Catat! Ada Etika Naik Pesawat yang Harus Diperhatikan
Ada etika yang harus dipahami selama menumpangi pesawat terbang. (Foto: Pixabay/TayebMEZAHDIA)
KETIKA kita melakukan perjalanan dengan pesawat tujuannya cukup sederhana yakni sampai di tujuan dengan aman dan nyaman. Namun terkadang ada penumpang yang berbuat semaunya demi kepuasan pribadi. Pada Mei 2018, seorang penumpang pesawat Lion Air diturunkan dari pesawat setelah membuat lelucon bahwa ia membawa bom di tasnya. Lelucon tersebut ia lontarkan kepada pramugari saat berada di Bandara Supadio, Pontianak. Meski hanya gurauan, candaan seputar bom merupakan pelanggaran berat dalam dunia penerbangan. Selain larangan melontarkan lelucon tentang bom, berikut etika yang harus dilakukan saat di pesawat:
Panduan Keselamatan
Sebelum pesawat lepas landas, pramugari akan melakukan demonstrasi berupa panduan keselamatan. Sayangnya kesadaran penumpang akan keselamatan dirinya sendiri masih sangat rendah. Seorang pramugari sebuah maskapai penerbangan bernama Lydia Avry Inayah mengatakan penumpang lokal biasa mengabaikan panduan keselamatan. “Ketika pramugari sedang menerangkan panduan keselamatan, penumpang Indonesia lebih memilih untuk tidur atau melihat jendela. Sementara penumpang asing biasa memperhatikan dengan seksama. Mereka bahkan mengecek buku panduan yang ada di kursi dan memastikan pelampung ada di tempatnya,” demikian urainya. Perbedaan mencolok tersebut terjadi karena kurangnya edukasi tentang keselamatan kepada penumpang. “Sayang sekali kepedulian masyarakat akan keselamatan masih sangat rendah. Padahal ini demi kepentingan bersama,” lanjutnya lagi.
Etika pada Pramugari
Prioritas utama pramugari yakni memastikan keamanan penumpang. Ketahuilah bahwa tugas mereka bukan memenuhi semua permintaan penumpang. Untuk itu, jangan membebani pramugari dengan permintaan konyol. “Saya pernah menemukan penumpang yang minta selimut lebih dari satu untuk dirinya sendiri. Ketika tidak kami penuhi mereka komplain. Mereka harus tahu bahwa penumpang lain juga memerlukan selimut. Jangan egois,” jelas Lydia.
Kaki
Apabila kamu tak sengaja menjatuhkan kaki ke penumpang lain, mereka mungkin akan memakluminya. Namun jangan lakukan hal tersebut dengan sengaja karena dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain. Sadar diri kalau memiliki kaki yang beraroma tidak wangi. Sebaiknya tetap berada di dalam sepatu atau lakukan sesuatu untuk menghilangkan baunya. Seperti membeli bedak deodoran khusus menghilangkan bau kaki.
Konsumsi Obat
Etika di pesawat tak hanya berkaitan dengan orang lain tetapi juga diri sendiri. Kita harus memastikan untuk mendapatkan penerbangan yang nyaman. Hindari konsumsi obat atau suplemen sesaat sebelum penerbangan. Beberapa jenis obat mungkin saja memiliki efek samping misalnya halusinasi, sakit kepala atau sakit perut. Jangan kacaukan perjalanan udaramu dengan obat berefek samping. (avia)
Bagikan
Berita Terkait
AirAsia Gandeng Hyrox Asia Pasifik, Kembangkan Wisata Olahraga dan Gaya Hidup Aktif
Kisah Haru di Balik Tragedi ATR 42-500: Adik Ipar Terjang Gunung Bulusaraung Demi Jemput Kakak Pulang ke Garut
DPR Bongkar Keanehan Rute Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros
2 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi
Keluarga Korban Pesawat Jatuh ATR 42-500 Serahkan Sampel DNA
Tim SAR Temukan Serpihan Badan dan Ekor Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Puncak Gunung Bulusaraung, Maros, Pencarian Korban Difokuskan Menemukan Penyintas
Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung
Polda Sulsel Siapkan Tim Identifikasi Jenazah Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Diduga Jatuh di Maros, Kapolda Jamin Hasil Keluar secara Cepat dan Akurat
Relawan Medis ke Aceh Transit Malaysia, DPR Soroti Mahalnya Harga Tiket Pesawat Domestik
Pesawat ke-2 A400M MRTT Bagi Indonesia Uji Terbang di Spanyol