Cegah Punya Istri 3, Ahok akan Pasangi Sopir Truk Sampah GPS
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
MerahPutih Megapolitan - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku akan menerapkan program Smart City kepada para pengangkut sampah di DKI Jakarta. Hal tersebut dilakukan guna mengetahui apakah para sopir truk ini menjalankan tugasnya dengan benar atau tidak.
"Biar kita tahu nantinya kita terima truk-truk sampah kemana-kemana saja. Rutenya kemana saja. Jadi kita bisa pantau," terangnya di Balai Kota, Jakarta, Senin (11/5).
Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa sopir angkut juga disewa dari swasta. Karena pasalnya, truk yang selalu digunakan untuk mengangkut sampah juga di sewadari pihak swasta sehingga tidak menutup kemungkinan adanya permainan.
"Punya siapapun enggak jelas, enggak ada GPS. Jemput di rumah duka banyak bunga dihitung kita juga. Jemput di resto hitung kita juga. Saya tidak mau oknum sopir punya istri 3," tuturnya dengan nada keluh.
Untuk diketahui, Pemprov DKI kembali mendapat hibah sebanyak lima unit truk sampah dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II pada senin (11/5). (rfd)
Baca Juga:
Tanggapi Survei Cyrus, Ahok: Itu yang Kita Harapkan
Bareskrim Selalu Kunjungi Ahok, Ada Apa?
Ahok Ajak Seluruh Kepala Daerah Maju Jadi Gubernur DKI
Sering Ugal-ugalan, Ahok Siap Cabut Izin Trayek Kopaja
Terima 5 Truk Sampah, Ahok Minta Dirut Pelindo II Beri Sambutan
Bagikan
Adinda Nurrizki
Berita Terkait
TPA Cipeucang Overload, Pemprov DKI Bantu Banten Tangani Sampah Tangsel
Prabowo Marah-Marah, TNI-Polri Langsung Bersih-Bersih Sampah di Pantai Bali
RDF Rorotan Masih Bau, PSI Kritik Solusi Pemprov Jakarta Cuma Gimmick
Diperintah Presiden Prabowo Saat Rakornas, TNI Langsung Bersihkan Sampah di Bali
Penolakan RDF Rorotan Menguat, DPRD DKI Serahkan Evaluasi ke Pemprov
Prabowo Soroti Sampah di Bali: Pantai Kotor Bisa Bikin Turis Enggan Datang
Teknologi Sensor Kebauan RDF Rorotan Jalani Kalibrasi Lapangan, Sensor Dipastikan Tetap Akurat
Ratusan Kontainer Limbah B3 Masuk Batam, Puluhan Diputus Reekspor oleh Bea Cukai
Penanganan Sampah Diperkuat, DLH DKI Dorong Pengurangan Risiko Banjir
Indonesia Tawarkan Proyek Pengelolaan Limbah 30 Kota di World Economic Forum