Kesehatan

Catat! Kamu Butuh Minum Lebih Dari Delapan Gelas Air Sehari

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 09 Juni 2019
Catat! Kamu Butuh Minum Lebih Dari Delapan Gelas Air Sehari

Delapan gelas air sehari bukan menjadi patokan minum harian (Foto: Pexels/rawpixel.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PAKAR kesehatan menyarankan kamu meminum delapan gelas air sehari. Takaran tersebut setara dengan dua liter air. Namun, sebenarnya belum ada bukti ilmiah kalau meminum air delapan gelas sehari. Dapat membuat tubuh kamu terhidrasi.

Mengutip laman Men's Health meminum delapan gelas air merupakan awal yang bagus untuk membuat tubuh terhidrasi. Namun, kebutuhan minum setiap orang nyatanya berbeda-beda. Jadi minum delapan gelas air sehari bukan menjadi sebuah patokan.

Bahkan setiap harinya kebutuhan minum seseorang bisa berbeda. Karena disebabkan faktor cuaca dan kegiatan yang dilakukan. Misalnya jika kamu tinggal di daerah yang panas dan lembab. Kebutuhan minum kamu bisa lebih dari delapan gelas sehari. Kebutuhan minum kamu juga bertambah jika kamu bermukim di dataran tinggi.

Jika kamu bermukim di wilayah panas,tubuh akan mudah dehidrasi (Foto: Pexels/skitterphoto)

Lalu, bisa lain cerita jika kamu merupakan seorang atlet atau sering berolahraga. Tentu minum delapan gelas air sehari sangat kurang. Setiap melakukan kegiatan olahraga, ada takaran minum air tersendiri yang diperlukan.

Lalu bagaimana takaran minum harian yang benar? Mudah saja. Kapanpun kamu merasa haus minumlah. Jangan takut berlebihan minum air. Karena ketika kamu haus, tandanya tubuh kamu memang dehidrasi karena kegiatan tertentu.

Baca juga:

Minum Air Putih Saja Selama 30 Hari Jika Ingin Kreatif

"sebagian besar orang sehat memenuhi kebutuhan hidrasi harian mereka dengan membiarkan rasa haus menjadi panduan mereka," tulis keterangan dari National Academies

Air dapat membantu program diet kamu (Foto: Pexels/Pixabay)

Kemudian, minum air bisa kamu jadikan salah satu metode untuk diet. Jika tujuan kamu menurunkan berat badan. Minumlah air ketika lapar. Itu akan membantu perut kamu terasa kenyang dan menghindari camilan. "Minum sedikit lebih banyak air mungkin membantu dengan itu," kata pakar nutrisi Amanda Baker Lemain, M.S., R.D.

Lebih mudahnya lagi. Kamu bisa selalu memeriksa warna urine ketika pergi ke toilet. Dari warna urine kamu bisa tahu apakan kamu kekurangan air atau enggak. Minimal, warna urine kamu harus kuning pucat. Lebih gelap dari itu, tandanya kamu dehidrasi.

Sebenarnya tubuh kamu "pandai" memberi tahu apa yang kamu butuhkan. Jadi gampangnya, ketika tubuh kamu terasa lemas. Berarti tubuh kamu membutuhkan segelas air bahkan lebih. (ikh)

#Tips Kesehatan #Air Minum #Air Putih #Manfaat Air Putih #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Indonesia
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
Tak kalah penting, kandungan zinc yang ditemukan dalam daging merah, susu, dan olahan kedelai berperan besar dalam meningkatkan fungsi sel imun
Angga Yudha Pratama - Rabu, 07 Januari 2026
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Bagikan