Kesehatan Mental

Cara Efektif Mengontrol Emosi Berlebihan

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 30 Juni 2022
Cara Efektif Mengontrol Emosi Berlebihan

Kendalikan emosi agar tak menyesal.(Foto: pexels-andrea-piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

EMOSI merupakan salah satu jenis kekuatan dan perasaan yang paling sering hadir, mendesak, dan terkadang menyakitkan dalam hidup. Pada dasarnya, manusia digerakkan hari demi hari oleh emosi. Tanpa disadari, emosi mendikte pikiran, niat, dan tindakan dengan otoritas superior ke pikiran rasional manusia. Namun, ketika kita bertindak berdasarkan emosi sesaat atau pada jenis emosi yang salah, seringnya kita akan berada dalam situasi dan kondisi yang tidak menguntungkan.

Seperti halnya dengan banyak aspek kehidupan lainnya, emosi sebaiknya dirasakan secara moderat dan dilihat dengan perspektif yang logis. Terutama mengenai emosi negatif, yang harus ditangani dengan sangat hati-hati. Emosi negatif, seperti kemarahan, kecemburuan, atau kepahitan cenderung dapat membuat kita lepas kendali. Pada gilirannya, jenis emosi ini akan tumbuh dan mengondisikan pikiran untuk berfungsi pada perasaan yang merusak.

BACA JUGA:

Tahan Emosi, Lakukan Kiat-Kiat Ini untuk Mengatasi Internet Lemot

Seperti contoh, seseorang yang secara konsisten marah atau bermusuhan. Mereka tidak dilahirkan seperti itu. Namun, mereka membiarkan emosi tertentu untuk mengambil alih pikiran mereka begitu lama sehingga mereka tidak dapat mengontrolnya. Oleh karena itu, amat penting untuk menghindari dominasi emosi negatif pada diri. Berikut tiga cara mengontrol emosi negatif dalam diri.

1. Latih Kesadaran Diri

emosi
Latih kesadaran diri kita agar tidak gampang emosi.(Foto: pexels-nathan-cowley)

"Ketika kita menjadi lebih sadar akan diri kita sendiri, kita menjadi jauh lebih baik dalam mengambil tanggung jawab untuk kebutuhan emosional kita sehingga mengurangi ketergantungan kita pada orang lain yang bisa sama jika tidak lebih rentan dari kita," kata psikolog klinis Divine Love Salvador kepada Vice.

BACA JUGA:

Lestarikan Bumi Dimulai dari Rumah

2. Jangan Langsung Bereaksi

emosi
Saat emosi, jangan langsung bereaksi.(Foto: pexels-andrea-piacquadio)

Cara mengontrol emosi negatif ialah jangan langsung bertindak atau bereaksi terhadap sesuatu hal atau kejadian. Bereaksi dengan segera terhadap pemicu emosi bisa menjadi kesalahan besar dalam hidup. Ketika sedang emosi, kita akan dengan mudah mengatakan atau melakukan sesuatu yang nantinya akan kita sesali.

Sebelum menyangkal pemicunya dengan argumen emosional, tarik napas panjang dan stabilkan impuls yang luar biasa itu. Teruslah bernapas dalam-dalam selama lima menit. Rasakan ketika otot-otot menegang dan detak jantung kembali normal. Ketika kita menjadi lebih tenang, tegaskan pada diri sendiri bahwa ini semua hanyalah sementara.

3. Ubah Mindset

emosi
Ubah mindset kita ketika sedang marah kepada seseorang.(Foto: pexels-jairo-chacon)

Mengubah mindset atau pola pikir kita terhadap segala sesuatunya bisa membantu kita dalam mengontrol emosi. Emosi negatif cenderung akan mengikat diri kita pada pikiran negatif yang berulang-ulang, menciptakan siklus pola negatif yang sama.

Setiap kali kita dihadapkan dengan emosi yang membuat kita merasa atau memikirkan sesuatu yang buruk, paksa emosi tersebut untuk keluar dari pikiran dan gantikan dengan pikiran yang berbeda.(Mrf)

BACA JUGA:

Lima Partikel Berbahaya di Sekitar yang Bisa Terhirup Kita

#Kesehatan Mental #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan