Cari Kasur Bayi yang Nyaman dan Sehat

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 12 Juli 2023
Cari Kasur Bayi yang Nyaman dan Sehat

Kesehatan bayi sedikit-banyak dipengaruhi kasurnya. (Unsplash/Angela Duxbury)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ADALAH wajar bila orang tua memanjakan anaknya dengan kebutuhan yang paling baik. Sayang nyatanya orangtua kurang memperhatikan kenyamanan bayi. Desain, warna dan yang berhubungan dengan itu menjadi pertimbangan utama.

Seperti kasur tidur luput dari pertimbangan orangtua. Padahal kasur yang baik dapat membuat dedek bayi tidur nyenyak dengan nyaman dan aman. Dikutip dari Alodokter, bayi yang baru lahir rata-rata menghabiskan waktu tidur lebih dari 20 jam, oleh sebab itu kenyamanan kasur patut menjadi pertimbangan sebelum membeli kasur untuk bayi.

Pemilihan kasur yang tepat untuk bayi harus memberikan kenyamanan, keamanan, dan tidur yang nyenyak. Yang utama adalah menghindarkan bayi dari Sindrom Kematian bayi mendadak (SIDS).

Baca Juga:

Dampak dan Cara Mencegah Kecanduan Gawai Pada Anak

bayi
Butuh kasur bayi yang baik untuk kenyamanan dan kesehatan bayi. (Unsplash/Solen Feyissa)

Berikut jenis-jenis kasur bayi yang patut diperhatikan dan pertimbangkan sebelum membeli:


Kasur busa


Harus diakui jikalau harga kasur busa relatif lebih murah. Kasur busa memiliki kelebihan ringan dan lembut. Sayangnya kasur ini dapat membuat bayi merasa panas apalagi di musim kemarau.

Kasur pegas


Spring mattres adalah jenis kasur yang memiliki pegas logam untuk melapisi dasar kasur. Membuat bayi tidur dapat lebih sejuk dan nyaman. Itulah alasan banyak orang tua memilih kasur bayi dengan pegas untuk buah hatinya.

Baca Juga:

Demam Bayi Turun dengan Mandi? Ini Kata Dokter Anak

bayi
Pilihlah kasur bayi yang memberikan nilai sehat bukan tentang harga yang mahal. (Pexels/Laura Garcia)


Kasur berbahan serat


Jenis kasur ini memiliki kandungan serat alami. Bagian dalam kasur ini berbahan dasar serat kelapa yang dilapisi lateks. Kasur ini cocok untuk orang tua yang memiliki anak yang jaraknya berdekatan. Karena kasur ini lebih tahan lama. Harga kasur ini memang diatas rata-rata kasur bayi pada umumnya.


Kasur hipoalergenik


Jika orang tua memiliki riwayat alergi ybisa jadi diturunkan ke bayi. Makanya orangtua harus memilih kasur jenis hipoalergenik. Kasur jenis ini dapat dilepas, sehingga mudah untuk dibersihkan dan dicuci agar terbebas dari tungau dan mencegah terjadi alergi pada bayi.

Memilih kasur untuk bayi merupakan hal yang harus diperhatikan agar bayi memiliki rasa nyaman dan menjauhkan dari hal-hal berbahaya, seperti sindrom kematian mendadak. (zvw)

Baca Juga:

Waspada Kanker Tulang Pada Anak

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Bagikan