emerging Forces" pada Konferensi Tingkat Tinggi Non Blok di Beograd, Serbia I961.

Putri kandung Bung Karno, Megawati Soekarnoputri menyimpan kisah khusus terkait tiga pidato ayahnya yang dinilai merupakan pemikiran brilian pada masanya. Ketua Umum PDIP itu bercerita pidato yang diucapkan dalam sejumlah momentum itu merupakan peristiwa penting satu abad lalu, tepatnya di abad 20.

megawati
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat peluncuran dan peringatan 63 Konferensi Asia Afrika (KAA), pameran arsip KAA dan dokumenter pidato 'tiga tinta emas abad 20' yang disampaikan Soekarno dalam KAA, PBB dan GNB di Gedung LIPI, Jakarta, Selasa (17/4). (MP/Fadhli)

Menurut Megawati, ada tiga peristiwa penting dalam peradaban manusia dan bahkan disebut sebagai pemikiran yang mengubah dunia. Peristiwa itu adalah Pidato Bung Karno di Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung berjudul "Unity in Diversity Asia Africa."

"Saya berusia 8 tahun saat itu, hasil dari KAA melahirkan Komunike Dasa Sila. Sepuluh tahun setelah KAA ada 41 negara yang memproklamirkan kemerdekaan di Asia-Afrika," kata dia, saat peluncuran dan peringatan 63 Konferensi Asia Afrika (KAA), pameran arsip KAA dan dokumenter pidato 'tiga tinta emas abad 20' yang disampaikan Soekarno dalam KAA, PBB dan GNB di Gedung LIPI, Jakarta, Selasa (17/4).

Sebagai putri Presiden Pertama, Megawati mengaku sangat mengetahui jelas bagaimana KAA itu melahirkan sebuah gagasan yang kemudian menjadi pendorong dunia ketiga untuk merdeka. "Ada 200 delegasi yang berasal dari 29 negara, yang menghasilkan gelombang semangat pembebasan yang sama terus mengalir hingga ke belahan dunia lainnya, seperti Amerika latin," tutur Presiden RI ke-4 itu.

Peristiwa kedua, lanjut Megawati, adalah peristiwa pidato Bung Karno di sidang umum PBB ke-XV tahun 1960 yang berjudul "To Build The World a New" atau Membangun Dunia Kembali. Pidato ini gamblang memaparkan pentingnya Pancasila sebagai landasan kesepakatan kerjasama antarbangsa. Sang Proklamator juga mendeklarasikan pentingnya pelucutan senjata dengan menentang pemakaian senjata nuklir, atom dan hidrogen dalam konflik apapun.

"Usia saya masih masih 13 tahun waktu itu, dalam pidato tersebut Bung Karno menyatakan tidak menginginkan dunia terbelah dalam dua blok. Bung Karno menginginkan adanya suatu tata dunia baru, suatu semangat 'to build the world new' dunia yang kokoh, kuat dan sehat. Dubai tempat semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan," tutur dia.

megawati
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat peluncuran dan peringatan 63 Konferensi Asia Afrika (KAA), pameran arsip KAA dan dokumenter pidato 'tiga tinta emas abad 20' yang disampaikan Soekarno dalam KAA, PBB dan GNB di Gedung LIPI, Jakarta, Selasa (17/4). (MP/Fadhli)

Terakhir, Megawati mengingat persis pidato ketiga Bung Karno bertajuk "New Emerging Forces" pada Konferensi Tingkat Tinggi Non Blok di Beograd, Serbia pada tahun I961. Saat itu dirinya masih berusia 14 tahun. Diakuinya, peristiwa ini juga yang membentuk karakter politiknya saat melihat bagaimana tokoh Gerakan Non Blok pertama berdebat dan berargumentasi.

"Saya saksikan, saya ikuti, dan saya catat langsung. Perdebatan penuh martabat, saling menghormati, rasional dan penuh belarasa," kenang satu-satunya Presiden perempuan Indonesia itu.

Hasilnya, GNB melahirkan sejumlah prinsip yang menjadi basis bernegara, yaitu saling menghormati integritas teritorial dan kedaulatan, perjanjian nonagresi, tidak mengintervansi urusan dalam negeri negara lain, kesetaraan dan keuntungan bersama, dan menjaga perdamaian. "Karena prinsip-prinsip inilah, Amerika-Rusia akhirnya memutuskan untuk tidak menggunakan senjata nuklir dalam konflik perang dingin," tandas Mega, sapaan karibnya.

Usulan mengajukan tiga pidato Bung Karno menjadi arsip warisan dunia UNESCO datang dari tiga lembaga negara, yakni Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Arsip Nasional RI (ANRI) dan Perpustakaan Nasional RI. Pengajuan ini sebagai wujud komitmen menjaga dan melestarikan kekayaan bangsa-bangsa di dunia dalam bentuk pusaka dokumenter (documentary heritage).

"Tujuannya untuk menjaga dan melestarikan kekayaan dalam documentary heritage secara bijak karena dokumen-dokumen tersebut memiliki nilai sejarah dan artistik yang tinggi," kata Pelaksana Tugas Kepala LIPI, Bambang Subiyanto.

Menurut Bambang, pidato Bung Karno telah memberikan perubahan signifikan dalam percaturan politik dunia. Semangat dalam ketiga pidato itu juga masih relevan dalam konteks kekinian mewujudkan cita-cita perdamaian masyarakat dunia.

"Pertimbangannya adalah Konferensi Asia Afrika maupun Gerakan Non Blok merupakan peristiwa bersejarah dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia. Namun, arsip tersebut belum berhasil Iolos penilaian International Advisory Committee dan akan disempurnakan serta dinominasikan kembali di tahun 2018-2019," tutup peneliti senior LIPI itu. (Fad)

#Bung Karno #UNESCO #Pidato Bung Karno #Megawati Soekarnoputri #LIPI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung dalam suasana duka setelah wafatnya Guruh Soekarnoputera, adik Megawati.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Indonesia
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Kabar duka menyelimuti Tanah Air atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra. Simak momen haru saat Megawati hadir langsung ke TPU Karet Bivak dan kenangan terakhir sang maestro seni.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Megawati menegaskan kekayaan mineral dan hutan di darat maupun laut semestinya dikelola untuk kemakmuran rakyat banyak
Angga Yudha Pratama - Senin, 17 Agustus 2026
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Indonesia
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Absennya Megawati itu diumumkan Ketua MPR Ahmad Muzani saat menyapa para tamu undangan Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Indonesia
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Megawati dan SBY absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026. Namun, Jokowi dipastikan hadir dalam sidang tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Bagikan