Buya Syafii: Muhadjir Lebih Berpengalaman daripada Anies Baswedan

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 29 Juli 2016
Buya Syafii: Muhadjir Lebih Berpengalaman daripada Anies Baswedan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Muhadjir Effendy (Foto: Facebook Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Peristiwa - Sebelum dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy sempat mampir ke Yogyakarta. Hal ini disampaikan Ahmad Syafii Maarif atau dikenal Buya Syafii.

Mantan Ketua Umum Muhammadiyah itu menyatakan, Muhadjir Effendy menemuinya untuk meminta nasihat dalam menjalankan tugas sebagai menteri. Buya meminta Muhadjir ingat bahwa tugas yang diembannya sudah jauh lebih luas dibandingkan saat di Muhammdiyah.

"Muhadjir, saya rasa sesuatu yang positif. Nasihat saya ke Muhadjir, jadi menteri harus all out," kata pria kelahiran 13 Mei 1935 itu kepada wartawan di Universitas Muhammdiyah, Yogyakarta, Kamis (28/7).

Menurut Buya, dalam segi pengalaman di dunia pendidikan, Muhadjir Effendy jauh lebih berpengalaman dibandingkan Anies Baswedan. Hal ini dapat dilihat dari track record Muhadjir Effendy. Namun, Buya menjelaskan, dalam dunia pendidikan Anies juga merupakan sosok yang baik.

Terpilihnya Muhadjir, papar Buya, bukan berarti Anies kalah. Menurut Buya, dipilihnya Muhadjir Effendy karena banyak pertimbangan Presiden Jokowi. Di antaranya pertimbangan politik dan kultural.(Fre)

BACA JUGA:

  1. Selasa Malam, Anies Baswedan Diberitahu Akan Dicopot
  2. Menggetarkan, Surat Perpisahan Anies Baswedan kepada Para Guru Seluruh Indonesia
  3. Anies Baswedan Kunjungi Sekolah Terdampak Banjir Solo
  4. Anies Baswedan: Masih Banyak Kebudayaan Indonesia Yang Belum Terdaftar
  5. Kunjungi Lokananta, Mendikbud Anies Baswedan Dengarkan Pidato Bung Karno

 

#Reshuffle Kabinet #Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan #Muhadjir Effendy #Anies Baswedan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Demokrat Tegaskan Reshuffle Kabinet Hak Prerogatif Presiden, yang Penting Menteri Mampu Jalankan Program
Presiden bebas menentukan figur yang dinilai mampu menjalankan tugas pemerintahan.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Demokrat Tegaskan Reshuffle Kabinet Hak Prerogatif Presiden, yang Penting Menteri Mampu Jalankan Program
Indonesia
Tepis Isu Reshuffle, Mensesneg: Evaluasi Tidak Selalu Berujung Perombakan Kabinet
Fokus pemerintah hanya mengisi jabatan kosong di Kabinet seperti Wamenimipas dan Wamentan.
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Tepis Isu Reshuffle, Mensesneg: Evaluasi Tidak Selalu Berujung Perombakan Kabinet
Indonesia
PKB Sebut Reshuffle Kabinet Prabowo Bersifat Terbatas, hanya Mengisi Jabatan yang Kosong
Presiden memiliki kewenangan penuh untuk menentukan siapa saja yang dinilai tepat mengisi posisi menteri, termasuk apabila terdapat jabatan yang kosong.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
PKB Sebut Reshuffle Kabinet Prabowo Bersifat Terbatas, hanya Mengisi Jabatan yang Kosong
Indonesia
Eks Menko PMK Muhadjir Effendy Akui Dicecar KPK soal Jabatan Menag Ad Interim

 Muhadjir yang kini menjabat Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji diperiksa di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (18/5).
Dwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Eks Menko PMK Muhadjir Effendy Akui Dicecar KPK soal Jabatan Menag Ad Interim
Indonesia
Muhadjir Effendy Tiba-Tiba Nongol di KPK Usai Disebut Batal Diperiksa
Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy mendadak hadir di KPK setelah sebelumnya disebut batal diperiksa terkait kasus korupsi kuota haji 2023–2024.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Muhadjir Effendy Tiba-Tiba Nongol di KPK Usai Disebut Batal Diperiksa
Indonesia
KPK Batal Periksa Penasihat Khusus Presiden di Kasus Korupsi Haji, Ini Gara-garanya!
Muhadjir Effendy pernah menjabat sebagai Menteri Agama Ad Interim pada 2022
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
KPK Batal Periksa Penasihat Khusus Presiden di Kasus Korupsi Haji, Ini Gara-garanya!
Indonesia
Angka Putus Sekolah Turun Signifikan, DPR Soroti Tantangan Pendidikan Indonesia
Anggota Komisi X DPR RI mengapresiasi penurunan angka putus sekolah hingga 20 persen dalam lima tahun terakhir, namun meminta pemerintah tetap waspada.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 08 Mei 2026
Angka Putus Sekolah Turun Signifikan, DPR Soroti Tantangan Pendidikan Indonesia
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
DPR Tanggapi Positif Perombakan Kabinet, Sebut Presiden Prabowo Tahu Orang yang Punya Kapabilitas
Reshuffle menjadi hak prerogatif Presiden untuk menempatkan orang sesuai dengan kapabilitas orang dan tujuan penugasan di lembaga yang dipimpin
Dwi Astarini - Selasa, 28 April 2026
DPR Tanggapi Positif Perombakan Kabinet, Sebut Presiden Prabowo Tahu Orang yang Punya Kapabilitas
Indonesia
Hasan Nasbi Sebut Tantangan Penasihat Khusus Presiden Meluruskan Berita Keliru Tentang Pemerintah
Hasan menyampaikan perannya sebagai pembantu Presiden akan difokuskan pada sinergi lintas lembaga, termasuk dengan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Dwi Astarini - Senin, 27 April 2026
Hasan Nasbi Sebut Tantangan Penasihat Khusus Presiden Meluruskan Berita Keliru Tentang Pemerintah
Bagikan