Catatkan Rekor Tertinggi, ini 3 Alasan Mengapa Bitcoin Bisa Tembus Rp 3,2 Miliar
Bitcoin tembus Rp 3,2 Miliar. Foto: Pixabay.com/3844328)
MerahPutih.com - Perkembangan dunia cryptocurrency kini semakin meningkat. Bahkan, banyak masyarakat yang sudah mengenal crypto atau Bitcoin.
Selain itu, banyak pula generasi muda yang memilih investasi crypto dibanding investasi konvensional. Hal ini tentunya tak lepas dari banyaknya informasi terkait dunia cryptocurrency.
Kamu juga bisa mendapatkan informasi soal crypto news melalui internet. Melalui informasi tersebut, kamu bisa mengetahui perkembangan yang terjadi dalam dunia crypto.
Tak hanya itu, kamu bisa mendapatkan informasi soal harga BTC, ETH, SOL, XRP, hingga aset crypto lainnya. Nantinya, hal itu bisa dijadikan sebagai sebagai bahan riset atau analisa teknikal.
Baca juga:
5 Rekomendasi Aplikasi Trading Futures Bitcoin Terbaik, Wajib Dicoba!
Berdasarkan data dan grafik dari analisis on-chain, Bitcoin bisa melampaui angka 200.000 dolar AS (Rp 3,2 miliar), dengan dukungan dari indikator seperti Rainbow Chart dan RSI, yang menunjukkan potensi pertumbuhan.
Saat ini, RSI Bitcoin tercatat di angka 71,35, yang berada di bawah puncak historis. Selain itu, Heatmap Moving Average (MA) 200-minggu dan 2-Year MA Multiplier menunjukkan masih ada ruang untuk kenaikan harga.
Alasan Mengapa Bitcoin Bisa Mencapai Rp 3,2 Miliar
Bitcoin (BTC) baru saja mencatatkan rekor tertinggi baru. Namun, beberapa indikator on-chain menunjukkan, masih ada kemungkinan bahwa Bitcoin akan terus naik. Hal ini dikarenakan siklus tersebut belum dianggap sebagai puncak bullish.
Menurut tiga indikator on-chain dari Lookonchain, BTC bisa mencapai harga 200 ribu dolar AS (Rp 3,2 miliar) pada siklus kali ini.
1. Rainbow Chart
Estimasi harga 200 ribu dolar AS (Rp 3,2 miliar) berasal dari versi 2023 Rainbow Chart. Alat ini menggunakan kurva pertumbuhan logaritmik untuk meramalkan pergerakan harga BTC di masa depan.
Jika analisis ini akurat, maka Bitcoin masih baru setengah jalan dalam siklus ini.
2. Relative Strength Index (RSI)
Indikator selanjutnya adalah Relative Strength Index (RSI) untuk Bitcoin, yang kini berada di angka 71,35. BTC dianggap terlalu dibeli atau "overbought" ketika indikator ini di atas 70 dan bisa mengalami penurunan.
Sebaliknya, angka di bawah 30 menunjukkan, bahwa BTC mungkin oversold dan mengalami kenaikan. Saat ini, Bitcoin berada di wilayah overbought ringan, tetapi masih berpotensi untuk meningkat dibanding puncak historisnya. Biasanya, BTC mencapai puncaknya ketika RSI melebihi nilai 90.
Baca juga:
Mengenal NFT sebagai Investasi, Apakah Lebih Baik dari Saham?
3. Heatmap Moving Average (MA)
Indikator Heatmap Moving Average (MA) 200-minggu menunjukkan warna biru, yang mengindikasikan bahwa harga belum mencapai puncaknya. Hal itu menjadikannya sebagai waktu yang baik untuk menahan atau membeli Bitcoin.
Terakhir, 2-Year MA Multiplier menunjukkan, jika harga saat ini berada di antara garis merah dan hijau. Dikarenakan harga tidak mencapai garis merah, maka pasar belum mencapai titik tertingginya.
Bitcoin pernah mencapai harga tertinggi sepanjang masa sebesar 111.814 dolar AS (Rp 1,8 miliar) dan harga terendah sepanjang waktu pada angka 67,81 dolar AS (Rp 1,1 juta).
Baca juga:
Dubai Resmi Pakai Kripto dan Bitcoin untuk Bayar Gaji Karyawan
Saat ini, nilai Bitcoin diperdagangkan 2,57% lebih rendah dibandingkan harga tertinggi yang pernah ada dan 160.551,16% di atas titik terendahnya.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi. Sebab, crypto memiliki harga yang fluktuatif.
Bagikan
Soffi Amira
Berita Terkait
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Indonesia Tawarkan Proyek Pengelolaan Limbah 30 Kota di World Economic Forum
Diversifikasi Investasi Global Jadi Pilihan Investor Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Proyek Kilang sampai Budidaya Unggal Bakal Groundbreaking di Februari 2026
5 Tren Utama Kripto 2026: Dari Dominasi Neobank Hingga Lonjakan Pasar Prediksi
Update Harga Emas Kamis (25/12): Naik 3 Hari Beruntun, UBS dan Galeri24 Kompak Menguat
Pengguna Pintu Futures Naik 37 Persen di Tengah Penurunan BTC 2025
Strategi Buy The Dip Kripto 2025, Begini Cara Cuan Saat Harga Turun
DCA Jadi Solusi Sederhana Tapi Efektif Tanpa Takut Terjebak Volatilitas Ekstrem
Hilirisasi SDA Ditargetkan Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen