Kesehatan

Cegah Hipertensi dengan Dash Diet

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 20 Oktober 2018
Cegah Hipertensi dengan Dash Diet

Dash diet menjaga tekanan darah (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETIAP program diet memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang penting tujuannya sama-sama untuk menurunkan berat badan. Hanya metodenya saja yang berbeda. Namun, diet yang satu ini bukan hanya dapat menurunkan berat badan. Tapi, kamu yang menjalankan program Dash Diet dapat menjaga tekanan darah.

Melansir Metro, Dash Diet yang merupakan kepanjangan dari Dietary Approaches to Stop Hypertension. Artinya, program diet ini bisa menjadi upaya untuk mecegah darah tinggi, atau disebut juga hipertensi. Karena itu, sebaiknya kamu mencoba menjalankan diet ini demi menjaga kesehatan di masa depan.

Hipertensi ini tidak bisa diremehakan. Dampak buruk dari tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan berbagai macam penyakit serius. Di antaranya, stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal. Penyakit tersebut bisa juga terjadi di usia-usia produktif kamu.

Hipertensi menyebabkan berbagai macam penyakit serius (Foto: Pexels/Pixabay)

Karena itu, kalau kamu ingin terhindar dari penyakit-penyakit tersebut, harus mau mulai mengatur pola makan. Caranya dengan melakukan program dash diet. Enggak perlu takut tidak bisa memakan-makanan enak, karena pantangan program diet ini tidak muluk-muluk.

Tentu, menu makanan yang paling ditekankan dalam diet ini ialah buah-buahan dan sayuran. Tidak lupa biji-bijian dan dilengkapi dengan segelas susu rendah lemak. Untuk masalah lauk pauk, boleh mengonsumsi daging, ikan dan juga unggas.

Sebenarnya program diet ini tidak jauh berbeda dengan program diet lain. Contohnya kamu juga harus membatasi asupan gula, terutama minuman-minuman manis. Serta menghindari lemak tambahan dan juga daging merah. Lemaknya malah membuat kamu semakin gemuk dan meningkatkan risiko terkena hipertensi.

Hindari minuman manis (Foto: Pexels/rawpixel.com)

Intinya, kalau kamu menjalankan program diet ini kamu dapat mendapatkan asupan kalori sesuai yang dibutuhkan tubuh. Wanita membutuhkan sebanyak 2000 kalori setiap harinya. Sementara pria lebih banyak dengan asupan 2500 kalori setiap hari.

Meskipun demikian kamu juga harus sabar. Memang kelihatannya berat badan kamu tetap tidak turun drastis setelah menjalankan program Dash Diet. Hasilnya memang tidak instan, tapi kamu harus paham keuntungan yang bisa kamu dapat. Secar perlahan tubuh kamu tetap akan turun, dan yang terpenting, kemungkinan besar kamu tidak akan memiliki risiko tinggi terkena penyakit serius. (ikh)

Baca juga: Diet Tanpa Karbo Memperpendek Umur?

#Kesehatan #Tips Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan